Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sambut Ramadhan 1447 H, Raja Salman Doakan Palestina dan Perdamaian Dunia

Kompas.com, 18 Februari 2026, 10:16 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com – Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud menyampaikan doa khusus bagi rakyat Palestina, umat Islam, dan seluruh dunia dalam menyambut Ramadan 1447 Hijriah.

Pesan tersebut disampaikan dalam pidato resmi yang ditujukan kepada warga Arab Saudi, para ekspatriat, serta umat Islam di berbagai negara.

Raja Salman memohon agar bulan suci ini membawa kedamaian, kesejahteraan, dan stabilitas bagi semua. Pidato tersebut disampaikan atas nama Raja oleh Menteri Media Salman Al-Dossary.

Baca juga: Raja Salman Sampaikan Duka atas Banjir dan Longsor di Indonesia

Dalam pesannya, Raja Salman mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbanyak ibadah dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

“Kami memohon kepada Allah SWT agar memberkahi kami di bulan yang mulia ini, menerima amal-amal baik kami, serta meneguhkan keamanan dan kemakmuran di negeri kami,” ujarnya, seperti ditulis Saudi Gazette, Selasa (17/2/2026).

Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas datangnya bulan yang penuh keberkahan.

“Kami mengucapkan selamat atas datangnya Ramadan yang penuh berkah, bulan ketika pintu-pintu surga dibuka dan terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Kami memohon kepada Allah SWT agar membantu kami dalam menjalankan puasa, sholat, dan berbagai ibadah,” lanjutnya.

Baca juga: Raja Salman Ucapkan Selamat HUT ke-80 RI kepada Presiden Prabowo Subianto

Pelayanan Dua Masjid Suci

Raja Salman menyampaikan rasa syukur atas kehormatan yang diberikan kepada Arab Saudi dalam melayani Dua Masjid Suci di Mekkah dan Madinah.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah haji dan umrah.

“Kami memuji Allah SWT yang telah menganugerahkan kepada negeri yang diberkahi ini kehormatan untuk melayani Dua Masjid Suci dan para pengunjungnya, termasuk jamaah haji dan umrah. Kami akan terus, dengan pertolongan Allah, menempuh jalan teguh yang telah dirintis oleh para pemimpin bangsa ini,” katanya.

Baca juga: Masjid Qiblatain di Madinah Kini Dibuka 24 Jam atas Perintah Raja Salman

Ramadhan sebagai Momentum Penyucian Jiwa

Kepada umat Islam di seluruh dunia, Raja Salman mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum penyucian jiwa dan penguatan solidaritas.

Menurutnya, bulan suci ini menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat kasih sayang, serta meningkatkan rasa persaudaraan.

Raja Salman juga menekankan pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT, baik yang tampak maupun yang tidak terlihat.

Dengan datangnya Ramadan 1447 H, umat Islam diharapkan mampu memperdalam keimanan, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga kedamaian di tengah tantangan global.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
PBNU soal Penyiraman Air Keras: Tindakan Berbahaya, Tak Boleh Terulang
PBNU soal Penyiraman Air Keras: Tindakan Berbahaya, Tak Boleh Terulang
Aktual
PBNU Soroti Adanya Dugaan Makar, Dinilai Bahayakan Bangsa dan Negara
PBNU Soroti Adanya Dugaan Makar, Dinilai Bahayakan Bangsa dan Negara
Aktual
PBNU Minta Wacana “War Ticket” Haji Dikaji Matang, Tekankan Aspek Keadilan
PBNU Minta Wacana “War Ticket” Haji Dikaji Matang, Tekankan Aspek Keadilan
Aktual
Wamenhaj Ungkap Skema “War Tiket Haji”, Bisa Berangkat Tanpa Antre
Wamenhaj Ungkap Skema “War Tiket Haji”, Bisa Berangkat Tanpa Antre
Aktual
Viral “War Tiket Haji”, Wamenhaj Tegaskan Bukan Kebijakan dan Masih Wacana
Viral “War Tiket Haji”, Wamenhaj Tegaskan Bukan Kebijakan dan Masih Wacana
Aktual
Calon Jemaah Haji Asal Dumai Berangkat ke Embarkasi Batam Naik Kapal Cepat, Biaya Ditanggung Pemko
Calon Jemaah Haji Asal Dumai Berangkat ke Embarkasi Batam Naik Kapal Cepat, Biaya Ditanggung Pemko
Aktual
Hukum Tidur Tengkurap dalam Islam, Mengapa Posisi Ini Harus Dihindari?
Hukum Tidur Tengkurap dalam Islam, Mengapa Posisi Ini Harus Dihindari?
Aktual
Jemaah Haji Asal Embarkasi Surabaya Terima Tiket dan Paspor di Asrama Haji, Cek Jadwal Lengkapnya
Jemaah Haji Asal Embarkasi Surabaya Terima Tiket dan Paspor di Asrama Haji, Cek Jadwal Lengkapnya
Aktual
Gus Yahya Ingatkan Ancaman Krisis Minyak, Konflik Timur Tengah Bisa Guncang Indonesia
Gus Yahya Ingatkan Ancaman Krisis Minyak, Konflik Timur Tengah Bisa Guncang Indonesia
Aktual
Urutan Wali Nikah dalam Islam serta Syarat dan Penggantinya yang Sah
Urutan Wali Nikah dalam Islam serta Syarat dan Penggantinya yang Sah
Aktual
Gus Yahya: Indonesia Harus Jadi Sahabat Semua Negara di Tengah Konflik Timur Tengah
Gus Yahya: Indonesia Harus Jadi Sahabat Semua Negara di Tengah Konflik Timur Tengah
Aktual
 Hukum Tawaf dan Sa’i dengan Skuter bagi Jemaah Haji, Ini Penjelasan Ulama
Hukum Tawaf dan Sa’i dengan Skuter bagi Jemaah Haji, Ini Penjelasan Ulama
Aktual
PBNU Apresiasi Saudi dan Negara Teluk yang Tak Balas Serangan Iran
PBNU Apresiasi Saudi dan Negara Teluk yang Tak Balas Serangan Iran
Aktual
Yahya Cholil Temui Dubes Iran hingga AS, Bahas Konflik Timur Tengah
Yahya Cholil Temui Dubes Iran hingga AS, Bahas Konflik Timur Tengah
Aktual
PBNU Apresiasi Gencatan Senjata AS-Iran, Serukan Hentikan Perang Timur Tengah
PBNU Apresiasi Gencatan Senjata AS-Iran, Serukan Hentikan Perang Timur Tengah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com