Editor
KOMPAS.com - Pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal kembali menjadi perhatian publik menjelang Hari Raya Kurban 2026.
Masjid terbesar di Asia Tenggara itu dinilai tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga rujukan pengelolaan kurban dan tata kelola masjid modern.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut sistem pelaksanaan Idul Adha di Istiqlal bahkan telah menjadi model bagi kawasan Asia Tenggara.
Baca juga: Wapres Gibran Salurkan Sapi Kurban 916 Kilogram Lewat BAZNAS RI
Berbagai inovasi pengelolaan lingkungan dan layanan ibadah di Istiqlal disebut mendapat perhatian internasional.
Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan pelaksanaan Idul Adha di Masjid Istiqlal memiliki standar tersendiri dalam pengelolaan ibadah kurban.
Baca juga: Khatib Wukuf Arafah: Oleh-oleh Terbaik Haji adalah Takwa dan Perubahan Diri
“Idul Adha di Istiqlal memiliki standar tersendiri karena menjadi model bagi masyarakat Indonesia bahkan Asia Tenggara,” ujar Menag saat konferensi pers persiapan Salat Idul Adha 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Menurut Nasaruddin, selama ini Masjid Istiqlal aktif melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai lembaga kemasjidan di kawasan Asia Tenggara.
Hal itu membuat pengelolaan Idul Adha dan distribusi kurban di Istiqlal menjadi salah satu acuan dalam pelaksanaan ibadah kurban yang tertib dan terorganisasi.
Selain aspek ibadah, pengelolaan fasilitas dan lingkungan di Istiqlal juga disebut menjadi perhatian sejumlah pihak dari luar negeri.
Menag menyoroti sistem pengelolaan lingkungan di Masjid Istiqlal, terutama teknologi daur ulang air wudhu yang diterapkan di kawasan masjid.
Menurutnya, air bekas wudhu tidak langsung dibuang ke saluran kota, melainkan diproses kembali untuk dimanfaatkan dalam kebutuhan tertentu, termasuk kebersihan dan wudhu.
“Air wudhu di Istiqlal tidak langsung terbuang ke saluran kota, tetapi masuk ke sistem recycle dan digunakan kembali,” jelasnya.
Inovasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat Masjid Istiqlal mendapat apresiasi di tingkat internasional.
Atas inovasi pengelolaan lingkungan dan tata kelola masjid tersebut, Masjid Istiqlal memperoleh penghargaan internasional dari lembaga dunia di Washington DC.
Penghargaan itu diberikan karena Istiqlal dinilai sebagai rumah ibadah yang efektif, efisien, tertib, dan bersih.
“Ini menjadi kebanggaan kita bersama dan harus terus dijaga,” tandas Menag.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang