Editor
KOMPAS.com - Fase kepulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi memasuki hari kedua dengan sejumlah kendala operasional di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
Beberapa penerbangan yang mengangkut jemaah menuju Indonesia dilaporkan mengalami keterlambatan keberangkatan.
Kementerian Haji dan Umrah menyebut tingginya kepadatan operasional di terminal haji menjadi penyebab utama terjadinya penundaan penerbangan.
Baca juga: Petugas Masih Temukan Jemaah Haji Langgar Aturan Bagasi, Bawa Koper Berlebih hingga Simpan Zamzam
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan meminta maskapai memenuhi hak layanan jemaah yang terdampak.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan sejumlah penerbangan jemaah haji Indonesia mengalami keterlambatan pada hari kedua masa kepulangan.
Baca juga: Wamenkes Sebut Skrining Ketat dan Active Case Finding Kunci Jaga Kesehatan Jamaah Haji
Penerbangan yang terdampak meliputi tiga penerbangan tujuan Surabaya, yaitu SV 5160, SV 5162, dan SV 5166.
Selain itu, dua penerbangan tujuan Jakarta, yakni SV 5164 dan SV 5172, juga mengalami penundaan keberangkatan.
"Pada hari kedua masa kepulangan, terdapat beberapa penerbangan jemaah haji Indonesia di Terminal Haji Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah yang mengalami keterlambatan," kata Ichsan dalam konferensi pers virtual, Rabu (3/6/2026).
Menurut Ichsan, berdasarkan pemberitahuan dari Hajj Terminal Management, keterlambatan penerbangan terutama dipicu oleh tingginya kepadatan operasional di bandara.
Pada saat bersamaan, jemaah haji dari berbagai negara juga menjalani proses kepulangan sehingga aktivitas di terminal haji meningkat secara signifikan.
"Jemaah haji dari berbagai negara juga memiliki jadwal kepulangan yang bersamaan sehingga berdampak pada kelancaran alur keberangkatan jemaah di Terminal Bandara King Abdulaziz Jeddah," ujarnya.
Ia mengakui kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi menyebabkan penumpukan jemaah di area keberangkatan dan memperpanjang waktu tunggu sebelum penerbangan.
Untuk menangani dampak keterlambatan, PPIH Arab Saudi telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Koordinasi dilakukan bersama petugas daerah kerja bandara, maskapai penerbangan, syarikah, naqabah sebagai penyedia transportasi, hingga pengelola terminal haji.
Selain itu, PPIH Arab Saudi juga meminta maskapai penerbangan tetap memenuhi hak layanan jemaah yang terdampak keterlambatan.
"PPIH Arab Saudi juga meminta kepada pihak maskapai agar jemaah yang mengalami waktu tunggu lebih dari enam jam diberikan makanan dan minuman sesuai dengan ketentuan layanan penerbangan," kata Ichsan.
Atas keterlambatan yang terjadi, Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah yang terdampak.
Ichsan mengimbau jemaah untuk tetap tenang, menjaga kondisi kesehatan, dan mengikuti arahan petugas selama menunggu jadwal keberangkatan.
"Kami juga mengimbau jemaah untuk tetap tenang, menjaga kesehatan, dan terus mengikuti arahan petugas serta berkoordinasi dengan ketua kloter maupun petugas haji di lapangan," pungkas Ichsan.
Di tengah adanya keterlambatan pada sejumlah penerbangan, proses pemulangan jemaah haji Indonesia tetap berlangsung.
Pada Rabu (3/6/2026), sebanyak 28 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Tanah Air.
Total jemaah dan petugas yang telah dipulangkan mencapai 11.120 orang, terdiri dari 11.008 jemaah dan 122 petugas.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Penerbangan Jemaah Haji dari Jeddah Tujuan Surabaya dan Jakarta Terlambat, Ini Penyebabnya”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang