Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Al-Quran Fushshilat 34: Redam Benci, Ubah Musuh Jadi Sahabat Sejati

Kompas.com, 27 Juni 2026, 11:33 WIB
Fitri Anggiawati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Dalam dinamika interaksi sosial sehari-hari, gesekan, kesalahpahaman, hingga konflik interpersonal kerap kali menjadi ujian yang tidak terhindarkan.

Saat rasa benci dibalas dengan benci, yang tercipta hanyalah lingkaran setan permusuhan yang kian membesar.

Namun, Al-Quran menawarkan sebuah strategi psikologis yang revolusioner dalam meretas kebencian tersebut.

Konsep mulia tersebut tertuang indah dalam Al-Quran Surah Fushshilat ayat 34.

Ayat ini bukan sekadar untaian firman, melainkan sebuah kaidah qurani yang agung serta panduan taktis bagi setiap manusia dalam membangun hubungan antarsosial.

Baca juga: Surah Asy-Syura Ayat 40: Antara Keadilan Qishash dan Indahnya Pintu Maaf

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

“Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan dia ada permusuhan, seolah-olah menjadi teman yang sangat setia.” (QS Fushshilat: 34)

Melalui pendekatan tadabbur, ayat ini menyimpan tiga pilar penting yang mampu mengubah paradigma kita dalam menghadapi sebuah permusuhan:

Perbedaan Mutlak: Kebaikan Tak Sebanding Keburukan

Langkah awal untuk memahami ayat ini adalah menyadari adanya jurang pemisah yang sangat tegas antara kebaikan dan keburukan.

Keduanya berada pada kutub yang sepenuhnya bertolak belakang dan tidak akan pernah bertemu.

"Kebaikan dan keburukan itu berbeda secara mutlak, tidak sama, dan tidak akan pernah setara. Begitu pula halnya dengan iman dan kekufuran, atau ketaatan dan kemaksiatan. Perbedaan ini bersifat menyeluruh, baik dari sisi zatnya, sifat yang melekat padanya, maupun balasan yang telah disiapkan di sisi Allah Ta’ala kelak," ungkap Dai Lajnah Dakwah PC Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi, Ustadz Ahsanul Falihin.

Prinsip tersebut menyadarkan umat bahwa menyamakan respons baik dengan respons buruk adalah sebuah kekeliruan moral.

Kebaikan membawa dampak konstruktif dan ketenangan, sementara keburukan hanya melahirkan destruksi emosional.

Strategi "Menolak dengan Cara yang Lebih Baik"

Poin esensial kedua dari ayat ini adalah perintah langsung yang bernada instruktif (amr) dari Allah SWT: “Idfa’ billatii hiya ahsan”, tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik.

Ini adalah sebuah seni diplomasi jiwa tingkat tinggi.

Ustadz Ahsanul Falihin menjelaskan bahwa perintah ini menuntut kedewasaan spiritual yang luar biasa dari seorang Muslim.

Kita diajarkan untuk membalas setiap keburukan interpersonal dengan kebaikan yang tulus.

Ketika ada orang lain yang menumpahkan kemarahan kepada kita, benteng pertahanan terbaik adalah kesabaran.

Ketika menjumpai kebodohan, egoisme, atau perilaku kasar, penawarnya adalah kelembutan hati.

Secara psikologis, tindakan membalas keburukan dengan kebaikan bertindak layaknya air jernih yang menyiram kobaran api.

Langkah ini terbukti ampuh memadamkan bara kebencian yang menyala di dalam dada manusia, sekaligus melenyapkan segala bentuk dendam yang berpotensi merusak hubungan.

Dampak Transformatif: Musuh Berbalik Menjadi Sahabat

Ketika strategi "langit" ini diterapkan dalam realitas kehidupan, janji Allah dalam ayat tersebut akan menjadi nyata.

Akan terjadi sebuah lompatan perubahan psikologis yang luar biasa pada diri orang yang semula membenci kita.

Orang yang dahulu berbuat jahat, memusuhi, atau menaruh dendam kesumat, perlahan tapi pasti egonya akan melunak.

Baca juga: Doa Taubat dan Memohon Ampunan kepada Allah SWT, Lengkap dengan Arab dan Artinya

Berkat kebaikan yang konsisten dan kelapangan dada kita dalam memberikan maaf, sikap bermusuhan itu akan luntur.

Mereka akan berbalik arah menjadi seolah-olah teman dekat dan sahabat yang penuh dengan kasih sayang (waliyyun hamiim).

Melalui keindahan muamalah berbasis Surah Fushshilat ayat 34 ini, Islam mengajarkan sebuah pesan moral yang mendalam: kemenangan sejati atas musuh atau orang yang membenci kita bukanlah dengan cara menghancurkannya, melainkan dengan merengkuh hatinya dan mengubah permusuhan menjadi jalinan persaudaraan yang abadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Napak Tilas Jannatul Baqi, Makam Bersahaja Para Sahabat Nabi di Sisi Timur Nabawi
Napak Tilas Jannatul Baqi, Makam Bersahaja Para Sahabat Nabi di Sisi Timur Nabawi
Aktual
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dibuka, UIN Sunan Kudus Jadi Pusat Konsolidasi Ilmuwan NU
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dibuka, UIN Sunan Kudus Jadi Pusat Konsolidasi Ilmuwan NU
Aktual
Al-Quran Fushshilat 34: Redam Benci, Ubah Musuh Jadi Sahabat Sejati
Al-Quran Fushshilat 34: Redam Benci, Ubah Musuh Jadi Sahabat Sejati
Aktual
Surah Asy-Syura Ayat 40: Antara Keadilan Qishash dan Indahnya Pintu Maaf
Surah Asy-Syura Ayat 40: Antara Keadilan Qishash dan Indahnya Pintu Maaf
Aktual
Doa Taubat dan Memohon Ampunan kepada Allah SWT, Lengkap dengan Arab dan Artinya
Doa Taubat dan Memohon Ampunan kepada Allah SWT, Lengkap dengan Arab dan Artinya
Aktual
Hukum Mengirim Stiker Doa di WhatsApp, Apakah Bernilai Ibadah? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Mengirim Stiker Doa di WhatsApp, Apakah Bernilai Ibadah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Tak Bisa Puasa Asyura karena Haid? Muslimah Tetap Bisa Raih Keutamaannya dengan 4 Amalan Ini
Tak Bisa Puasa Asyura karena Haid? Muslimah Tetap Bisa Raih Keutamaannya dengan 4 Amalan Ini
Aktual
Hukum Mengonsumsi Obat Mengandung Alkohol Menurut Islam, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan MUI
Hukum Mengonsumsi Obat Mengandung Alkohol Menurut Islam, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan MUI
Aktual
359 Jamaah Haji Kloter 16 Debarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air
359 Jamaah Haji Kloter 16 Debarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air
Aktual
KUA Layani Curhat Warga tentang Masalah Keluarga hingga Luka Batin
KUA Layani Curhat Warga tentang Masalah Keluarga hingga Luka Batin
Aktual
Istighatsah Akbar di Malang: Doa untuk Presiden Prabowo Subianto
Istighatsah Akbar di Malang: Doa untuk Presiden Prabowo Subianto
Aktual
BPKH Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Simak 9 Formasi, Syarat, dan Jadwal Pendaftarannya
BPKH Buka Rekrutmen Pegawai 2026, Simak 9 Formasi, Syarat, dan Jadwal Pendaftarannya
Aktual
MUI Fasilitasi KPR untuk Dai dan Guru Ngaji agar Punya Rumah Sendiri
MUI Fasilitasi KPR untuk Dai dan Guru Ngaji agar Punya Rumah Sendiri
Aktual
Kemenhaj Dorong Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, Dana Dikelola Lebih Transparan
Kemenhaj Dorong Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, Dana Dikelola Lebih Transparan
Aktual
Kemenhaj Akan Perketat Syarat Kesehatan Haji 2027, Jamaah Berkomorbid Jadi Sorotan
Kemenhaj Akan Perketat Syarat Kesehatan Haji 2027, Jamaah Berkomorbid Jadi Sorotan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com