Editor
KOMPAS.com - Muhammadiyah mendorong pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya tetap berjalan sesuai target strategis nasional dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) M Nurul Yamin menegaskan bahwa berbagai kritik dan dinamika yang muncul dalam pelaksanaan program MBG harus dijadikan momentum untuk memperkuat sistem manajemen di lapangan.
"Program makan bergizi merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi. Berbagai kritik harus dijadikan momentum berbenah untuk memperkuat sistem pengelolaan," kata Nurul Yamin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Baca juga: Menag Soroti MBG Belum Merata, Madrasah Baru 10–12 Persen
Menurutnya, pemenuhan gizi bagi masyarakat prasejahtera bukan sekadar program penyediaan makanan, melainkan investasi jangka panjang yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program MBG harus ditopang oleh standar mutu yang kuat. Karena itu, Muhammadiyah menekankan tiga pilar utama yang wajib diterapkan dalam pengelolaan program tersebut.
"Jadi ada tiga pilar utama yang wajib menjadi standar dalam pengelolaan MBG Muhammadiyah. keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, dan aman untuk dikonsumsi. Kedua, tata kelola amanah dan profesional. Ketiga, pengembangan ekosistem berkelanjutan," kata Nurul Yamin.
Pilar pertama adalah keamanan pangan yang menjamin makanan yang disajikan memenuhi prinsip halal, tayib, dan aman untuk dikonsumsi.
Pilar kedua menitikberatkan pada tata kelola yang amanah, profesional, dan akuntabel. Sementara pilar ketiga berfokus pada pembangunan ekosistem berkelanjutan agar program dapat berjalan dalam jangka panjang.
Muhammadiyah juga menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan Program MBG. Dukungan tersebut akan dilakukan melalui jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial di berbagai daerah.
Keterlibatan Muhammadiyah, lanjut Nurul Yamin, didasarkan pada nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menempatkan pemberdayaan masyarakat serta kemaslahatan umat sebagai bagian penting dari gerakan dakwah sosial.
Baca juga: Ponpes Cipasung Gelar Gerakan Munajat Berkah Gizi, Dukungan untuk MBG
Selain itu, BPPGM mengingatkan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari besarnya jumlah penerima manfaat. Program ini juga harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas pengelola, sistem pengawasan yang berkelanjutan, serta transparansi penggunaan anggaran.
Dengan penguatan tata kelola dan pengawasan yang baik, Muhammadiyah berharap Program MBG dapat menjadi instrumen efektif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mencetak generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang