Editor
KOMPAS.com - Daging dam jemaah haji Indonesia tahun 2026 tidak dikirim ke Tanah Air, melainkan disalurkan ke Palestina dan negara lain yang membutuhkan.
Daging dam yang dibayarkan jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M tidak dikirim ke Indonesia, melainkan didistribusikan ke sejumlah negara yang membutuhkan bantuan pangan, termasuk Palestina.
Kebijakan tersebut diambil pemerintah setelah mempertimbangkan berbagai kendala yang selama ini muncul dalam upaya pengiriman daging dam dari Arab Saudi ke Indonesia.
Baca juga: Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Disalurkan ke Palestina untuk Warga Gaza, Dikirim via Mesir
Salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah ketatnya aturan karantina hewan di Indonesia untuk mencegah masuknya berbagai penyakit menular yang dapat mengancam sektor peternakan nasional.
Karena itu, pemerintah memutuskan manfaat daging dam lebih optimal disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai negara melalui mekanisme resmi yang dikelola Pemerintah Arab Saudi.
Baca juga: Daging Dam Jemaah Haji Indonesia akan Disalurkan untuk Palestina
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochammad Irfan Yusuf, mengatakan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan pengiriman daging dari Arab Saudi ke Indonesia menghadapi berbagai hambatan, terutama terkait regulasi karantina.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Irfan itu, pemerintah Indonesia menerapkan pengawasan yang sangat ketat terhadap produk daging impor guna mencegah masuknya penyakit hewan menular.
"Karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya ketika mau dikirim ke Indonesia ternyata problemnya di karantina Indonesia yang sangat ketat untuk daging-daging dari luar," kata Gus Irfan kepada tim Media Center Haji (MCH), Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diperlukan untuk melindungi Indonesia dari ancaman penyakit hewan yang dapat berdampak besar terhadap peternakan nasional, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Diperlukan puluhan tahun untuk bisa membersihkan itu dari Indonesia," ujar Gus Irfan.
Selama mekanisme pengiriman daging dam ke Indonesia belum dapat dipastikan aman dan memenuhi seluruh ketentuan karantina, pemerintah memilih agar daging tersebut disalurkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan di berbagai negara.
Salah satu negara yang menjadi prioritas penerima manfaat daging dam pada musim haji tahun ini adalah Palestina.
Kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen kemanusiaan Indonesia untuk membantu masyarakat Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai krisis dan membutuhkan dukungan pangan.
Koordinator Bidang Bimbingan Ibadah dan Dam PPIH Arab Saudi, M. Afief Mundzir, mengatakan daging dam dari jemaah Indonesia yang dibayarkan melalui Program Adahi diprioritaskan untuk membantu masyarakat Palestina.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui sistem resmi yang dikelola Pemerintah Arab Saudi.
Program Adahi merupakan lembaga resmi Kerajaan Arab Saudi yang bertanggung jawab mengelola pembayaran dam, penyembelihan hewan, pengolahan daging, penyimpanan, hingga distribusi kepada penerima manfaat di berbagai negara.
Program ini tidak hanya memastikan proses penyembelihan sesuai syariat Islam, tetapi juga menjamin standar kesehatan, keamanan pangan, dan distribusi yang terukur.
Melalui mekanisme tersebut, daging hasil penyembelihan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah dunia.
Berdasarkan data pembayaran dam jemaah haji Indonesia hingga 2 Juni 2026, tercatat sebanyak 195.326 dam telah ditunaikan.
Jumlah tersebut terdiri dari:
Data tersebut menunjukkan mayoritas jemaah Indonesia memilih menunaikan dam melalui Program Adahi yang dikelola secara resmi oleh Pemerintah Arab Saudi.
Selain Palestina, daging dam yang dikelola melalui Program Adahi juga didistribusikan ke sejumlah negara yang membutuhkan bantuan pangan.
Negara-negara penerima tersebar di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan yang selama ini menjadi sasaran program bantuan kemanusiaan internasional Arab Saudi.
Berdasarkan data dari situs resmi Adahi, negara penerima daging dam hasil penyembelihan musim haji meliputi:
Melalui distribusi tersebut, daging dam dari jutaan jamaah haji, termasuk dari Indonesia, dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan di berbagai belahan dunia.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Mengapa Daging Dam Jemaah Haji Tak Dikirim ke Indonesia, Justru ke Palestina? Ini Penjelasannya”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang