KOMPAS.com – Di sejumlah masjid, sholat tarawih tidak hanya diisi dengan rakaat demi rakaat yang khusyuk, tetapi juga dengan lantunan seruan di antara setiap dua rakaat.
Suara itu biasanya datang dari seorang laki-laki yang berdiri di belakang imam. Dialah bilal tarawih.
Peran bilal dalam tarawih bukan bagian dari rukun sholat, melainkan tradisi yang hidup di tengah masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia. Ia bertugas memandu jamaah melalui seruan sholawat, pujian, dan pengingat jumlah rakaat.
Lalu, apa saja syarat menjadi bilal? Bagaimana bacaan lengkapnya dari rakaat 1 sampai 23, termasuk witir? Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca juga: Kapan Tarawih Pertama 2026? Cek Jadwal dan Niatnya
Sholat tarawih merupakan bagian dari qiyam Ramadhan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Man qaama Ramadhaana iimaanan wahtisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzambih.
Artinya: “Barang siapa menunaikan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Muhammad SAW dan tercantum dalam riwayat Abu Dawud serta lainnya.
Dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru dijelaskan bahwa tarawih menjadi momentum pengampunan dosa dan peningkatan kualitas spiritual seorang Muslim selama Ramadhan.
Baca juga: Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih serta Witir Lengkap dan Dalilnya
Bilal tarawih berbeda dengan bilal adzan. Ia bukan muadzin, melainkan pemandu seruan di sela-sela rakaat.
Tradisi ini berkembang dalam praktik jamaah, khususnya pada pelaksanaan 20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir (total 23 rakaat).
Dalam buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet karya Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah dijelaskan bahwa bacaan bilal bertujuan mengingatkan jamaah akan jumlah rakaat serta menghidupkan suasana sholawat dan doa.
Secara fikih, tidak ada syarat khusus yang secara eksplisit mengatur tentang bilal tarawih. Namun, karena ia terlibat dalam rangkaian ibadah, maka syarat sah sholat juga berlaku baginya.
Mengacu pada buku Pembinaan Ibadah Sholat (Kaifiatus Sholah) karya Endang Sawitri dkk., serta rujukan dari NU Online, syarat tersebut antara lain:
Bilal umumnya laki-laki Muslim, sebagaimana praktik dalam sholat berjamaah.
Wajib dalam keadaan berwudhu atau telah mandi wajib bila sebelumnya berhadats besar.
Batas aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut.
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 103:
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلوةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَا قِيمُوا الصَّلوةَ إِنَّ الصَّلُوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَبًا مَّوْقُوتًا
Fa idzaa qadhaytumush shalaata fadzkurullaha qiyaaman wa qu'uudan wa 'alaa junuubikum fa idzaa ithma'nantum fa aqimush shalaah innash shalaata kaanat 'alal mu'miniina kitaaban mauquutaa.
Artinya: “Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”
Hafal bacaan, mampu menghitung rakaat dengan benar, dan bersuara lantang.
Baca juga: Doa Kamilin Tarawih, Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir
Berikut bacaan bilal dan jawaban jamaah secara lengkap tanpa disingkat.
Bacaan Bilal:
صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Shollu sunnatat tarawihi jami'atan rahimakumullah
Artinya: “Marilah kita sholat sunnah tarawih secara berjamaah. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian semua.”
Jawaban Jemaah:
الصَّلَاةُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلَّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Ash-shalatu la ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumitu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةَ اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Fadhlan minallahi ta'ala wa ni'mah Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammadin
Artinya: “Anugerah dan nikmat itu datangnya dari Allah. Ya Allah, limpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad.”
Jawaban:
اَللَّهُمَّ صَلَّ عَلَيْهِ
Allahumma shalli 'alaih
Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat kepadanya.”
اَلْخَلِيْفَةُ الاَوَّلُ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدِنَا أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ
Al-khalifatul awwalu amirul mukminin sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq
Artinya: “Khalifah pertama adalah Amirul Mukminin Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq.”
Jawaban:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Radhiyallahu 'anhu
Artinya: “Semoga Allah meridhainya.”
(ulang sholawat seperti rakaat 3–4)
Sebelum Rakaat 9 dan 10
اَلْخَلِيْفَةُ الثَّانِي أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدِنَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ
Al-khalifatus tsani amirul mukminin sayyidina Umar bin Khattab
Artinya: “Khalifah kedua adalah Amirul Mukminin Sayyidina Umar bin Khattab.”
Jawaban:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Radhiyallahu 'anhu
Artinya: “Semoga Allah meridhainya.”
(ulang sholawat seperti rakaat 3–4)
اَلْخَلِيْفَةُ الثَّالِثُ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدِنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ
Al-khalifatus tsalitsu amirul mukminin sayyidina Utsman bin Affan
Artinya: “Khalifah ketiga adalah Amirul Mukminin Sayyidina Utsman bin Affan.”
Jawaban:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Radhiyallahu 'anhu
Artinya: “Semoga Allah meridhainya.”
(ulang sholawat seperti rakaat 3–4)
اَلْخَلِيْفَةُ الرَّابِعُ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدِنَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ
Al-khalifatur rabi amirul mukminin sayyidina Ali bin Abi Thalib
Artinya: “Khalifah keempat adalah Amirul Mukminin Sayyidina Ali bin Abi Thalib.”
Jawaban:
كَرَّمَ اللَّهُ وَجْهَهُ
Karamallahu wajhahu
Artinya: “Semoga Allah memuliakan wajahnya.”
(ulang sholawat seperti rakaat 3–4)
Baca juga: Kapan Tarawih Pertama 2026? Cek Jadwal dan Niatnya
صَلُّوْا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Shollu sunnatal witri rak'ataini jami'atan rahimakumullah
Artinya: “Marilah kita sholat sunnah witir dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian.”
Jawaban:
رَحِمَكُمُ اللَّهُ
Rahimakumullah
Artinya: “Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian.”
اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammadin
Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad.”
Jawaban:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ
Allahumma shalli wa sallim 'alaih
Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat dan keselamatan kepadanya.”
Tradisi bilal tarawih memperkaya nuansa ibadah di bulan Ramadhan. Meski tidak wajib, keberadaannya membantu jamaah menjaga keteraturan rakaat sekaligus memperbanyak sholawat.
Di tengah lantunan ayat dan takbir, suara bilal menjadi penanda bahwa malam Ramadhan bukan sekadar rutinitas, melainkan perjalanan ruhani yang penuh makna.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang