Editor
KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi mengimbau jamaah haji untuk tidak berbagi alat cukur saat menjalani tahalul setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
Tahalul merupakan prosesi mencukur atau memotong rambut sebagai tanda berakhirnya sebagian larangan ihram bagi jamaah haji.
Imbauan tersebut disampaikan untuk mengurangi risiko penularan infeksi melalui penggunaan barang pribadi secara bergantian.
Baca juga: Masjidil Haram Sediakan Layanan Tahalul Gratis di Pelataran
Selain itu, otoritas Saudi juga memperketat pengawasan layanan cukur dan memperluas langkah mitigasi kesehatan selama musim haji.
Dilansir dari Gulf News, Kementerian Kesehatan Arab Saudi meminta jamaah mematuhi panduan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.
Baca juga: Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik
Panduan tersebut meliputi penggunaan payung untuk menghindari panas, rutin minum air, memakai masker di area padat jamaah, serta menghindari paparan langsung sinar matahari pada siang hari.
Pemerintah Arab Saudi juga meningkatkan inspeksi lapangan guna menindak praktik cukur yang tidak aman dan tidak terdaftar di sekitar kawasan ibadah haji.
Menurut Kementerian Kesehatan Arab Saudi, lokasi resmi tahalul kini diperkuat dengan pengawas kesehatan dan tim inspeksi.
Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan pengawasan, menata layanan, serta menjaga kelancaran operasional selama musim haji berlangsung.
Selain pengawasan alat cukur, otoritas Arab Saudi tahun ini juga memperluas langkah mitigasi kesehatan dan cuaca panas.
Kebijakan tersebut diterapkan seiring jutaan jamaah haji berkumpul di Makkah dan kawasan suci lainnya untuk menunaikan ibadah haji tahunan.
Pemerintah Saudi berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan tetap menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang