Editor
KOMPAS.com - Shalat sunnah qobliyah Subuh merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan sangat besar dalam Islam.
Meski hanya terdiri dari dua rakaat, amalan ini selalu dijaga pelaksanaannya oleh Rasulullah SAW.
Bahkan, Nabi Muhammad SAW menyebut pahala shalat qobliyah Subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.
Baca juga: 7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjaga konsistensi mengerjakan shalat sunnah ini setiap hari.
Shalat sunnah qobliyah Subuh adalah shalat dua rakaat yang dikerjakan sebelum shalat fardhu Subuh.
Baca juga: 5 Surat Terpendek dalam Al-Quran yang Mudah Dihafal dan Sering Dibaca Saat Shalat
Ibadah ini termasuk dalam shalat sunnah rawatib, yakni shalat sunnah yang mengiringi pelaksanaan shalat wajib sebelum maupun sesudahnya.
Besarnya perhatian Rasulullah SAW terhadap ibadah ini dijelaskan dalam hadits dari Aisyah RA.
“Nabi SAW tidaklah lebih menjaga suatu shalat sunnah melebihi dua rakaat sebelum shalat Subuh.” (HR Bukhari dan Muslim).
Keutamaan shalat ini juga ditegaskan dalam hadits riwayat Muslim.
“Dua rakaat fajar (shalat sunnah qobliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR Muslim).
Hadits tersebut menunjukkan bahwa dua rakaat qobliyah Subuh memiliki nilai yang sangat agung di sisi Allah SWT, bahkan melebihi seluruh kenikmatan dunia.
Shalat qobliyah Subuh menjadi bagian dari 12 rakaat shalat sunnah rawatib yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.
Dalam hadits riwayat Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Siapa yang shalat sunnah 12 rakaat sehari semalam, Allah dirikan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum Dzuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh.” (HR Tirmidzi).
Pelaksanaan shalat qobliyah Subuh dilakukan setelah terbit fajar shadiq atau setelah adzan Subuh sebelum menunaikan shalat wajib.
Dalam Mazhab Syafi'i, setelah melaksanakan shalat sunnah ini dianjurkan berbaring sejenak sebagai pemisah sebelum mengerjakan shalat Subuh.
Shalat sunnah qobliyah Subuh memiliki sejumlah keutamaan yang dijelaskan dalam hadis-hadis Rasulullah SAW.
Keutamaan terbesar shalat qobliyah Subuh adalah pahalanya yang lebih baik daripada seluruh kenikmatan dunia. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah yang ringan tersebut memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT sehingga layak dijaga setiap hari.
Rasulullah SAW dikenal sangat menjaga pelaksanaan dua rakaat sebelum Subuh. Bahkan, disebutkan bahwa ketika fajar telah terbit, beliau tidak mengerjakan shalat sunnah selain dua rakaat tersebut. (HR Muslim).
Menunaikan qobliyah Subuh menjadi salah satu bentuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW yang sangat dianjurkan.
Shalat sunnah qobliyah Subuh menjadi pelengkap bagi shalat wajib. Selain menambah pahala, ibadah ini juga membantu membiasakan umat Islam menjaga kedisiplinan dalam melaksanakan shalat Subuh tepat waktu.
Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa orang yang melaksanakan shalat Subuh berada dalam jaminan Allah SWT.
Shalat sunnah qobliyah Subuh turut memperkuat keistimewaan tersebut karena menjadi amalan pembuka hari yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT.
Orang yang rutin menjaga shalat sunnah rawatib, termasuk dua rakaat qobliyah Subuh, mendapat kabar gembira berupa rumah di surga sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Tirmidzi.
Keutamaan ini juga diamalkan oleh Ummu Habibah RA, istri Rasulullah SAW, yang tidak pernah meninggalkan shalat rawatib setelah mengetahui besarnya pahala yang dijanjikan.
Shalat qobliyah Subuh dikerjakan pada awal waktu Subuh setelah terbit fajar shadiq dan setelah adzan Subuh, sebelum pelaksanaan shalat fardhu.
Karena waktunya singkat dan hanya dua rakaat, umat Islam dianjurkan untuk tidak melewatkannya meski sedang terburu-buru.
Shalat qobliyah Subuh merupakan ibadah sunnah yang ringan, tetapi memiliki keutamaan yang sangat besar.
Selain disebut lebih baik daripada dunia dan seisinya, amalan ini juga menjadi bagian dari shalat rawatib yang dijanjikan rumah di surga bagi orang yang menjaganya secara rutin.
Dengan membiasakan diri mengerjakan qobliyah Subuh, seorang Muslim tidak hanya mengikuti sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga memperkuat kualitas ibadah dan mengharap keberkahan serta ridha Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang