Editor
KOMPAS.com – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren (KSEKP) dapat menjadi motor pengentasan kemiskinan melalui penguatan ekonomi pesantren yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat.
Muhaimin menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu.
Menurutnya, pesantren saat ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan keagamaan. Pesantren juga berkembang menjadi ruang tumbuh bagi berbagai aktivitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca juga: Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
"Pesantren saat ini sudah berkembang tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai ruang tumbuh aktivitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan masyarakat," ujar Muhaimin.
Muhaimin menjelaskan, pengembangan KSEKP merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Karena itu, keberadaan kawasan sosial ekonomi berbasis pesantren diharapkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi internal pesantren, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat di sekitarnya.
Menurut Muhaimin, KSEKP harus mampu mendorong masyarakat menjadi semakin produktif, memiliki ketahanan menghadapi tantangan masa depan, serta memiliki daya saing.
"Untuk itu, KSEKP harus mampu mendorong masyarakat semakin produktif, memiliki ketahanan menghadapi masa depan, dan berdaya saing," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Muhaimin juga mengapresiasi sinergi BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung pengembangan KSEKP.
Dukungan tersebut diberikan melalui perlindungan jaminan sosial bagi para penggerak ekonomi pesantren.
Menurut Muhaimin, jaminan sosial ketenagakerjaan penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang terlibat dalam aktivitas ekonomi pesantren.
Dengan adanya perlindungan dalam bekerja, para penggerak ekonomi pesantren diharapkan dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah, kata Muhaimin, akan terus memperkuat kolaborasi dengan pesantren, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar KSEKP dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berbasis komunitas.
Pengembangan kawasan ekonomi pesantren diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang menghubungkan potensi pesantren dengan kebutuhan masyarakat sekitar.
Baca juga: Resmi! Kemenag Bentuk Ditjen Pesantren, Ini Susunan Organisasinya
Muhaimin berharap keberadaan KSEKP pada akhirnya tidak hanya memperkuat kemandirian ekonomi pesantren, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, pesantren dapat memainkan peran yang lebih luas sebagai pusat pendidikan sekaligus penggerak ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang