Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perwakilan Pemerintah Indonesia Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Teheran

Kompas.com, 4 Juli 2026, 19:47 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia mengirimkan perwakilannya untuk menghadiri prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.

Kehadiran perwakilan Indonesia dilakukan setelah Pemerintah Iran mengundang secara resmi sejumlah negara untuk mengikuti rangkaian penghormatan terakhir bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Indonesia memberikan apresiasi atas undangan yang disampaikan Pemerintah Iran dan menunjuk Dubes RI di Teheran sebagai wakil resmi pemerintah.

Baca juga: Ribuan Pelayat Padati Teheran untuk Ikuti Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Prosesi penghormatan kepada Ali Khamenei berlangsung di Musalla Besar Teheran sebelum rangkaian pemakaman dilanjutkan ke sejumlah kota di Iran dan Irak hingga pemakaman terakhir di Mashhad.

Dubes RI Wakili Indonesia di Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Dilansir dari Antara, Duta Besar RI untuk Iran Rolliansyah Soemirat mewakili Pemerintah Indonesia menghadiri prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Baca juga: Daftar Pemimpin Dunia yang Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, dari Rusia hingga Arab Saudi

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang mengatakan Pemerintah Indonesia telah menerima undangan resmi dari Pemerintah Iran untuk menghadiri rangkaian penghormatan terakhir tersebut dan menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan.

"Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah RI telah menyampaikan bahwa Indonesia diwakili oleh duta besar RI di Teheran," kata Yvonne dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Iran Apresiasi Kehadiran Perwakilan Indonesia

Pada Kamis (2/7/2026), otoritas Iran menyampaikan kepada seluruh perwakilan diplomatik di negara itu bahwa acara penghormatan resmi akan dihadiri para pejabat tinggi pemerintah Iran.

Atas keputusan Indonesia yang menunjuk Dubes Rolliansyah sebagai perwakilan resmi dalam prosesi pemakaman Ali Khamenei, Pemerintah Iran juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia.

Yvonne memastikan Dubes Rolliansyah telah hadir langsung di Musalla Besar Teheran, tempat jenazah Ali Khamenei disemayamkan, untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengikuti doa bersama pada Sabtu pagi waktu setempat.

Rangkaian Pemakaman Ali Khamenei Berlanjut hingga Mashhad

Berdasarkan laporan kantor berita Iran IRNA, jenazah Ali Khamenei bersama anggota keluarga dan orang-orang terdekatnya dibawa ke Musalla Besar Teheran pada Jumat (3/7/2026) dan ditempatkan di aula utama masjid menjelang upacara penghormatan yang dibuka untuk masyarakat selama dua hari.

Upacara penghormatan di Musalla Besar Teheran berlangsung pada Sabtu dan Minggu (5/7/2026), sebelum prosesi pemakaman berikutnya digelar pada Senin (6/7/2026).

Setelah itu, rangkaian pemakaman akan berlanjut ke Kota Qom, kemudian diteruskan dengan prosesi terpisah di Baghdad, Karbala, dan Najaf di Irak.

Tahap terakhir pemakaman dijadwalkan berlangsung di Kota Mashhad pada Kamis (9/7/2026).

Sejumlah Pemimpin Dunia Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Prosesi penghormatan di Teheran juga dihadiri sejumlah pemimpin dan pejabat tinggi dari berbagai negara.

Mereka antara lain Presiden Irak Nizar Amidi, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, serta Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev yang hadir sebagai utusan resmi Presiden Vladimir Putin.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menghadiri upacara pemakaman sebagai ketua delegasi resmi Pakistan, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan kantor perdana menteri negara tersebut.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Aktual
 Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Aktual
ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam
ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam
Aktual
Kapan Doa Saat Hujan Paling Mustajab? Ini Dalil dan Penjelasannya
Kapan Doa Saat Hujan Paling Mustajab? Ini Dalil dan Penjelasannya
Aktual
Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah
Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah
Aktual
Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Aktual
Apa Itu Mindfulness? Bukan Sekadar Menenangkan Diri
Apa Itu Mindfulness? Bukan Sekadar Menenangkan Diri
Aktual
Tekan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Pertimbangkan Maskapai Alternatif
Tekan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Pertimbangkan Maskapai Alternatif
Aktual
Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi
Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi
Aktual
Kemenag Buka Pendaftaran Insentif Dosen Non-ASN Ma’had Aly Rp 1 Juta per Bulan
Kemenag Buka Pendaftaran Insentif Dosen Non-ASN Ma’had Aly Rp 1 Juta per Bulan
Aktual
Prabowo Kutip Al-Baqarah Ayat 191, Apa Makna “Fitnah” Sebenarnya?
Prabowo Kutip Al-Baqarah Ayat 191, Apa Makna “Fitnah” Sebenarnya?
Aktual
Muhammadiyah: Kemajuan Umat Harus Dimulai dari Masjid hingga Kemandirian Ekonomi
Muhammadiyah: Kemajuan Umat Harus Dimulai dari Masjid hingga Kemandirian Ekonomi
Aktual
Biaya Penerbangan Haji Diupayakan Turun, BPIH Berpotensi Lebih Rendah
Biaya Penerbangan Haji Diupayakan Turun, BPIH Berpotensi Lebih Rendah
Aktual
Sheikh Ibrahim Al-Madani, Muazin Masjidil Haram Wafat di Usia 51 Tahun
Sheikh Ibrahim Al-Madani, Muazin Masjidil Haram Wafat di Usia 51 Tahun
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar