Editor
MAKKAH, KOMPAS.com - Mushaf Al Quran berusia sekitar tiga abad menjadi salah satu koleksi bersejarah yang dapat disaksikan pengunjung Museum Al Quran di Kawasan Budaya Hira, Makkah, Arab Saudi.
Mushaf yang berasal dari abad ke-18 tersebut memperlihatkan bagaimana Al Quran disalin dengan tangan pada masa itu, lengkap dengan kaligrafi dan ornamen yang dikerjakan secara detail.
Menggunakan tinta hitam, mushaf tersebut memadukan karakter dari sejumlah aliran kaligrafi Islam.
Baca juga: Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas: Setara Sepertiga Al-Quran hingga Dibangunkan Rumah di Surga
Perpaduan itu sekaligus menunjukkan keterampilan penulisnya dalam menerapkan berbagai gaya tulisan.
Ketelitian juga terlihat pada penggunaan tanda diakritik dan notasi vokal. Penempatannya dibuat secara presisi untuk menjaga akurasi teks Al Quran yang ketika itu masih disalin dengan tangan.
Tak hanya tulisan, halaman-halaman pembuka mushaf dihiasi motif bunga serta ornamen rumit yang menjadi bagian dari tradisi artistik penulisan Al Quran.
Koleksi tersebut memberikan gambaran kepada pengunjung mengenai perjalanan sejarah mushaf tulisan tangan, perkembangan kaligrafi Arab, hingga teknik dekorasi dan penyepuhan yang digunakan pada naskah Al Quran dalam berbagai periode.
Mushaf Al Quran berusia 3 abad dipamerkan di Museum Al Quran yang berada di bawah kaki Gua Hira, Makkah. Dikutip dari Arab News, Museum Al Quran merupakan bagian dari Kawasan Budaya Hira yang berada di kaki Gunung Hira, Makkah.
Gunung tersebut memiliki nilai penting dalam sejarah Islam karena menjadi lokasi Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama.
Kawasan Budaya Hira kini menjadi salah satu destinasi budaya dan edukasi yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Berbagai informasi mengenai sejarah Islam disajikan menggunakan teknologi interaktif modern untuk menggabungkan peninggalan sejarah dengan pengalaman edukasi bagi pengunjung.
Salah satu bagian utama kawasan tersebut adalah Pameran Wahyu atau Revelation Exhibition.
Pameran itu menceritakan perjalanan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui presentasi visual dan audio.
Pengembangan Kawasan Budaya Hira menjadi bagian dari upaya Arab Saudi menampilkan dimensi sejarah, budaya, dan peradaban Makkah.
Kawasan tersebut juga dikembangkan sejalan dengan Saudi Vision 2030, yang salah satu tujuannya adalah memperkuat sektor budaya dan pariwisata serta memperkenalkan warisan Islam kepada masyarakat dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang