Editor
KOMPAS.com - Fase puncak ibadah haji di Mina resmi berakhir pada 13 Zulhijah 1447 H atau Sabtu (30/5/2026).
Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani telah meninggalkan tenda di Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah.
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menyampaikan bahwa fase Mina berjalan aman, tertib, dan lancar berkat kerja sama petugas serta kedisiplinan jemaah.
Setelah fase Armuzna selesai, Kementerian Haji dan Umrah mulai menyiapkan fase pemulangan jemaah serta evaluasi untuk penyelenggaraan Haji 2027.
Baca juga: Malam Wukuf, Menhaj dan Wakil Menteri Cek Tenda Jemaah
Menhaj Moch. Irfan Yusuf menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan puncak haji tahun ini.
Menurut dia, keberhasilan fase Mina merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur penyelenggara, petugas, dan jemaah haji Indonesia.
“Alhamdulillah, fase Mina telah berakhir dengan baik. Hari ini pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Mina clear dari jemaah haji Indonesia,” ujar Menhaj di Makkah, Sabtu (30/5/2026).
Menhaj menjelaskan, jemaah yang mengambil Nafar Awal telah lebih dahulu kembali ke hotel pada 12 Zulhijjah.
Sementara itu, jemaah Nafar Tsani kembali ke hotel pada 13 Zulhijjah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Mina.
Meski fase Mina telah selesai, Menhaj menegaskan bahwa layanan kepada jemaah haji Indonesia tetap berjalan.
Sebagian jemaah telah melaksanakan tawaf ifadah pada 10 hingga 13 Zulhijjah.
Namun, sebagian lainnya masih akan menyelesaikan tawaf ifadah dan rangkaian ibadah lain sebelum kembali ke Tanah Air.
Menhaj menginstruksikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi agar terus mengawal dan mendampingi jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah.
Pendampingan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kepadatan di area tawaf serta memastikan jemaah lanjut usia dan jemaah berisiko tinggi tetap mendapat perhatian prioritas.
Baca juga: Menhaj Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Fokus Pastikan Kesiapan Armuzna 2026
Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang dinilai kooperatif dan tertib mengikuti arahan petugas selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PPIH Arab Saudi atas dedikasi dan kerja keras dalam melayani jemaah.
“Saya sampaikan apresiasi kepada jemaah haji Indonesia atas ketertibannya dalam menjalani rangkaian ibadah haji. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga jemaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur,” kata Menhaj.
Menhaj mengimbau jemaah haji Indonesia untuk tetap menjaga kesehatan setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji.
Ia meminta jemaah cukup beristirahat dan mengikuti arahan petugas selama menunggu jadwal kepulangan.
Pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air akan berlangsung secara bertahap mulai 1 Juni hingga 30 Juni 2026.
“Jemaah kami imbau untuk tetap menjaga kesehatan, cukup beristirahat, dan mengikuti arahan petugas. Mulai 1 Juni, proses kepulangan jemaah ke Tanah Air akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni,” lanjutnya.
Menhaj mengatakan, berakhirnya fase Mina bukan akhir dari kerja penyelenggaraan haji.
Kemenhaj akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan layanan sebagai bahan perbaikan untuk penyelenggaraan haji berikutnya.
Pada 29 Mei 2026, Kemenhaj juga telah menerima informasi awal dan timeline penyelenggaraan Haji 2027 dari Pemerintah Arab Saudi.
Informasi tersebut akan menjadi dasar bagi Kemenhaj untuk menyiapkan penyelenggaraan haji tahun depan sejak dini.
Baca juga: Menhaj Lepas 200 Petugas Haji ke Makkah, Tekankan Layanan Maksimal untuk Jemaah
Kemenhaj bersama DPR RI berkomitmen memperkuat sinergi dalam mempersiapkan operasional Haji 2027 secara lebih matang.
Menurut Menhaj, pengalaman persiapan lebih awal pada penyelenggaraan Haji 2026 memberi dampak besar terhadap keteraturan operasional, kualitas layanan, dan kesiapan seluruh unsur penyelenggara.
“Evaluasi dan persiapan harus dilakukan sejak dini. Pengalaman tahun ini menunjukkan bahwa persiapan lebih awal memberikan dampak besar terhadap keteraturan, kualitas layanan, dan kesiapan seluruh unsur penyelenggara. Kita ingin penyelenggaraan haji 2027 menjadi lebih baik, lebih tertata, ramah lansia, serta semakin menghadirkan layanan yang aman dan membahagiakan jemaah,” jelas Menhaj.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang