Editor
KOMPAS.com – Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i optimistis pesantren akan memainkan peran yang semakin besar dalam pemberdayaan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis koperasi.
Menurutnya, koperasi pesantren merupakan instrumen strategis untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.
Hal itu disampaikan Wamenag saat membuka Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) 2026 di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Kabupaten Malang, Minggu (28/6/2026).
Mengusung tema "Bersama Dakwah dan Al-Qur'an Menguatkan Kemandirian Ekonomi Pesantren Berbasis Koperasi", kegiatan tersebut diikuti ratusan pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga: Dana Haji Tembus Rp 201,1 Triliun, BPKH: Kondisi Keuangan Tetap Kuat dan Investasi Tumbuh
Dalam sambutannya, Romo Muhammad Syafi'i mengajak seluruh elemen pesantren menjadikan koperasi sebagai sarana pemberdayaan yang mampu menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat.
Ia menegaskan, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga menjadi wadah perjuangan ekonomi rakyat yang berlandaskan semangat gotong royong.
"Koperasi pesantren dapat menjadi sarana yang sangat efektif untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Ini adalah wujud konkret semangat kebersamaan kita dalam membangun ekonomi yang berkeadilan dari lingkungan pesantren," ujar Romo Syafi'i.
Wamenag juga menegaskan bahwa kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah agar pesantren terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, pesantren diharapkan menjadi tempat lahirnya generasi yang adaptif terhadap perubahan, memahami fikih pembangunan bangsa, sekaligus memiliki daya saing dalam bidang ekonomi.
"Negara memandang pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan bangsa. Indonesia Emas 2045 akan tercapai dengan hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat," katanya.
Lebih lanjut, Romo Syafi'i mengaitkan penguatan ekonomi pesantren dengan kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang tengah mendorong hilirisasi dan perbaikan tata kelola ekonomi nasional. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan upaya pesantren dalam mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.
"Kita sedang menata kembali ekonomi nasional agar memberikan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri. Semangat ini selaras dengan upaya pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi, sehingga umat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari penggerak ekonomi bangsa," jelasnya.
Baca juga: Kemenag Usul Nilai Ketuhanan Masuk RUU Sisdiknas, Guru Agama hingga Pesantren Jadi Sorotan
Sarasehan Nasional MPDI 2026 berlangsung hingga 29 Juni 2026 dan diikuti sekitar 300 pondok pesantren dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Akhmad Sruji Bhatiar beserta jajaran pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sinergi antara pemerintah dan pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi umat.
Meta Deskripsi:
Wamenag Romo Muhammad Syafi'i menegaskan koperasi pesantren menjadi kunci pemerataan kesejahteraan dan penguatan ekonomi umat menuju Indonesia Emas 2045.
Tag:
Wamenag, Romo Muhammad Syafi'i, Kementerian Agama, Kemenag, Pesantren, Koperasi Pesantren, MPDI 2026, Sarasehan Nasional MPDI, Pondok Pesantren, Ekonomi Pesantren, Indonesia Emas 2045, Prabowo Subianto, Malang, Jawa Timur