Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Esensi Niat dalam Islam: Penentu Kualitas Setiap Perbuatan

Kompas.com, 18 Juni 2026, 18:00 WIB
Fitri Anggiawati,
Khairina

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Dalam dinamika hidup yang serba cepat, banyak aktivitas kita berjalan secara mekanis.

Bangun pagi, bekerja, hingga berinteraksi kerap terjebak dalam rutinitas.

Namun dalam Islam, ada satu kemudi tak terlihat yang menentukan nilai dari setiap jengkal aktivitas tersebut yaitu niat.

Begitu fundamentalnya perkara ini, hingga hadis populer riwayat Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu menempatkan niat sebagai poros segalanya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

"Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin ia capai atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia tuju." (HR.Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Quran?

Para ulama menyebut hadis ini sebagai sepertiga ilmu Islam.

Niat yang secara bahasa berarti al-qashdu (kehendak/tujuan) adalah timbangan batin yang menentukan apakah sebuah perbuatan sah, bernilai pahala, atau justru menguap tanpa makna.

Berdasarkan kesepakatan ulama, letak niat ada di dalam hati.

Di sinilah niat bekerja dalam dua dimensi penting, yaitu membedakan Kebiasaan (Adat) dan Ibadah.

Membasuh tubuh di pagi hari bisa jadi hanya mandi biasa untuk kesegaran.

Namun dengan niat mandi wajib, aktivitas biologis tersebut seketika berubah menjadi pahala.

Begitu pula dengan menahan lapar tanpa niat, ia hanyalah diet, namun dengan niat yang benar, ia menjelma menjadi ibadah puasa.

Baca juga: 3 Tingkatan Ikhlas Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani, Mengharap Ridha Allah Jadi yang Utama

Menentukan Tujuan Beramal

yaitu menguji ketulusan (ikhlas). Niat berfungsi memisahkan antara orang yang beramal murni karena Allah dengan mereka yang sekadar mengejar pujian (riya) atau materi duniawi.

Mengenai fenomena batin ini, Da'i Lajnah Dakwah PC Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi menjelaskan, "Niat itu porosnya di dalam hati, wilayah rahasia antara hamba dan Pencipta. Dua orang bisa berdiri di shaf shalat yang sama dan melakukan gerakan yang persis serupa. Namun, nilai pahala keduanya bisa sejauh langit dan bumi. Yang satu meraih derajat mulia karena mengharap rida Allah, sementara yang lain hanya mendapat lelah karena hatinya sibuk mencari apresiasi manusia."

Untuk memberikan gambaran konkret, Rasulullah ﷺ memberi perumpamaan lewat peristiwa hijrah.

Ada yang berhijrah murni karena panggilan iman, maka balasan mulia menantinya.

Baca juga: Mengapa Doa Bisa Membuat Hati Lebih Tenang? Ini 5 Doa Sabar dan Ikhlas yang Dianjurkan

Sebaliknya, sejarah mencatat kisah seorang pria yang ikut berpindah dari Mekkah ke Madinah hanya demi menikahi wanita idamannya, Ummu Qais.

Pria tersebut akhirnya dijuluki Muhajir Ummu Qais. Secara fisik, ia menempuh perjalanan berat membelah gurun yang sama dengan kaum muslimin.

Namun secara spiritual, ia kehilangan pahala hijrah dan hanya mendapatkan apa yang ia tuju: wanita dan dunianya.

Hadits ini adalah pengingat keras agar kita selalu melakukan muhasabah (evaluasi diri) sebelum melangkah.

Kualitas ganjaran dari Allah sangat bergantung pada kadar keikhlasan di dalam dada.

Hebatnya kemurahan Allah, saat seseorang berniat tulus melakukan kebaikan namun terhalang uzur, pahalanya tetap dicatat utuh.

Sebaliknya, amalan sebesar gunung pun akan runtuh menjadi debu jika fondasi niatnya keropos oleh ambisi semu.

Menata niat adalah perjuangan seumur hidup agar setiap peluh, waktu, dan harta yang kita korbankan tidak berujung pada kesia-siaan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar