Editor
KOMPAS.com - Komisi Warisan Arab Saudi menemukan prasasti batu dari periode awal Islam di Kegubernuran Al Mahd, wilayah Madinah.
Prasasti tersebut memuat nama Umar bin Khattab R.A., khalifah kedua dalam Islam.
Temuan itu ditulis dalam Hijazi script, salah satu bentuk tertua tulisan Arab Islam yang pernah tercatat.
Penemuan ini menjadi bagian dari 1.774 temuan arkeologis yang didokumentasikan selama dua musim survei lapangan di wilayah tersebut.
Baca juga: Ditemukan! Jejak Umar bin Khattab dan Ribuan Artefak di Jalur Haji Kuno
Dilansir dari Islamic Information, Komisi Warisan Arab Saudi menemukan prasasti tersebut saat melakukan survei arkeologi di Kegubernuran Al Mahd, Madinah.
Prasasti batu itu berasal dari periode awal Islam dan memuat nama Umar ibn al-Khattab (R.A.).
Tulisan pada prasasti tersebut menggunakan Hijazi script.
Aksara itu disebut sebagai salah satu bentuk tertua dari tulisan Arab Islam yang diketahui.
Prasasti tersebut memuat dua baris tulisan, yakni “Semoga Allah menjadi pelindung Umar bin Khattab di dunia dan akhirat” serta “Tidak ada Tuhan selain Allah.”
Prasasti batu yang memuat nama Umar ibn al-Khattab merupakan salah satu dari 1.774 temuan arkeologis di Kegubernuran Al Mahd.
Seluruh temuan itu didokumentasikan selama dua musim kerja lapangan.
Tim survei bekerja di tiga kawasan, yakni Al Suwayriqiyah, Al Muwayhiyah, dan Hadhah.
Selain mendokumentasikan prasasti, tim juga memetakan 156 situs arkeologi yang sebelumnya belum tercatat di wilayah tersebut.
Temuan arkeologis di Al Mahd mencakup berbagai peninggalan sejarah.
Komisi Warisan Arab Saudi mencatat 1.259 gambar seni cadas dalam survei tersebut.
Selain itu, tim juga menemukan 461 prasasti Islam dan 34 prasasti dalam bahasa Thamudic.
Temuan lainnya meliputi 11 struktur batu, tiga istana bersejarah, dua penanda jalur kafilah, dan empat sumur.
Puisi Arab kuno yang dipahat pada batu juga tercatat dalam survei tersebut.
Baca juga: Saat Umar bin Khattab Temukan Ibu Memasak Batu untuk Anaknya
Umar ibn al-Khattab (R.A.) dikenal sebagai khalifah kedua dalam Khulafaur Rasyidin.
Ia memerintah dari tahun 634 M hingga 644 M.
Masa kekhalifahannya ditandai dengan perluasan pesat negara Islam awal ke sebagian besar wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.
Ditemukannya nama Umar ibn al-Khattab dalam Hijazi script pada batu di wilayah Madinah membuat prasasti ini menjadi salah satu catatan fisik penting dari periode awal sejarah Islam.
Temuan tersebut juga memperkuat posisi wilayah Madinah sebagai kawasan penting dalam perkembangan sejarah dan peradaban Islam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang