Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Syarat dan Bacaan Bilal Tarawih 23 Rakaat Lengkap serta Jawaban Jamaah

Kompas.com, 18 Februari 2026, 12:25 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di sejumlah masjid, sholat tarawih tidak hanya diisi dengan rakaat demi rakaat yang khusyuk, tetapi juga dengan lantunan seruan di antara setiap dua rakaat.

Suara itu biasanya datang dari seorang laki-laki yang berdiri di belakang imam. Dialah bilal tarawih.

Peran bilal dalam tarawih bukan bagian dari rukun sholat, melainkan tradisi yang hidup di tengah masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia. Ia bertugas memandu jamaah melalui seruan sholawat, pujian, dan pengingat jumlah rakaat.

Lalu, apa saja syarat menjadi bilal? Bagaimana bacaan lengkapnya dari rakaat 1 sampai 23, termasuk witir? Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Kapan Tarawih Pertama 2026? Cek Jadwal dan Niatnya

Keutamaan Tarawih di Bulan Ramadhan

Sholat tarawih merupakan bagian dari qiyam Ramadhan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Man qaama Ramadhaana iimaanan wahtisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzambih.

Artinya: “Barang siapa menunaikan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Muhammad SAW dan tercantum dalam riwayat Abu Dawud serta lainnya.

Dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru dijelaskan bahwa tarawih menjadi momentum pengampunan dosa dan peningkatan kualitas spiritual seorang Muslim selama Ramadhan.

Baca juga: Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih serta Witir Lengkap dan Dalilnya

Apa Itu Bilal dalam Tarawih?

Bilal tarawih berbeda dengan bilal adzan. Ia bukan muadzin, melainkan pemandu seruan di sela-sela rakaat.

Tradisi ini berkembang dalam praktik jamaah, khususnya pada pelaksanaan 20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir (total 23 rakaat).

Dalam buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet karya Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah dijelaskan bahwa bacaan bilal bertujuan mengingatkan jamaah akan jumlah rakaat serta menghidupkan suasana sholawat dan doa.

Syarat Menjadi Bilal Tarawih

Secara fikih, tidak ada syarat khusus yang secara eksplisit mengatur tentang bilal tarawih. Namun, karena ia terlibat dalam rangkaian ibadah, maka syarat sah sholat juga berlaku baginya.

Mengacu pada buku Pembinaan Ibadah Sholat (Kaifiatus Sholah) karya Endang Sawitri dkk., serta rujukan dari NU Online, syarat tersebut antara lain:

Laki-laki Muslim

Bilal umumnya laki-laki Muslim, sebagaimana praktik dalam sholat berjamaah.

Suci dari Hadats Besar dan Kecil

Wajib dalam keadaan berwudhu atau telah mandi wajib bila sebelumnya berhadats besar.

Menutup Aurat

Batas aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut.

Mengetahui Waktu Sholat

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 103:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلوةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَا قِيمُوا الصَّلوةَ إِنَّ الصَّلُوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَبًا مَّوْقُوتًا

Fa idzaa qadhaytumush shalaata fadzkurullaha qiyaaman wa qu'uudan wa 'alaa junuubikum fa idzaa ithma'nantum fa aqimush shalaah innash shalaata kaanat 'alal mu'miniina kitaaban mauquutaa.

Artinya: “Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

Memahami Tata Cara Tarawih

Hafal bacaan, mampu menghitung rakaat dengan benar, dan bersuara lantang.

Baca juga: Doa Kamilin Tarawih, Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir

Bacaan Bilal Tarawih Lengkap 23 Rakaat

Berikut bacaan bilal dan jawaban jamaah secara lengkap tanpa disingkat.

Sebelum Rakaat 1 dan 2

Bacaan Bilal:

صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللَّهُ

Shollu sunnatat tarawihi jami'atan rahimakumullah

Artinya: “Marilah kita sholat sunnah tarawih secara berjamaah. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian semua.”

Jawaban Jemaah:

الصَّلَاةُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلَّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Ash-shalatu la ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumitu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Sebelum Rakaat 3 dan 4

فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةَ اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Fadhlan minallahi ta'ala wa ni'mah Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammadin

Artinya: “Anugerah dan nikmat itu datangnya dari Allah. Ya Allah, limpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad.”

Jawaban:

اَللَّهُمَّ صَلَّ عَلَيْهِ

Allahumma shalli 'alaih

Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat kepadanya.”

Sebelum Rakaat 5 dan 6

اَلْخَلِيْفَةُ الاَوَّلُ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدِنَا أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ

Al-khalifatul awwalu amirul mukminin sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq

Artinya: “Khalifah pertama adalah Amirul Mukminin Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq.”

Jawaban:

رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

Radhiyallahu 'anhu

Artinya: “Semoga Allah meridhainya.”

Sebelum Rakaat 7 dan 8

(ulang sholawat seperti rakaat 3–4)

Sebelum Rakaat 9 dan 10

اَلْخَلِيْفَةُ الثَّانِي أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدِنَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ

Al-khalifatus tsani amirul mukminin sayyidina Umar bin Khattab

Artinya: “Khalifah kedua adalah Amirul Mukminin Sayyidina Umar bin Khattab.”

Jawaban:

رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

Radhiyallahu 'anhu

Artinya: “Semoga Allah meridhainya.”

Sebelum Rakaat 11 dan 12

(ulang sholawat seperti rakaat 3–4)

Sebelum Rakaat 13 dan 14

اَلْخَلِيْفَةُ الثَّالِثُ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدِنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ

Al-khalifatus tsalitsu amirul mukminin sayyidina Utsman bin Affan

Artinya: “Khalifah ketiga adalah Amirul Mukminin Sayyidina Utsman bin Affan.”

Jawaban:

رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

Radhiyallahu 'anhu

Artinya: “Semoga Allah meridhainya.”

Sebelum Rakaat 15 dan 16

(ulang sholawat seperti rakaat 3–4)

Sebelum Rakaat 17 dan 18

اَلْخَلِيْفَةُ الرَّابِعُ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ سَيِّدِنَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ

Al-khalifatur rabi amirul mukminin sayyidina Ali bin Abi Thalib

Artinya: “Khalifah keempat adalah Amirul Mukminin Sayyidina Ali bin Abi Thalib.”

Jawaban:

كَرَّمَ اللَّهُ وَجْهَهُ

Karamallahu wajhahu

Artinya: “Semoga Allah memuliakan wajahnya.”

Sebelum Rakaat 19 dan 20

(ulang sholawat seperti rakaat 3–4)

Baca juga: Kapan Tarawih Pertama 2026? Cek Jadwal dan Niatnya

Bacaan Bilal Sholat Witir

Sebelum Witir 2 Rakaat

صَلُّوْا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللَّهُ

Shollu sunnatal witri rak'ataini jami'atan rahimakumullah

Artinya: “Marilah kita sholat sunnah witir dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian.”

Jawaban:

رَحِمَكُمُ اللَّهُ

Rahimakumullah

Artinya: “Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian.”

Sholawat Penutup

اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammadin

Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad.”

Jawaban:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

Allahumma shalli wa sallim 'alaih

Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat dan keselamatan kepadanya.”

Tradisi bilal tarawih memperkaya nuansa ibadah di bulan Ramadhan. Meski tidak wajib, keberadaannya membantu jamaah menjaga keteraturan rakaat sekaligus memperbanyak sholawat.

Di tengah lantunan ayat dan takbir, suara bilal menjadi penanda bahwa malam Ramadhan bukan sekadar rutinitas, melainkan perjalanan ruhani yang penuh makna.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Permudah Proses Imigrasi Jemaah Haji 2026, Layanan Fast Track Mecca Route Hadir di Makassar
Permudah Proses Imigrasi Jemaah Haji 2026, Layanan Fast Track Mecca Route Hadir di Makassar
Aktual
Selain Penipuan Haji Furoda, Masyarakat Juga Diminta Waspada Iming-iming Haji Mujamalah
Selain Penipuan Haji Furoda, Masyarakat Juga Diminta Waspada Iming-iming Haji Mujamalah
Aktual
Aturan Oleh-oleh Haji 2026, Bea Cukai: Bebas Bea Masuk tapi Ada Syaratnya
Aturan Oleh-oleh Haji 2026, Bea Cukai: Bebas Bea Masuk tapi Ada Syaratnya
Aktual
Lomba Sastra Anak Bahasa Arab 2026 Digelar di Italia, Total Hadiah Rp 5 Miliar
Lomba Sastra Anak Bahasa Arab 2026 Digelar di Italia, Total Hadiah Rp 5 Miliar
Aktual
Jemaah Haji 2026 Wajib Tahu Sederet Aturan Bea Cukai, dari Uang Tunai hingga Oleh-oleh
Jemaah Haji 2026 Wajib Tahu Sederet Aturan Bea Cukai, dari Uang Tunai hingga Oleh-oleh
Aktual
Aturan Bea Cukai untuk Jemaah Haji 2026: IMEI HP Baru dari Luar Negeri Wajib Didaftarkan
Aturan Bea Cukai untuk Jemaah Haji 2026: IMEI HP Baru dari Luar Negeri Wajib Didaftarkan
Aktual
Perlukah Wudhu Setelah Mandi Junub? Ini Penjelasan dan Hukumnya
Perlukah Wudhu Setelah Mandi Junub? Ini Penjelasan dan Hukumnya
Aktual
Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Embarkasi Banjarmasin, 19 Kloter Berangkat Bertahap Mulai 23 April
Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Embarkasi Banjarmasin, 19 Kloter Berangkat Bertahap Mulai 23 April
Aktual
Khutbah Jumat 17 April 2026: Mengawali Segala Sesuatu dengan Bismillah
Khutbah Jumat 17 April 2026: Mengawali Segala Sesuatu dengan Bismillah
Aktual
Kisah Pasutri Penjual Gudeg di Sleman, Menabung Sejak 2009 hingga Bisa Berangkat Haji 2026
Kisah Pasutri Penjual Gudeg di Sleman, Menabung Sejak 2009 hingga Bisa Berangkat Haji 2026
Aktual
Tak Semua UMKM Bisa Masuk, Ini Syarat Jualan di Haji dan Umrah Store
Tak Semua UMKM Bisa Masuk, Ini Syarat Jualan di Haji dan Umrah Store
Aktual
Kemenhaj: Lewat Haji & Umrah Store, Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas
Kemenhaj: Lewat Haji & Umrah Store, Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas
Aktual
MUI Kritik Wacana 'War Ticket' Haji, Cholil Nafis: Fokus Saja Persiapan Keberangkatan
MUI Kritik Wacana "War Ticket" Haji, Cholil Nafis: Fokus Saja Persiapan Keberangkatan
Aktual
Kisah Dalimin, Calon Jemaah Haji Tertua Asal Klaten yang Keberangkatan Sempat Tertunda karena Sakit
Kisah Dalimin, Calon Jemaah Haji Tertua Asal Klaten yang Keberangkatan Sempat Tertunda karena Sakit
Aktual
600 UMKM Masuk Haji Umrah Store, RI Mulai Rebut Pasar Oleh-oleh Haji
600 UMKM Masuk Haji Umrah Store, RI Mulai Rebut Pasar Oleh-oleh Haji
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com