Editor
KOMPAS.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta layanan kesehatan haji di Madinah meningkatkan kesiapsiagaan.
Kesiapsiagaan itu diperlukan untuk menghadapi kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Madinah.
Pesan tersebut disampaikan Dahnil saat meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: 3 Doa Menyambut Jamaah Haji Pulang dari Tanah Suci, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Menurut dia, jemaah gelombang kedua perlu mendapat perhatian khusus karena tiba di Madinah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Makkah dan Armuzna.
Jemaah gelombang kedua berpotensi kelelahan
Dahnil mengatakan, kondisi fisik jemaah gelombang kedua perlu dipantau secara serius.
Sebab, mereka datang ke Madinah setelah menjalani rangkaian ibadah yang cukup panjang dan menguras tenaga.
“Hati-hati, ini gelombang kedua. Mereka pasti sudah capek di sana, sudah berat. Apalagi setelah puncak haji, kemudian nanti kembali ke sini, ada yang menjalankan arbain dan aktivitas lainnya. Itu bisa akumulatif,” ujar Wamenhaj di KKHI Madinah.
Menurut Dahnil, potensi kelelahan dapat bertambah apabila jemaah masih menjalankan berbagai aktivitas ibadah di Madinah.
Oleh karena itu, layanan kesehatan haji perlu memastikan kondisi jemaah terpantau sejak awal kedatangan.
Baca juga: Arab Saudi Hapus Paket D untuk Haji 2027, Ini Dampaknya bagi Jemaah
Dahnil meminta petugas kesehatan haji tidak hanya menunggu jemaah datang ke fasilitas layanan kesehatan.
Ia menekankan pentingnya pemantauan aktif oleh petugas KKHI Madinah dan tim kesehatan di sektor.
Koordinasi antartim juga perlu diperkuat agar potensi gangguan kesehatan jemaah dapat diketahui lebih cepat.
“Harus standby dan harus aktif. Selain layanan di sini, tim visitasi ke sektor juga harus berjalan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Dahnil juga meninjau kesiapan layanan kesehatan di KKHI Madinah.
Ia memeriksa ketersediaan obat serta dukungan distribusi kebutuhan kesehatan untuk sektor-sektor di Madinah.
Dahnil menegaskan, layanan kesehatan harus cepat, responsif, dan mampu menjangkau jemaah yang membutuhkan.
Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lansia dan jemaah dengan risiko kesehatan.
“Pastikan kebutuhan layanan di sini siap, termasuk obat-obatan dan distribusi ke sektor. Jemaah harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan baik,” tutur Wamenhaj.
Baca juga: Tidak Hanya Air Zamzam, Boneka Unta Juga Jadi Oleh-oleh Favorit Jemaah Haji
Dahnil juga menyampaikan apresiasi kepada petugas kesehatan haji yang terus bersiaga selama masa operasional haji.
Ia meminta seluruh petugas menjaga stamina agar tetap mampu memberikan pelayanan optimal kepada jemaah.
Menurut dia, semangat pelayanan perlu terus dijaga, terutama pada fase pasca-Armuzna yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
“Kami berterima kasih kepada seluruh petugas kesehatan haji. Tetap jaga kesehatan, tetap siaga, dan berikan layanan terbaik untuk jemaah kita,” ujarnya.
Kemenhaj memastikan penguatan layanan kesehatan di Madinah menjadi bagian penting dalam fase pasca-Armuzna.
Layanan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan bagi pergerakan jemaah haji Indonesia gelombang kedua.
Selain pelayanan di KKHI, pemantauan kesehatan dilakukan melalui sektor dan tim visitasi.
Langkah ini dilakukan agar jemaah tetap aman dan terlindungi selama menjalani ibadah di Madinah hingga kembali ke Tanah Air.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang