Editor
KOMPAS.com - Nabi Muhammad SAW hadir ke muka bumi sebagai cahaya yang menerangi kehidupan umat manusia.
Kesempurnaan akhlak beliau menjadi teladan bagi umat Islam dalam beribadah kepada Allah maupun dalam berinteraksi dengan sesama.
Dilansir dari laman Kemenag, salah satu keteladanan Rasulullah tampak dalam kehidupan rumah tangganya yang penuh kesederhanaan dan kepedulian terhadap keluarga.
Baca juga: 5 Contoh Mahar Pernikahan dalam Islam yang Dicontohkan Rasulullah
Ajaran tersebut menjadi pedoman bagi seorang suami dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan bernilai ibadah.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ahzab ayat 21:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Artinya: "Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah."
Baca juga: Kisah Teladan Rasulullah SAW yang Memuliakan Orang Miskin dengan Penuh Kasih
Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa makna uswatun hasanah dalam ayat tersebut adalah teladan baik Nabi Muhammad yang harus diikuti oleh setiap muslim dalam seluruh perilaku dan keadaan hidupnya. (Imam Al-Qurthubi, Al-Jami'ul Ahkamil Qur'an [Beirut, Mu'assasatur Risalah: 2006], juz 17, halaman 108).
Salah satu teladan Rasulullah yang patut ditiru para suami adalah kesediaan beliau membantu pekerjaan rumah sehingga tidak merepotkan istri.
Selain itu, Nabi juga memberikan contoh untuk segera menunaikan shalat ketika waktunya telah tiba.
Hal ini tergambar dalam sebuah hadits berikut:
عَنِ الْأَسْوَدِ قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ: مَا كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَصْنَعُ فِي بَيْتِهِ؟ قَالَتْ: كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلَاةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ
Artinya: “Dari Al-Aswad, ia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah: apa yang Rasulullah ﷺ lakukan saat di rumah? Ia menjawab: beliau membantu pekerjaan keluarganya, jika adzan berkumandang, beliau keluar (untuk shalat).” (HR Bukhari).
Syekh Ibnu Allan menjelaskan bahwa lafaz mihnati ahlihi dalam hadits tersebut mencakup berbagai pekerjaan yang dilakukan Rasulullah saat berada di rumah.
Di antaranya memeriksa pakaian dari kutu, memerah susu kambing, menambal baju, menjahit sandal, melayani dirinya sendiri, memberi makan hewan tunggangan, menyapu rumah, mengikat unta, makan bersama pembantu, membantu membuat adonan, hingga membawa barang dagangan dari pasar. (Ibnu Allan, Dalilul Falihin lit Thuruqi Riyadhis Shalihin [Beirut, Darul Kitabil Arabi: t.t], juz V, halaman 71).
Meski berstatus sebagai Rasul yang memiliki kedudukan tinggi serta dimuliakan dengan wahyu dan mukjizat, Nabi Muhammad tetap membantu keluarganya dan mengurus kebutuhan dirinya sendiri tanpa meminta untuk dilayani.
Menurut Imam Al-Munawi, sikap tersebut mengandung pelajaran agar umat Islam senantiasa bersikap rendah hati dan tidak sombong.
وَفِيهِ أَنَّ ٱلْإِمَامَ ٱلْأَعْظَمَ يَتَوَلَّى أُمُورَهُ بِنَفْسِهِ، وَأَنَّهُ مِنْ دَأْبِ ٱلصَّالِحِينَ
Artinya: “Di dalamnya mengandung pelajaran bahwa seorang pemimpin agung itu menangani urusannya sendiri, dan hal tersebut merupakan kebiasaan orang-orang saleh." (Al-Munawi, Faidlul Qadir [Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 2001] juz V, hal 269-270).
Imam Ibnu Rajab Al-Hambali menerangkan bahwa hadits tersebut juga menegaskan pentingnya meninggalkan kesibukan dunia ketika waktu shalat telah tiba.
Seseorang dianjurkan untuk segera menunaikan shalat, baik sebagai imam maupun makmum. (Ibnu Rajab Al-Hambali, Fathul Bari fi Syarhi Shahih Bukhari [Madinah, Maktabah Al-Ghuroba Al-Atsariyyah: 1996], juz VI, halaman 109).
Teladan Nabi Muhammad di rumah menunjukkan bahwa kepemimpinan seorang suami akan menjadi lebih baik ketika mengikuti sunnah Rasul, yakni membantu pekerjaan rumah demi meningkatkan keharmonisan keluarga.
Selain itu, seorang suami juga hendaknya bersegera menunaikan shalat ketika waktunya tiba karena urusan dunia tidak akan pernah ada habisnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang