Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jejak Umar bin Khattab Ditemukan pada Prasasti Batu di Madinah

Kompas.com, 18 Juni 2026, 09:57 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com - Komisi Warisan Arab Saudi menemukan prasasti batu dari periode awal Islam di Kegubernuran Al Mahd, wilayah Madinah.

Prasasti tersebut memuat nama Umar bin Khattab R.A., khalifah kedua dalam Islam.

Temuan itu ditulis dalam Hijazi script, salah satu bentuk tertua tulisan Arab Islam yang pernah tercatat.

Penemuan ini menjadi bagian dari 1.774 temuan arkeologis yang didokumentasikan selama dua musim survei lapangan di wilayah tersebut.

Baca juga: Ditemukan! Jejak Umar bin Khattab dan Ribuan Artefak di Jalur Haji Kuno

Prasasti memuat dua baris tulisan

Dilansir dari Islamic Information, Komisi Warisan Arab Saudi menemukan prasasti tersebut saat melakukan survei arkeologi di Kegubernuran Al Mahd, Madinah.

Prasasti batu itu berasal dari periode awal Islam dan memuat nama Umar ibn al-Khattab (R.A.).

Tulisan pada prasasti tersebut menggunakan Hijazi script.

Aksara itu disebut sebagai salah satu bentuk tertua dari tulisan Arab Islam yang diketahui.

Prasasti tersebut memuat dua baris tulisan, yakni “Semoga Allah menjadi pelindung Umar bin Khattab di dunia dan akhirat” serta “Tidak ada Tuhan selain Allah.”

Bagian dari 1.774 temuan arkeologis

Prasasti batu yang memuat nama Umar ibn al-Khattab merupakan salah satu dari 1.774 temuan arkeologis di Kegubernuran Al Mahd.

Seluruh temuan itu didokumentasikan selama dua musim kerja lapangan.

Tim survei bekerja di tiga kawasan, yakni Al Suwayriqiyah, Al Muwayhiyah, dan Hadhah.

Selain mendokumentasikan prasasti, tim juga memetakan 156 situs arkeologi yang sebelumnya belum tercatat di wilayah tersebut.

Ditemukan seni cadas hingga prasasti Islam

Temuan arkeologis di Al Mahd mencakup berbagai peninggalan sejarah.

Komisi Warisan Arab Saudi mencatat 1.259 gambar seni cadas dalam survei tersebut.

Selain itu, tim juga menemukan 461 prasasti Islam dan 34 prasasti dalam bahasa Thamudic.

Temuan lainnya meliputi 11 struktur batu, tiga istana bersejarah, dua penanda jalur kafilah, dan empat sumur.

Puisi Arab kuno yang dipahat pada batu juga tercatat dalam survei tersebut.

Baca juga: Saat Umar bin Khattab Temukan Ibu Memasak Batu untuk Anaknya

Siapa Umar bin Khattab?

Umar ibn al-Khattab (R.A.) dikenal sebagai khalifah kedua dalam Khulafaur Rasyidin.

Ia memerintah dari tahun 634 M hingga 644 M.

Masa kekhalifahannya ditandai dengan perluasan pesat negara Islam awal ke sebagian besar wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.

Ditemukannya nama Umar ibn al-Khattab dalam Hijazi script pada batu di wilayah Madinah membuat prasasti ini menjadi salah satu catatan fisik penting dari periode awal sejarah Islam.

Temuan tersebut juga memperkuat posisi wilayah Madinah sebagai kawasan penting dalam perkembangan sejarah dan peradaban Islam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Nata de Coco Bisa Jadi Haram? Ini Penjelasan MUI soal Titik Kritis Halal
Nata de Coco Bisa Jadi Haram? Ini Penjelasan MUI soal Titik Kritis Halal
Aktual
15 Ucapan Selamat Naik Kelas Islami untuk Anak, Penuh Doa dan Motivasi
15 Ucapan Selamat Naik Kelas Islami untuk Anak, Penuh Doa dan Motivasi
Aktual
30 Ucapan Perpisahan Sekolah Paling Menyentuh dan Penuh Doa untuk Teman & Guru
30 Ucapan Perpisahan Sekolah Paling Menyentuh dan Penuh Doa untuk Teman & Guru
Aktual
Jejak Umar bin Khattab Ditemukan pada Prasasti Batu di Madinah
Jejak Umar bin Khattab Ditemukan pada Prasasti Batu di Madinah
Aktual
Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Keutamaan Puasa Asyura dan Keistimewaan Bulan Muharram
Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Keutamaan Puasa Asyura dan Keistimewaan Bulan Muharram
Aktual
Kemenag Buka Kompetisi Film Pendek Islami 2026, Hadiah hingga Rp 10 Juta
Kemenag Buka Kompetisi Film Pendek Islami 2026, Hadiah hingga Rp 10 Juta
Aktual
Kemenag Sebut Ada yang Dipotong dari Pernyataan Menag soal Fir’aun, Apa Itu?
Kemenag Sebut Ada yang Dipotong dari Pernyataan Menag soal Fir’aun, Apa Itu?
Aktual
Masuk Museum Ini, Jemaah Serasa Hidup di Zaman Nabi Muhammad
Masuk Museum Ini, Jemaah Serasa Hidup di Zaman Nabi Muhammad
Aktual
Niat Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan, Lengkap dengan Tata Cara dan Khutbahnya
Niat Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan, Lengkap dengan Tata Cara dan Khutbahnya
Doa dan Niat
Muhammadiyah Minta Program MBG Dibenahi dan Anggarannya Transparan
Muhammadiyah Minta Program MBG Dibenahi dan Anggarannya Transparan
Aktual
Gurun Arab Saudi Ternyata Pernah Jadi Dasar Laut Purba 34 Juta Tahun Lalu
Gurun Arab Saudi Ternyata Pernah Jadi Dasar Laut Purba 34 Juta Tahun Lalu
Aktual
Kemenag Luruskan Pernyataan Menag soal Fir’aun, Sekjen: Jangan Potong Kalimat dan Timbulkan Salah Paham
Kemenag Luruskan Pernyataan Menag soal Fir’aun, Sekjen: Jangan Potong Kalimat dan Timbulkan Salah Paham
Aktual
Timwas Haji DPR: Presiden Minta Antrean Haji Dipangkas Lagi Jadi 26 Tahun
Timwas Haji DPR: Presiden Minta Antrean Haji Dipangkas Lagi Jadi 26 Tahun
Aktual
Anggaran Kemenag 2027 Naik Jadi Rp 41,8 Triliun, Revitalisasi Madrasah dan Insentif Guru Non-ASN Jadi Prioritas
Anggaran Kemenag 2027 Naik Jadi Rp 41,8 Triliun, Revitalisasi Madrasah dan Insentif Guru Non-ASN Jadi Prioritas
Aktual
Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026, Setiap Guru Terima Rp 1,5 Juta
Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026, Setiap Guru Terima Rp 1,5 Juta
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com