Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Teladan Rasulullah SAW yang Memuliakan Orang Miskin dengan Penuh Kasih

Kompas.com, 18 Juni 2026, 13:13 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Kisah teladan Rasulullah SAW dalam memuliakan orang miskin tercermin melalui peristiwa yang dialami seorang budak perempuan bernama Barirah.

Peristiwa ini terjadi ketika Barirah, yang hidup dalam keterbatasan, mendapat kesempatan mengundang Nabi Muhammad SAW ke rumah sederhananya untuk menyantap hidangan istimewa.

Meski sempat diliputi rasa takut dan malu, Barirah justru memperoleh pelajaran tentang kasih sayang dan kebijaksanaan Rasulullah dalam memperlakukan sesama.

Baca juga: Siapa Safinah? Kisah Budak Persia Jadi Pelayan Setia Rasulullah

Dilansir dari laman Kemenag, kisah ini menjadi contoh bagaimana Nabi Muhammad SAW membesarkan hati orang miskin dan tidak pernah merendahkan mereka karena kondisi ekonomi yang dimiliki.

Keinginan Barirah untuk Menjamu Rasulullah SAW

Barirah adalah seorang budak perempuan miskin yang memiliki rasa cinta begitu mendalam kepada Rasulullah SAW.

Baca juga: Kisah Ummu Mahjan, Marbot Wanita di Masjid Nabawi yang Dimuliakan Rasulullah SAW

Ia sangat berharap Nabi Muhammad SAW suatu hari berkenan mengunjungi gubuknya.

Namun, keinginan tersebut selama ini hanya dipendam karena ia merasa tidak memiliki apa pun untuk disuguhkan kepada Rasulullah.

Suatu ketika, Barirah menerima makanan yang cukup mewah dari salah seorang sahabatnya.

Makanan lezat seperti itu belum pernah ia nikmati sepanjang hidupnya.

Sebelum mencicipinya, terlintas dalam benaknya bahwa hidangan tersebut lebih pantas disuguhkan kepada sosok yang selama ini sangat ia rindukan, yakni Rasulullah SAW.

Rasulullah Memenuhi Akhirnya Undangan Barirah

Setelah menerima undangan, Rasulullah SAW datang ke rumah Barirah bersama para sahabatnya.

Ketika melihat hidangan yang tersaji, salah seorang sahabat menduga makanan tersebut berasal dari zakat atau sedekah.

“Wahai Rasulullah bisa jadi ini makanan zakat atau sedekah. Sedangkan engkau tidak boleh memakan zakat dan sedekah. Jadi Engkau jangan memakannya, ya Rasulullah,” kata sahabat.

Ucapan tersebut membuat Barirah terkejut. Ia begitu bahagia karena Rasulullah datang ke rumahnya hingga lupa bahwa Nabi Muhammad SAW tidak menerima zakat dan sedekah.

Rasulullah Membesarkan Hati Barirah

Mendengar perkataan sahabat itu, hati Barirah seolah hancur. Perasaan takut, gelisah, malu, dan sedih bercampur menjadi satu.

Ia khawatir telah melakukan kesalahan besar karena menyajikan hidangan yang diharamkan bagi Rasulullah SAW.

Dalam situasi itulah Rasulullah menunjukkan kemuliaan akhlaknya. Dengan penuh kelembutan dan kebijaksanaan, beliau bersabda, “Makanan ini memang sedekah untuk Barirah, dan karenanya sudah menjadi milik Barirah. Lalu Barirah menghadiahkannya kepadaku. Maka aku boleh memakannya.”

Setelah mengucapkan hal tersebut, Rasulullah SAW pun memakan hidangan yang disajikan Barirah tanpa rasa segan.

Sikap Nabi Muhammad SAW ini menjadi teladan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menghargai ketulusan, menjaga perasaan sesama, dan memuliakan orang miskin dengan penuh kasih sayang.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat: Amalan yang Dapat Dikerjakan pada Bulan Rabiul Akhir
Khutbah Jumat: Amalan yang Dapat Dikerjakan pada Bulan Rabiul Akhir
Aktual
Touring Cikampek-Ponorogo, Cara Alumni Syiar dan Pulang untuk 100 Tahun Gontor
Touring Cikampek-Ponorogo, Cara Alumni Syiar dan Pulang untuk 100 Tahun Gontor
Aktual
Kisah UMKM Lokal yang Meraup Rezeki di Gelaran MTQ Nasional 2026
Kisah UMKM Lokal yang Meraup Rezeki di Gelaran MTQ Nasional 2026
Aktual
6 Peserta Terbaik Tartil Al-Qur’an Isyarat MTQ Nasional 2026, Ini Daftar Nama dan Nilainya
6 Peserta Terbaik Tartil Al-Qur’an Isyarat MTQ Nasional 2026, Ini Daftar Nama dan Nilainya
Aktual
Khutbah Jumat 18 September 2026: Makna Sejarah Masjid Al-Aqsha Bagi Umat Islam
Khutbah Jumat 18 September 2026: Makna Sejarah Masjid Al-Aqsha Bagi Umat Islam
Aktual
Qada dan Qadar Bukan Alasan untuk Pasif, Ini Cara Memahami Takdir dan Pentingnya Ikhtiar
Qada dan Qadar Bukan Alasan untuk Pasif, Ini Cara Memahami Takdir dan Pentingnya Ikhtiar
Aktual
Mengenali Perbedaan Bahagia dan Nikmat dalam Islam, Ini Penjelasannya
Mengenali Perbedaan Bahagia dan Nikmat dalam Islam, Ini Penjelasannya
Aktual
4 Tanda Kebahagiaan dalam Islam Menurut Hadits, Ada Tetangga Baik hingga Pasangan Salih
4 Tanda Kebahagiaan dalam Islam Menurut Hadits, Ada Tetangga Baik hingga Pasangan Salih
Aktual
Khutbah Jumat 18 September 2026: Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
Khutbah Jumat 18 September 2026: Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
Aktual
Khutbah Jumat 18 September 2026: Tentang Catatan Amal, Tidak Ada yang Luput di Hari Hisab
Khutbah Jumat 18 September 2026: Tentang Catatan Amal, Tidak Ada yang Luput di Hari Hisab
Aktual
Jangan Lewat 40 Hari, Ini Sunnah Merawat Kebersihan Tubuh dalam Islam
Jangan Lewat 40 Hari, Ini Sunnah Merawat Kebersihan Tubuh dalam Islam
Aktual
Niat Shalat 5 Waktu, Jumlah Rakaat, dan Batas Waktunya: Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya
Niat Shalat 5 Waktu, Jumlah Rakaat, dan Batas Waktunya: Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya
Aktual
Mengapa Masuk Kamar Mandi Didahulukan Kaki Kiri? Ini Penjelasan Islam
Mengapa Masuk Kamar Mandi Didahulukan Kaki Kiri? Ini Penjelasan Islam
Aktual
Sayyidul Istighfar: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Sayyidul Istighfar: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa Harian
Tubuh Memiliki Hak, Menjaga Kesehatan adalah Ikhtiar
Tubuh Memiliki Hak, Menjaga Kesehatan adalah Ikhtiar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar