Editor
KOMPAS.com – Kepulangan jamaah haji Debarkasi Surabaya pada Selasa (30/6/2026) malam menghadirkan momen penuh haru. Di antara ratusan jamaah Kelompok Terbang (Kloter) 112, perhatian tertuju kepada Marsiyah Salim, jamaah haji tertua Indonesia tahun 2026, yang kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat usai menunaikan ibadah haji.
Nenek asal Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu mendapat sambutan istimewa dari para petugas di Asrama Haji Surabaya. Sebuah karangan bunga disiapkan khusus untuk menyambut kepulangannya sekaligus merayakan hari ulang tahunnya yang ke-105 yang jatuh pada Rabu (1/7/2026).
Momen tersebut semakin berkesan dengan kehadiran Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Irfan Yusuf, yang secara langsung mengucapkan selamat ulang tahun kepada Mbah Marsiyah. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan salam dan apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh jamaah serta petugas penyelenggara ibadah haji.
Baca juga: Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji
Di balik senyumnya yang hangat, tersimpan kisah perjuangan panjang yang menginspirasi.
Sebelum berangkat ke Tanah Suci, Mbah Marsiyah sehari-hari dikenal sebagai penjual jenang di pasar. Dari hasil berjualan itulah ia menabung sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun demi mewujudkan impiannya menunaikan rukun Islam kelima.
Kesabarannya akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2021, ketika usianya telah menginjak 99 tahun, tabungannya mencukupi untuk mendaftar haji. Setelah menunggu masa keberangkatan, impian yang dipupuk selama puluhan tahun itu akhirnya terwujud pada musim haji 2026.
Dengan mata berkaca-kaca, Mbah Marsiyah mengaku bersyukur masih diberi kesehatan sehingga dapat menyempurnakan ibadah haji di Makkah dan Madinah.
"Mudah-mudahan anak cucu lancar rezekinya karena bisa beribadah," ucapnya dalam bahasa Jawa, seraya mendoakan keluarganya agar suatu hari juga mendapat kesempatan menjadi tamu Allah.
Di usianya yang telah mencapai 105 tahun, Mbah Marsiyah membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Ketekunan menabung, kesabaran menunggu antrean, dan semangat beribadah mengantarkannya menjadi jamaah haji tertua Indonesia tahun 2026.
Baca juga: Mbah Kasrun, Calon Haji Tertua 102 Tahun dari Banjarmasin, Berangkat ke Makkah
Kepulangannya ke Tanah Air bukan hanya membawa predikat sebagai seorang hajjah, tetapi juga meninggalkan teladan tentang keteguhan hati, kesabaran, dan keyakinan bahwa setiap ikhtiar yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan menemukan jalannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang