Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Angka Kematian Jemaah Haji Turun 20 Persen, Kemenhaj Fokus Perketat Layanan Kesehatan pada Haji 2027

Kompas.com, 2 Juli 2026, 07:47 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mulai menyiapkan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan. Langkah ini diambil meski angka kematian jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini berhasil turun sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan penurunan angka kematian merupakan capaian yang patut diapresiasi, namun pemerintah menilai hasil tersebut masih perlu ditingkatkan.

"Ada satu hal yang menjadi perhatian khusus kami, yaitu kesehatan. Tahun ini angka kematian memang berhasil turun sekitar 20 persen, tetapi itu belum angka yang memuaskan. Kami akan lebih mengetatkan lagi pelaksanaan kesehatan," ujar Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, di Asrama Haji Surabaya, Rabu (2/7/2026).

Baca juga: Operasional Haji 2026 Berakhir, Kemenhaj Tetap Dampingi 60 Jamaah yang Dirawat di RS Arab Saudi

Menurut Gus Irfan, pemerintah masih mencatat 367 jemaah haji dan satu petugas haji meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi.

Selain itu, hingga saat ini sekitar 60 jemaah Indonesia masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi. Tim pelayanan haji Indonesia tetap berada di Tanah Suci untuk memastikan seluruh jemaah memperoleh pendampingan hingga kondisi mereka memungkinkan untuk dipulangkan.

"Kami terus memantau kondisi mereka sampai seluruh proses pelayanan selesai," katanya.
Layanan Kesehatan Jadi Prioritas

Gus Irfan menegaskan aspek kesehatan akan menjadi fokus utama dalam penyempurnaan penyelenggaraan ibadah haji tahun depan.

Menurutnya, pemerintah akan memperketat berbagai tahapan layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan, pemantauan kondisi jemaah selama di Tanah Suci, hingga pelayanan medis ketika menjalankan rangkaian ibadah haji.

Langkah tersebut diharapkan mampu semakin menekan angka kematian sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah Indonesia.

Pengaturan Jemaah di Mina Ikut Dievaluasi

Selain layanan kesehatan, Kementerian Haji juga akan mengevaluasi pengaturan mobilitas jemaah, khususnya di kawasan Mina, yang setiap tahun menjadi salah satu titik dengan kepadatan tertinggi selama puncak pelaksanaan ibadah haji.

Menurut Gus Irfan, keterbatasan kapasitas di Mina membutuhkan penanganan yang lebih baik agar pergerakan jemaah berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
Evaluasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam penyusunan skema operasional haji 2027.

Persiapan Haji 2027 Dimulai

Gus Irfan menyampaikan operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara resmi telah berakhir. Meski demikian, pemerintah tidak menunggu lama untuk memulai persiapan musim haji berikutnya.

Seluruh hasil evaluasi akan menjadi dasar penyempurnaan berbagai aspek layanan, mulai dari kesehatan, transportasi, akomodasi, hingga pengaturan pergerakan jemaah.
"Kami akan berusaha jauh lebih baik lagi," ujarnya.

Baca juga: Kemenhaj: Operasional Haji 2026 Resmi Berakhir, Kepulangan Jamaah Kloter UPG-43 Jadi Penutup

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji, DPR RI, Pemerintah Arab Saudi, media, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan haji Indonesia dari tahun ke tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar