Editor
KOMPAS.com – Di tengah berkembangnya destinasi edukasi dan budaya di Kota Makkah, Museum Al-Qur'an yang berada di kawasan Hira Cultural District menjadi salah satu tujuan yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai negara. Museum ini menyimpan beragam koleksi mushaf langka, manuskrip bersejarah, hingga artefak yang merekam perjalanan panjang penulisan dan pelestarian Al-Qur'an.
Salah satu koleksi paling istimewa di museum tersebut adalah mushaf Al-Qur'an cetakan Kazan tahun 1906, yang menjadi salah satu salinan Al-Qur'an tertua dalam bentuk cetak yang masih terawat dengan baik.
Mushaf bersejarah itu tidak hanya menampilkan teks Al-Qur'an, tetapi juga dilengkapi berbagai syarah (penjelasan) dan catatan pinggir (marginal annotations) dari para ulama. Catatan-catatan tersebut menjadi bukti perjalanan panjang tradisi keilmuan Islam dalam memahami, menafsirkan, dan menjelaskan kandungan ayat-ayat suci Al-Qur'an dari generasi ke generasi.
Baca juga: Indonesia Segera Miliki Mushaf Tulis Tangan Al-Munawwir, Menag Sebut Prestasi Luar Biasa
Museum Al-Qur'an menghadirkan berbagai koleksi langka yang menggambarkan perkembangan penulisan dan percetakan Al-Qur'an dari masa ke masa. Seluruh koleksi dipadukan dengan teknologi digital interaktif sehingga pengunjung dapat menikmati pengalaman belajar yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Melalui berbagai ruang pameran, pengunjung diajak menelusuri sejarah turunnya wahyu Al-Qur'an, proses penghimpunan mushaf pada masa awal Islam, hingga perjalanan pelestarian dan pencetakannya di berbagai wilayah dunia.
Tidak hanya menyuguhkan koleksi bersejarah, museum ini juga memberikan gambaran mengenai besarnya perhatian umat Islam terhadap upaya menjaga keaslian Al-Qur'an selama berabad-abad.
Baca juga: 10 Fakta Tentang Al-Quran: Sejarah, Jumlah Surat dan Ayat, hingga Penyusunan Mushaf
Keberadaan Museum Al-Qur'an semakin melengkapi kawasan Hira Cultural District sebagai salah satu destinasi budaya dan edukasi unggulan di Makkah. Kawasan ini menawarkan pengalaman yang memperkaya wawasan sejarah Islam bagi jemaah haji, umrah, maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan kitab suci umat Islam.
Dengan perpaduan antara koleksi bersejarah dan teknologi modern, Museum Al-Qur'an menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan warisan Islam masa lalu dengan generasi masa kini, sekaligus memperlihatkan bagaimana Al-Qur'an terus dijaga dan diwariskan sepanjang sejarah peradaban Islam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang