Editor
KOMPAS.com - Menjelang pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, persiapan penggantian Kiswah atau kain penutup Ka'bah mulai dilakukan di Makkah.
Tradisi tahunan tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam perawatan Ka'bah sebagai bangunan suci yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia.
Kiswah baru dijadwalkan dipasang pada Selasa pagi, 1 Muharram 1448 H, bertepatan dengan awal tahun Hijriah.
Baca juga: Tahun Baru Islam 1448 H Dimulai, Kiswah Kabah Resmi Diganti 1 Muharram
Proses penggantian dilakukan oleh Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melalui Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah dengan melibatkan tim khusus dan pengrajin berpengalaman.
Dilansir dari Saudi Gazette, tahapan penggantian Kiswah dimulai pada Senin (15/6/2026) malam waktu setempat dengan melepas berbagai ornamen yang menempel pada Kiswah lama.
Baca juga: Jelang 1 Muharram 1448 H, Kabah Akan Diselimuti Kiswah Baru
Ornamen yang dilepas meliputi sulaman emas, elemen dekoratif, lampu-lampu, hingga tirai pintu Ka'bah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi tahunan yang telah berlangsung lama sebagai bentuk perawatan terhadap Ka'bah.
Setelah proses pelepasan selesai, Kiswah baru akan dipasang untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Kiswah baru diangkut dari kompleks produksi menuju Masjidil Haram melalui sistem operasional yang dirancang sesuai standar internasional.
Proses penggantian dilakukan oleh tim khusus asal Arab Saudi yang terdiri dari para pengrajin dan tenaga ahli berpengalaman.
Mereka bertanggung jawab mengangkat Kiswah lama, melepas bagian-bagian sulaman emas, serta memasang Kiswah baru yang telah disiapkan.
Seluruh tahapan dilakukan secara cermat untuk memastikan pemasangan berjalan sesuai prosedur dan menjaga kualitas Kiswah.
Pembuatan Kiswah Ka'bah menggunakan bahan baku berkualitas tinggi yang dipilih secara khusus.
Bahan tersebut meliputi 825 kilogram sutra alami, 47 gulung sutra hitam untuk lapisan luar Kiswah, serta 400 kilogram kapas mentah yang digunakan sebagai lapisan dalam.
Selain itu, terdapat 60 kilogram perak murni untuk proses penyulaman dan 120 kilogram perak berlapis emas yang digunakan untuk menyulam ayat-ayat Al-Qur'an serta berbagai motif hiasan.
Sebelum digunakan, seluruh bahan menjalani serangkaian pengujian di laboratorium untuk memastikan kualitas, ketahanan, dan kesesuaiannya terhadap berbagai kondisi cuaca.
Pembuatan Kiswah dilakukan melalui proses panjang yang melibatkan teknologi modern dan keterampilan para pengrajin.
Pada tahap awal, ayat-ayat Al-Qur'an dan motif Islami dicetak pada kain sebagai panduan penyulaman.
Selanjutnya, proses penyulaman dilakukan menggunakan benang emas dan perak dengan tingkat presisi tinggi.
Untuk bagian tertentu yang membutuhkan detail khusus, teknik tenun tangan masih digunakan guna mempertahankan nilai seni dan keindahan Kiswah.
Keterlibatan para pengrajin lokal juga menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya yang telah melekat pada Kiswah selama berabad-abad.
Secara keseluruhan, proses pembuatan Kiswah mencakup tujuh tahapan utama, yaitu pewarnaan, penenunan mesin, pengujian laboratorium, pencetakan, penyulaman, tenun tangan, dan perakitan.
Setelah seluruh proses selesai, bagian-bagian Kiswah yang telah disulam dirakit menjadi satu kesatuan sebelum dipasang di Ka'bah.
Seluruh proses produksi dan pemasangan Kiswah dilakukan dalam sistem operasional terpadu yang diawasi para teknisi dan spesialis berpengalaman.
Perpaduan antara bahan premium dan pengerjaan yang teliti menghasilkan Kiswah yang sesuai dengan kedudukan Ka'bah serta kesucian Masjidil Haram.
Arab Saudi terus mengembangkan proses produksi Kiswah dengan memanfaatkan keahlian nasional dan teknologi modern, sekaligus menjaga warisan Islam yang bersejarah.
Selama sekitar satu abad terakhir, tradisi penggantian Kiswah setiap tahun menjadi simbol komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam melayani Dua Masjid Suci serta merawat Ka'bah sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang