Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Biarawati Asal NTT Jadi Paskibra di KBRI Vatikan, Doa Mengalir untuk Korban Gempa

Kompas.com, 18 Agustus 2026, 18:13 WIB
Reni Susanti

Editor

ROMA, KOMPAS.com — Lebih dari 400 warga negara Indonesia (WNI) dan diaspora di Italia memanjatkan doa bersama bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Doa dipanjatkan dalam upacara yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Takhta Suci di Roma, Italia. Suasana semakin bermakna karena hampir 80 persen WNI yang terdaftar di KBRI untuk Takhta Suci berasal dari NTT.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, mengajak peserta upacara mengheningkan cipta tidak hanya untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga mendoakan masyarakat yang terdampak gempa di NTT.

“Mari kita mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur untuk berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Selain itu, kita juga mengheningkan cipta untuk mendoakan saudara-saudara kita yang menderita menjadi korban gempa di Nusa Tenggara Timur sebagai bentuk solidaritas sebagai sesama saudara sebangsa,” kata Trias dalam rilisnya, Rabu (18/8/2026).

Baca juga: HUT RI, Menag Ajak Umat Bantu Korban Gempa: Agama Tak Hanya Bicara Langit

Sebagian besar WNI asal NTT yang berada di Italia dan Vatikan merupakan rohaniwan dan rohaniwati yang menjalankan pelayanan.

Sebagian lainnya tengah menempuh pendidikan S2 dan S3 di sejumlah universitas kepausan di Italia.

Biarawati asal NTT Kibarkan Merah Putih

Momen haru juga terjadi ketika Sang Merah Putih dikibarkan oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang seluruh anggotanya berasal dari NTT.

Berbeda dengan Paskibra pada umumnya, para pengibar bendera di KBRI untuk Takhta Suci merupakan biarawati Indonesia yang tinggal dan menjalankan pelayanan di Italia.

Tahun ini, Paskibra terdiri dari 10 anggota utama dan satu anggota cadangan dari Kongregasi Suster Katekis Hati Kudus di Italia.

Sebelum bertugas, mereka menjalani latihan intensif selama dua minggu di bawah arahan Atase Pertahanan RI di Roma, Kolonel Laut (P) Profidol Andre Mantiri Dotulung.

Baca juga: Suntiang dan Songket Minangkabau Hiasi Perlengkapan Ibadah pada HUT RI

Komandan Paskibra, Suster Maria Josephine, mengaku tidak pernah membayangkan seorang biarawati dapat menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera di kantor perwakilan Indonesia di luar negeri.

“Waktu pertama-tama saya tidak tahu kalau suster juga bisa ikut pasukan pengibar bendera. Tapi ketika tiba di Italia pada tahun 2020, saya diberitahu bahwa kongregasi kami sejak tahun 2014 sudah diberi kepercayaan oleh KBRI Vatikan untuk berpartisipasi dalam memeriahkan perayaan 17 Agustus menjadi anggota Paskibra,” kata Maria.

Menurut dia, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang berkesan karena para biarawati tetap dapat mengambil bagian dalam perayaan kemerdekaan Indonesia meski berada jauh dari Tanah Air.

“Hal ini merupakan pengalaman luar biasa. Meskipun kami seorang suster, tapi bisa berpartisipasi untuk memeriahkan acara 17 Agustus,” ujarnya.

Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

Solidaritas terhadap korban gempa NTT tidak berhenti pada doa bersama. KBRI untuk Takhta Suci bersama Ikatan Rohaniwan dan Rohaniwati Indonesia di Kota Keabadian (IRRIKA) juga menggelar penggalangan dana.

Donasi dikumpulkan sepanjang rangkaian perayaan HUT RI melalui kotak yang disiapkan panitia. Dana yang terkumpul kemudian dihitung dan diumumkan kepada warga yang hadir.

Selanjutnya, donasi akan disalurkan IRRIKA kepada korban bencana melalui Caritas Indonesia.

Selepas upacara, peringatan kemerdekaan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan ramah tamah. Berbagai makanan Indonesia, mulai dari nasi kuning, bakso, telur balado, sambal goreng hati, hingga es mambo disajikan untuk para WNI.

KBRI juga menggelar final lomba karaoke bertajuk KARBONARA atau Karaoke Bersama Gaya Nusantara. Lima finalis membawakan lagu wajib “Tanah Airku” ciptaan Ibu Soed serta lagu pilihan bernuansa Indonesia.

Bagi WNI yang tinggal jauh dari Indonesia, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk kembali merasakan kedekatan dengan Tanah Air sekaligus memperkuat solidaritas dengan masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi bencana.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Kopi, QRIS, dan Geliat Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi
Kopi, QRIS, dan Geliat Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi
Aktual
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Aktual
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Aktual
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Aktual
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Aktual
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Aktual
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Aktual
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2027, Niat, dan Keutamaannya
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2027, Niat, dan Keutamaannya
Aktual
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Wagub Jateng Pastikan Anak-anak Didampingi
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Wagub Jateng Pastikan Anak-anak Didampingi
Aktual
Prabowo Salurkan Bantuan untuk Pesantren Gontor, Berharap Santri Jadi SDM Unggul
Prabowo Salurkan Bantuan untuk Pesantren Gontor, Berharap Santri Jadi SDM Unggul
Aktual
Menag Sebut Ekonomi Syariah RI seperti Raksasa Tidur, Soroti Potensi Masjid
Menag Sebut Ekonomi Syariah RI seperti Raksasa Tidur, Soroti Potensi Masjid
Aktual
Surat Santri untuk Prabowo: Jangan Biarkan Biaya Kuliah Menghalangi Cita-cita
Surat Santri untuk Prabowo: Jangan Biarkan Biaya Kuliah Menghalangi Cita-cita
Aktual
Kisah Abdullah bin Jahsy, Sahabat yang Dipercaya Nabi Memimpin Ekspedisi Nakhlah
Kisah Abdullah bin Jahsy, Sahabat yang Dipercaya Nabi Memimpin Ekspedisi Nakhlah
Aktual
Jemaah Haji Lansia di Manggarai Barat Kini Bisa Urus Paspor di Kantor Kemenhaj
Jemaah Haji Lansia di Manggarai Barat Kini Bisa Urus Paspor di Kantor Kemenhaj
Aktual
Wamenhaj Sebut Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji
Wamenhaj Sebut Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar