Editor
KOMPAS.com – Produk pangan lokal berbasis singkong dan ubi jalar hasil binaan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah berhasil tampil di Korea Import Expo 2026, membuka peluang lebih besar bagi komoditas pertanian Indonesia untuk menembus pasar global.
Produk tersebut dikembangkan oleh Rumah Mocaf Indonesia bersama Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Kuningan melalui program pemberdayaan petani yang diinisiasi MPM PP Muhammadiyah.
Ketua MPM PP Muhammadiyah M. Nurul Yamin mengapresiasi capaian kelompok binaan yang mampu membawa produk pangan lokal Indonesia ke salah satu ajang perdagangan internasional terbesar di Korea Selatan.
Baca juga: Muhammadiyah Miliki 23 Fakultas Kedokteran untuk Pemerataan Kesehatan di Luar Jawa
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga membuka akses menuju pasar nasional hingga internasional.
"Saat ini MPM PP Muhammadiyah melakukan pemetaan kelompok dampingan berbasis ekonomi. Setidaknya terdapat tiga klaster, yaitu mikro, skala ekonomi regional dan nasional, serta ekspor," ujar Yamin di Yogyakarta, Jumat (26/6/2026).
Ia berharap setiap kelompok usaha yang dibina dapat berkembang secara bertahap, mulai dari skala usaha mikro hingga mampu menjadi pelaku ekspor.
"Harapannya, kelompok yang berada di klaster super mikro dapat naik ke kelas regional dan nasional, kemudian berkembang menjadi pelaku ekspor," katanya.
Sementara itu, Sekretaris MPM PP Muhammadiyah Budi Nugroho menjelaskan bahwa Korea Import Expo 2026 berlangsung pada 23–25 Juni 2026 dan menjadi ajang pertemuan antara produsen dari berbagai negara dengan importir serta pembeli internasional.
Pameran yang diselenggarakan oleh Korea Importers Association (KOIMA) tersebut diikuti peserta dari sekitar 100 negara.
Indonesia hadir melalui Paviliun Indonesia yang mendapat dukungan dari Bank Indonesia, Kementerian Perdagangan RI, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Korea Selatan.
Dalam pameran itu, berbagai produk olahan berbasis singkong dan ubi jalar menarik perhatian pengunjung.
Produk yang dipamerkan antara lain tepung Modified Cassava Flour (Mocaf), tepung ubi jalar putih, kuning, dan ungu, tepung premiks, cookies bebas gluten (gluten free), hingga aneka pangan sehat berbahan baku umbi-umbian lokal.
Seluruh produk tersebut merupakan hasil hilirisasi komoditas pertanian yang dikembangkan melalui kolaborasi MPM PP Muhammadiyah bersama JATAM Kuningan, LAZISMU, Universitas Muhammadiyah Kuningan, dan Rumah Mocaf Indonesia.
Menurut Budi, keikutsertaan dalam pameran internasional ini menjadi bukti bahwa pangan lokal Indonesia memiliki daya saing tinggi apabila diolah melalui inovasi teknologi dan penguatan kelembagaan petani.
"Komoditas pangan lokal yang selama ini dipandang sebelah mata ternyata mampu memiliki nilai tambah tinggi ketika diolah melalui inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, dan model bisnis yang berkelanjutan," ujarnya.
Founder Rumah Mocaf Indonesia Riza Azyumarridha Azra mengatakan Korea Import Expo 2026 menjadi momentum penting bagi petani Indonesia untuk menunjukkan kemampuan menghasilkan produk berstandar ekspor.
Menurutnya, pertemuan langsung dengan para pembeli dari berbagai negara memberikan pengalaman berharga bagi petani dalam memahami standar mutu internasional, keberlanjutan pasokan, hingga inovasi produk pangan sehat.
"Korea Import Expo 2026 menjadi pembuktian bahwa produk pertanian Indonesia yang ditanam oleh Jamaah Tani Muhammadiyah mampu naik kelas dan bersaing di pasar global," kata Riza.
Baca juga: Muhammadiyah Minta Program MBG Dibenahi dan Anggarannya Transparan
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat harus diarahkan tidak hanya pada peningkatan hasil panen, tetapi juga membuka akses terhadap industri pengolahan, teknologi, jaringan perdagangan, dan pasar ekspor.
"Bagi kami, inilah wujud nyata sociopreneurship yang berkeadilan sebagaimana diajarkan KH Ahmad Dahlan. Pertanian bukan hanya soal menghasilkan panen, tetapi juga membangun sistem ekonomi yang mampu mengangkat harkat dan martabat petani melalui inovasi, kolaborasi, dan keberpihakan kepada masyarakat," ujarnya.
Melalui partisipasi di Korea Import Expo 2026, Muhammadiyah berharap peluang ekspor produk pangan lokal Indonesia semakin terbuka lebar sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen pangan sehat berbasis singkong dan ubi jalar di pasar internasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang