Editor
KOMPAS.com - Bertambahnya usia menjadi momen yang tepat bagi seorang Muslim untuk memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT.
Dalam Islam, tidak ada larangan merayakan ulang tahun selama dilakukan dengan cara yang baik dan tidak mengandung hal-hal yang bertentangan dengan syariat.
Selain bersyukur dan melakukan introspeksi diri, umat Islam juga dianjurkan memanjatkan doa agar usia yang bertambah membawa keberkahan serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca juga: Hukum Meniup Lilin Ulang Tahun dalam Islam, Boleh atau Tidak? Begini Penjelasan Ulama
Sebagai pengingat akan nikmat kehidupan, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (QS Maryam: 33).
Baca juga: 7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
Berikut beberapa doa ulang tahun yang dapat diamalkan untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kebaikan kepada Allah SWT.
Allahumma an’im ‘alayya bi ‘afwika, wa rizqika, wa fadlika, wa barakatika fi aajali wa ahli.
Artinya: "Ya Allah, berilah aku nikmat kesehatan, rizki, karunia, dan keberkahan dalam umur dan keluargaku."
Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT melimpahkan kesehatan, rezeki, karunia, serta keberkahan dalam usia dan kehidupan keluarga.
Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii.
Artinya: "Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku."
Melalui doa ini, seorang Muslim memohon kelapangan rezeki, keberkahan harta dan keluarga, usia yang diisi dengan ketaatan, serta ampunan atas dosa-dosa.
Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil-jasadi wa ziyadatan fil-ilmi wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan indal-maut, wa maghfiratan ba’dal-maut. Hawwin alaina fi sakaratil-maut, wannajata minannaari, wal-afwa indal-hisab.
Artinya: "Ya Allah, kami memohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya pengetahuan, berkahnya rezeki, mendapatkan taubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati. Dan ringankanlah kiranya dalam sakaratul-maut, dan selamatkanlah kiranya dari siksaan neraka, dan dapatkanlah kami ampunan pada hari hisab (perhitungan)."
Doa ini memuat permohonan yang lengkap, mulai dari keselamatan agama, kesehatan, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang berkah, hingga husnul khatimah.
Allahummagfirli khothiatiy wa jahliy wa isrofiy amriy wa maa anta a'lamu bihi minniy. Allahummaghfirliy hazliy wajidiy wa khothooyaaya wa 'amdiy wa kulli dzalika 'indiy.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan-kesalahanku, kebodohanku, perbuatanku yang melampaui batas di setiap urusanku yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Ya Allah, ampunilah aku, canda tawaku, kesungguhanku, kesalahanku, kesengajaanku dan setiap perkara yang ada padaku."
Doa ini menjadi bentuk permohonan ampun atas segala kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak, sekaligus harapan agar Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan ampunan.
Ulang tahun bukan sekadar penanda bertambahnya usia, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbanyak syukur, mengevaluasi diri, dan memohon kebaikan kepada Allah SWT.
Dengan memperbanyak doa, seorang Muslim berharap agar usia yang diberikan senantiasa dipenuhi keberkahan, kesehatan, amal saleh, serta perlindungan Allah SWT di dunia maupun akhirat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang