Editor
KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada jamaah haji asal Aceh yang terdampak bencana sebagai bentuk kepedulian pemerintah setelah mereka menunaikan ibadah haji.
Bantuan tersebut diberikan kepada jamaah yang mengalami kesulitan ekonomi akibat musibah dan baru kembali dari Tanah Suci.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation.
Baca juga: Kemenhaj Imbau Masyarakat Cek Legalitas Travel Umrah, Jangan Tergiur Promosi Harga Murah
Kemenhaj berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para jamaah sekaligus menjadi bukti kehadiran negara dalam mendampingi masyarakat pasca-ibadah haji.
Kementerian Haji dan Umrah menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada sejumlah jamaah haji asal Aceh yang terdampak bencana.
Baca juga: Kemenhaj: 90 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Pulang, Petugas Tetap Siaga hingga Kloter Terakhir
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan perhatian pemerintah terhadap jamaah Aceh berangkat dari semangat masyarakat yang tetap menunaikan ibadah haji meski tengah menghadapi berbagai kesulitan.
“Saat Aceh dilanda musibah, pemerintah memberikan relaksasi pelunasan biaya haji. Namun, justru Aceh menjadi salah satu provinsi yang paling cepat menyelesaikan pelunasannya. Semangat itu menjadi perhatian Bapak Presiden Prabowo,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation.
Empat Jamaah Pidie Jaya Terima Bantuan
Dahnil Anzar menyerahkan bantuan secara langsung kepada empat jamaah haji asal Kabupaten Pidie Jaya yang baru kembali dari Tanah Suci.
Keempat jamaah tersebut merupakan bagian dari total 32 jamaah haji asal Aceh yang menerima bantuan melalui program tersebut.
Sebagian besar penerima bantuan diketahui terlilit utang setelah terdampak banjir beberapa waktu lalu.
Kondisi ekonomi yang memburuk akibat bencana membuat sebagian jamaah harus meminjam dana untuk melunasi biaya perjalanan ibadah haji maupun memenuhi kebutuhan selama berada di Tanah Suci.
Menurut Dahnil, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar bantuan kemanusiaan diprioritaskan kepada jamaah yang benar-benar membutuhkan sehingga dapat membantu meringankan beban mereka setelah kembali ke Indonesia.
“Kami ingin jamaah pulang dengan hati yang tenang. Jangan sampai kemabruran ibadahnya masih dibayangi beban utang akibat musibah yang mereka alami. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan dan menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat,” kata Dahnil.
Program bantuan ini disalurkan kepada para penerima manfaat yang telah ditetapkan melalui proses pendataan dan verifikasi.
Di Provinsi Aceh, sebanyak 32 jamaah haji menerima bantuan kemanusiaan melalui program tersebut.
Para penerima berasal dari sejumlah daerah terdampak bencana, antara lain Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Utara.
Melalui program ini, Kemenhaj menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan dan kepedulian kepada jamaah, tidak hanya selama penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga setelah mereka kembali ke Tanah Air.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang