Editor
KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat persiapan layanan menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Berbagai aspek layanan diperketat untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah penataan penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina secara terpusat oleh pemerintah.
Baca juga: Jemaah Haji Kini Bisa Akses Air Dingin di 2.400 Titik Armuzna 2026
Kemenhaj juga melarang Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) memasang identitas atau penanda apa pun di tenda-tenda Armuzna.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha mengatakan, pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina telah dilakukan pemerintah sebagai bagian dari persiapan operasional fase puncak haji.
Baca juga: Daftar Barang Wajib Saat Armuzna, Jemaah Haji Jangan Sampai Salah
Karena itu, seluruh KBIHU diminta tidak memasang identitas di area tenda jemaah.
"Petugas akan mencabut identitas KBIHU yang terpasang dan akan memberikan sanksi bagi yang melakukannya," katanya dalam konferensi pers di Makkah, Arab Saudi, Kamis (21/5/2026).
Kemenhaj memastikan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, hingga seluruh unsur layanan terus dilakukan agar pelaksanaan Armuzna berjalan optimal.
Layanan yang diperkuat meliputi penempatan jemaah, transportasi, konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga kesiapan petugas di lapangan.
"Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan yang tertib, aman, dan nyaman, serta dapat menjalankan rangkaian ibadah puncak haji dengan khusyuk," kata Ichsan.
Menurut Ichsan, fase Armuzna merupakan tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji sehingga seluruh skema layanan disiapkan secara bertahap dan terukur dengan mengutamakan keselamatan jemaah.
Menjelang puncak ibadah haji, jemaah juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat atau bepergian jauh agar kondisi fisik tetap terjaga.
Ichsan meminta jemaah mulai fokus mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah di Armuzna dengan menjaga pola hidup sehat.
"Kurangi aktivitas yang tidak mendesak, perbanyak istirahat, jaga pola makan, minum air yang cukup, serta ikuti arahan petugas kloter, pembimbing ibadah, dan petugas sektor," katanya.
Berdasarkan data operasional per 20 Mei 2026, sebanyak 513 kloter dengan 197.876 jemaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Sementara itu, sebanyak 237 kloter dengan 90.691 jemaah dan 945 petugas telah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Adapun jumlah jemaah yang telah berada di Makkah mencapai 502 kloter dengan 193.593 jemaah dan 2.008 petugas.
Selain itu, sebanyak 15.418 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal.
Ichsan turut mengajak jemaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Menurutnya, perhatian bersama sangat penting untuk mencegah jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan selama pelaksanaan ibadah haji.
"Kami mengimbau jemaah dan petugas untuk saling memperhatikan. Sapa dan tanya jemaah yang berjalan atau keluar sendirian."
"Jika tujuannya tidak jelas, antarkan dan laporkan kepada petugas terdekat. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian dapat mengurangi kemungkinan jemaah hilang atau terpisah dari rombongannya," ujar Ichsan.
Kemenhaj juga mengajak masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, khususnya menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Kemenhaj: KBIHU Dilarang Pasang Identitas di Tenda Armuzna”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang