Penulis
KOMPAS.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor H Addin Jauharudin meminta seluruh kader Ansor untuk menjaga suasana kebatinan masyarakat Indonesia menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Permintaan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) GP Ansor yang dihadiri ketua dan perwakilan dari Pimpinan Wilayah Ansor seluruh Indonesia di Jakarta, Jumat (21/8).
Addin menyoroti kondisi bangsa yang sedang menghadapi kesedihan, seperti yang dialami masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan di Kalimantan.
“Belakangan ini kita merasakan kesedihan yang dipikul saudara kita di NTT, kebakaran hutan di Kalimantan. Ini kondisi yang patut kita jadikan kontemplasi, mendoakan agar Indonesia selalu dalam lindungan Allah Swt,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Minggu (23/8/2026).
Baca juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, Makam Gus Dur di Tebuireng Dibuka 24 Jam
Menurut Addin, dalam kondisi Indonesia yang membutuhkan kepekaan sosial, kader Ansor harus mengedepankan sikap humanis, terutama menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
“Saya masih meyakini bahwa apa yang terjadi di tubuh Nahdlatul Ulama, akan berdampak dengan kondisi Indonesia. Oleh karena itu, dengan menjaga suasana tetap kondusif, maka sebenarnya kita juga ikut menjaga Indonesia,” imbuhnya.
Menyambung dinamika menjelang muktamar NU, Addin menekankan soliditas kader dan organisasi, menyatakan bahwa muktamar hendaknya dirayakan dengan gembira.
GP Ansor beserta Banser menjamin keamanan dan kenyamanan selama muktamar berlangsung.
Addin berharap hasil Muktamar dapat memberikan kontribusi positif bagi beragam persoalan bangsa dan negara.
Ia memandang PBNU ke depan bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan masalah ekonomi, pendidikan, dan sosial dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.
“Tantangan bernegara ke depan tidak mudah, olehnya kita harapkan PBNU hadir untuk terlibat menyelesaikan persoalan yang ada. Berjalan seiringan dengan pemerintah, dengan pihak-pihak terkait dan seluruh komponen masyarakat dalam menangani problem kerakyatan dan memberikan masukan kritis-konstruktif dalam rangka perbaikan,” tuturnya.
Addin juga menginstruksikan kader untuk mempererat hubungan dengan para kiai di daerah, tokoh lokal, serta melakukan ziarah dan doa untuk raja-raja nusantara demi menyambung energi spiritual dalam menjaga semangat kebangsaan.
“Lakukan kegiatan doa bersama yang melibatkan tokoh lintas agama dan golongan, silaturahmi ke tokoh adaf, agama dan masyarakat. Aktif mengokohkan sinergi dengan berbagai kelompok masyarakat meringankan beban masyarakat, menjaga persatuan dan perdamaian,” ucapnya.
Baca juga: Cara Registrasi Peserta Muktamar Ke-35 NU, dari Penjemputan hingga Dapat ID Card
Selain ajakan menjaga suasana kebatinan, Rakornas GP Ansor juga mematangkan agenda organisasi di bidang kaderisasi, penguatan kelembagaan, keterlibatan partisipatif dalam swasembada pangan, serta aktivasi ekonomi dan kemandirian organisasi melalui Badan Usaha Milik Ansor (BUMA).
“Karena para pendahulu kita, Mbah Wahab, H Hasan Gipo juga mempunyai gagasan luar biasa tentang ekonomi. Melalui Nahdlatut Tujjar dan konsep koperasi seperti Syirkatul ‘Inan, termasuk secara personal kesemuanya aktif memperkuat ekonomi kaum Nahdliyin,” tutupnya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT