Editor
KOMPAS.com – Sebanyak 250 santri dan santriwati dari dua pondok pesantren merasakan pengalaman yang tak biasa dengan mengunjungi lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta. Melalui program "Istana untuk Anak Sekolah", Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) membuka akses bagi para santri untuk mengenal lebih dekat pusat pemerintahan Indonesia.
Para santri yang berasal dari Pondok Pesantren Al-Wathoniah dan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah itu mengikuti kegiatan di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Selasa (14/7/2026).
Mereka diajak melihat secara langsung bagaimana proses pemerintahan dijalankan serta mengenal tugas berbagai lembaga negara.
Baca juga: Kemenag Ungkap Potensi 10 Juta Santri sebagai Kekuatan SDM Indonesia
Direktur Pondok Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, mengatakan program tersebut menjadi bentuk nyata perhatian negara kepada kalangan pesantren sekaligus upaya menghilangkan kesan bahwa Istana Kepresidenan merupakan ruang yang jauh dari kehidupan santri.
"Selama ini, lingkungan Istana Kepresidenan mungkin terkesan jauh bagi anak-anak di pondok pesantren. Melalui program spesifik 'Istana untuk Anak Sekolah' ini, Kemenag dan Mensesneg ingin mendobrak sekat tersebut. Kita tunjukkan bahwa negara memberikan ruang dan perhatian yang sama besar bagi santri," ujar Basnang.
Menurutnya, kunjungan ini tidak hanya menjadi wisata edukasi, tetapi juga sarana membangun cita-cita besar para santri untuk mengambil peran strategis dalam kehidupan berbangsa.
Basnang mengingatkan bahwa pesantren memiliki sejarah panjang dalam perjuangan mendirikan dan mempertahankan Republik Indonesia. Karena itu, generasi santri masa kini diharapkan tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari masa depan kepemimpinan nasional.
"Pesantren punya sejarah panjang dalam mendirikan dan mempertahankan republik ini. Hari ini kita ingin menanamkan rasa memiliki yang kuat. Kita ingin menumbuhkan motivasi mereka, agar di masa depan tidak hanya menjadi saksi sejarah atau berkunjung ke sini saja, tetapi ada santri-santri yang duduk di Istana ini sebagai pemimpin, menteri, atau pembuat kebijakan bangsa," tegasnya.
Selama berada di kompleks Istana, para santri mengikuti paparan interaktif mengenai mekanisme kerja kabinet, fungsi kelembagaan negara, hingga nilai-nilai kepemimpinan nasional.
Materi disampaikan oleh Kepala Biro Humas Kemensetneg, Faisal Fahmi, bersama Pranata Humas Ahli Madya Kemensetneg, Efa Febryana.
Faisal berharap kehadiran para santri membawa semangat baru bagi lahirnya pemimpin-pemimpin bangsa dari lingkungan pesantren.
Baca juga: Ribuan Santri Rasakan Manfaat Beasiswa Kemenag-LPDP, Beberapa Sudah Lulus Kuliah
"Kami menyambut baik kedatangan santri pondok pesantren. Semoga kedatangan para santri membawa keberkahan dan menjadi inspirasi serta semangat baru kepemimpinan bagi para santri," ujarnya.
Melalui program "Istana untuk Anak Sekolah", pemerintah berharap semakin banyak santri yang memiliki wawasan kebangsaan, memahami tata kelola pemerintahan, serta tumbuh menjadi generasi yang unggul dalam ilmu agama sekaligus siap berkontribusi bagi Indonesia di tingkat nasional maupun global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang