Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Begini Seharusnya Sikap Seorang Muslim Ketika Hidup Tak Sesuai Rencana

Kompas.com, 27 Agustus 2026, 17:58 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana karena kesehatan, keluarga, ekonomi, maupun masa depan dapat berubah sewaktu-waktu.

Dalam menghadapi ketidakpastian tersebut, seorang Muslim dituntut tetap berpegang pada keimanan, melakukan ikhtiar, serta menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.

Pesan tersebut disampaikan Dewan Pakar Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Untung Cahyono, dalam Pengajian Malam Selasa pada Senin (24/8/2026).

Baca juga: 5 Makna Ikhlas dalam Al-Quran Sebagai Panduan Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Kehidupan Seorang Muslim

Cara Menghadapi Hidup yang Tidak Sesuai Rencana

Untung mengajak jamaah merenungkan makna berislam ketika situasi dan kondisi kehidupan tidak selalu sesuai harapan.

Menurutnya, menjalankan ajaran Islam cenderung lebih mudah ketika kebutuhan terpenuhi, kesehatan terjaga, dan kehidupan keluarga berlangsung tenang.

Namun, keadaan dapat berubah sewaktu-waktu. Seseorang yang sebelumnya memiliki waktu cukup untuk beribadah, misalnya, dapat menghadapi kondisi berbeda ketika anggota keluarga jatuh sakit dan membutuhkan perhatian serta perawatan.

Baca juga: Mengenal 6 Rukun Iman dan Penjelasannya Lengkap

“Berislam dalam kondisi yang seperti itu menjadi tidak mudah,” ujarnya.

Persoalan kehidupan juga memiliki tingkat dan cakupan yang beragam. Ketidakpastian dapat dialami secara pribadi, kemudian meluas ke keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.

Karena itu, umat Islam perlu mampu menentukan sikap terbaik dalam berbagai keadaan tanpa kehilangan pegangan keagamaannya.

Dunia Bersifat Sementara dan Selalu Berubah

Salah satu dasar penting dalam menghadapi ketidakpastian, menurut Untung, adalah menyadari bahwa dunia bersifat sementara dan terus mengalami perubahan. Kondisi yang saat ini terasa baik, nyaman, dan stabil dapat berubah pada waktu berikutnya.

Ia menggambarkan hal tersebut melalui pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Harta, kendaraan, rumah, fasilitas, maupun berbagai kesenangan yang pernah memberikan kepuasan memiliki keterbatasan dan tidak bersifat kekal.

“Dunia itu bersifat sementara dan penuh perubahan,” katanya.

Karena itu, manusia diingatkan agar tidak menjadikan kesenangan dunia sebagai tujuan akhir kehidupan.

Harta, jabatan, popularitas, dan kepuasan materi dapat menjadi bagian dari kehidupan, tetapi semuanya memiliki batas dan pada akhirnya dapat hilang atau ditinggalkan.

Sebaliknya, kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang lebih baik dan lebih kekal.

Untung menekankan bahwa kenikmatan akhirat dalam keyakinan Islam tidak dibatasi oleh kerusakan, kelelahan, kesedihan, maupun kebosanan, dengan puncak kenikmatan berupa rida Allah SWT.

Dalam kajiannya, ia juga mengutip makna Surah an-Nahl ayat 96 bahwa apa yang ada pada manusia akan lenyap, sedangkan apa yang ada di sisi Allah akan kekal.

Bagi Untung, ayat tersebut menjadi pengingat agar manusia tidak menggantungkan seluruh orientasi hidup pada sesuatu yang bersifat sementara.

Ketidakpastian Menjadi Ujian Keimanan

Kesadaran bahwa dunia terus berubah juga berkaitan dengan cara seorang Muslim memahami ujian kehidupan.

Untung menjelaskan bahwa ketidakpastian bukan semata sesuatu yang harus ditakuti, tetapi dapat menjadi ujian untuk mengukur kualitas iman.

Ia merujuk Surah al-Ankabut ayat 2 yang menegaskan bahwa manusia tidak cukup hanya mengatakan telah beriman tanpa mengalami ujian.

Kehidupan tidak seharusnya dijalani dengan sikap terlalu merasa aman atau terlena karena setiap orang perlu menyadari bahwa ujian merupakan bagian dari perjalanan manusia.

Ujian dapat hadir dalam berbagai bentuk, seperti ketakutan, kekurangan harta, kehilangan orang yang dicintai, persoalan kesehatan, maupun kesulitan lainnya.

Hal yang penting adalah bagaimana seseorang menerima, menjalani, dan mengambil pelajaran dari ujian tersebut dengan kesabaran.

“Ketidakpastian adalah ujian untuk menguji kualitas iman manusia,” katanya.

Iman kepada Qada dan Qadar Bukan Alasan Berhenti Berusaha

Untung kemudian menghubungkan ketidakpastian dengan konsep qada dan qadar.

Menurutnya, iman kepada takdir semestinya memberikan ketenangan kepada manusia ketika menghadapi berbagai peristiwa dalam kehidupan.

Ia menjelaskan qada sebagai ketetapan Allah SWT yang bersifat azali, sedangkan qadar dipahami sebagai ketentuan atau ukuran nyata dari ketetapan Allah dalam kehidupan manusia.

Keduanya menjadi bagian dari landasan keimanan seorang Muslim dalam memahami perjalanan hidup.

Meski demikian, iman kepada takdir tidak boleh berubah menjadi sikap fatalistis. Meyakini qada dan qadar bukan berarti manusia berhenti berusaha dan menyerahkan seluruh kehidupannya tanpa ikhtiar.

“Iman kepada takdir bukan berarti diam tanpa usaha,” tegasnya.

Seorang Muslim Wajib Berikhtiar, Berdoa, dan Bertawakal

Seorang Muslim, menurut Untung, tetap harus bekerja, berusaha, dan berdoa. Tawakal dilakukan setelah seseorang menjalankan ikhtiar secara maksimal, bukan dijadikan alasan untuk menutup jalan usaha.

Sikap pasrah tanpa ikhtiar justru dapat berbahaya, terutama apabila berkembang di kalangan generasi muda. Seseorang tidak seharusnya hanya menunggu perubahan dengan alasan bahwa segala sesuatu telah ditentukan.

Manusia tetap memiliki tanggung jawab untuk berhati-hati, mencari jalan keluar, bekerja, dan memperbaiki keadaan. Setelah usaha dilakukan, hasil akhirnya kemudian diserahkan kepada Allah SWT.

Hikmah Beriman kepada Qada dan Qadar

Menurut Untung, keimanan kepada qada dan qadar memiliki sejumlah hikmah dalam menjalani kehidupan.

Di antaranya menumbuhkan kesabaran dan ketabahan ketika menghadapi musibah, melahirkan kerendahan hati saat memperoleh keberhasilan, serta menjaga optimisme ketika mengalami kegagalan.

Keimanan kepada Allah juga seharusnya membuat manusia tidak mudah putus asa. Kesulitan tidak selalu menjadi akhir perjalanan karena seseorang dapat mengalami kegagalan, kehilangan, atau kenyataan yang tidak sesuai dengan rencana, tetapi keadaan tersebut tidak boleh menghentikan usaha untuk bangkit.

Hidup yang tidak sesuai rencana merupakan bagian dari ketidakpastian yang dapat dihadapi setiap manusia.

Bagi seorang Muslim, kondisi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat iman, tetap berikhtiar, bersabar, dan bertawakal kepada Allah SWT.

Dengan sikap tersebut, kegagalan maupun kesulitan tidak harus menjadi alasan untuk berhenti melangkah.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar