Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tim Sisir Semut Disiagakan untuk Jaga Kebersihan Lokasi Muktamar ke-35 NU

Kompas.com, 29 Agustus 2026, 11:32 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Ratusan santri dan alumni Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, turut mendukung pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dengan turun tangan menjaga kebersihan di sejumlah venue.

Mereka disiagakan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lokasi selama rangkaian Muktamar NU yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Baca juga: Drone Show Muktamar ke-35 NU Jombang Tampilkan Wajah Pendiri NU

Ratusan Sukarelawan Kebersihan Disiagakan

Dilansir dari Tribunnews.com, salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Gedung Serbaguna (GSG) Ponpes Bahrul Ulum, yang digunakan sebagai venue sidang pleno Muktamar ke-35 NU sejak Jumat (28/8/2026) pagi.

Penanggung Jawab Keamanan GSG, Agus, mengatakan ratusan sukarelawan dikerahkan untuk memastikan area kegiatan tetap bersih dan nyaman bagi para muktamirin.

Baca juga: Mantan Jubir Gus Dur Dorong NU Perkuat Peran Global dan Respons Konflik Dunia

“Demi kenyamanan muktamirin,” kata Agus, Penanggungjawab Keamanan GSG, Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan pantauan TribunJatim.com di lokasi, para petugas kebersihan yang terdiri dari santri dan alumni langsung bekerja ketika sidang pleno memasuki waktu jeda.

Mereka menyebar ke berbagai sudut gedung untuk mengumpulkan sampah yang ditinggalkan peserta selama kegiatan berlangsung.

Kebersihan Dijaga, Petugas Bergerak dalam Tiga Shift

Untuk menjaga kebersihan sepanjang rangkaian kegiatan, petugas bekerja menggunakan sistem pembagian waktu secara bergiliran.

Sistem tersebut diterapkan agar kebersihan venue tetap terpantau, termasuk ketika kegiatan Muktamar berlangsung hingga malam hari.

“Nanti ada tiga shift, yaitu pagi, siang dan malam,” tandasnya.

Agus menjelaskan, panitia lokal telah menginstruksikan agar aspek kebersihan menjadi salah satu perhatian selama Muktamar ke-35 NU. Petugas kemudian ditempatkan di berbagai venue sesuai dengan kebutuhan kegiatan.

“Jadi kami dibagi di berbagai venue, baik itu di menara, di tempat-tempat sidang, atau bahkan di sekitaran lokasi,” ungkapnya.

Ada Tim Sisir Semut Keliling

Petugas kebersihan tidak hanya bertugas di dalam gedung atau venue Muktamar. Area di luar kompleks Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas juga menjadi bagian yang dipantau untuk mencegah sampah menumpuk di sekitar lokasi kegiatan.

Agus mengatakan, tim khusus secara rutin berkeliling untuk menyisir jalan dan kawasan sekitar Muktamar.

Salah satunya dilakukan oleh Tim Sisir Semut yang bertugas membersihkan sampah di jalan-jalan sekitar area kegiatan.

“Jadi kami, contoh ada tim Sisir Semut yang setiap hari keliling jalan untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di jalanan,” ujarnya.

Pembersihan dilakukan selama seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU berlangsung. Melalui pembagian petugas di berbagai venue dan sistem kerja tiga shift, kebersihan lingkungan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas dijaga di tengah padatnya aktivitas peserta dan muktamirin.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul "Ratusan Santri Disiagakan Jaga Kebersihan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang". 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Baca tentang


Terkini Lainnya
Sholat di Kendaraan Saat Perjalanan, Kapan Diperbolehkan?
Sholat di Kendaraan Saat Perjalanan, Kapan Diperbolehkan?
Aktual
Orang Tua Kesulitan Ekonomi, Zakat Anak Tak Bisa Sembarangan Diberikan
Orang Tua Kesulitan Ekonomi, Zakat Anak Tak Bisa Sembarangan Diberikan
Aktual
Sholat Berjamaah Dimulai, Bolehkah Menyelesaikan Sholat Sunnah?
Sholat Berjamaah Dimulai, Bolehkah Menyelesaikan Sholat Sunnah?
Aktual
Tak Harus Menunggu Orang Tua Tiada, Ini Cara Berbakti Lewat Sedekah
Tak Harus Menunggu Orang Tua Tiada, Ini Cara Berbakti Lewat Sedekah
Aktual
Mengapa Bunuh Diri Dilarang dalam Islam? Ini Dalil Larangannya dalam Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Bunuh Diri Dilarang dalam Islam? Ini Dalil Larangannya dalam Al-Qur'an dan Hadis
Aktual
Dana Haji Rp185,73 Triliun, BPKH Soroti Tantangan Pengelolaan Jangka Panjang
Dana Haji Rp185,73 Triliun, BPKH Soroti Tantangan Pengelolaan Jangka Panjang
Aktual
Perbedaan Fajar Shadiq dan Fajar Kadzib yang Terkait dengan Awal Waktu Subuh
Perbedaan Fajar Shadiq dan Fajar Kadzib yang Terkait dengan Awal Waktu Subuh
Aktual
Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Orang yang Meninggal? Ini Penjelasannya
Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Orang yang Meninggal? Ini Penjelasannya
Aktual
Adzan Sebelum Masuk Waktu Subuh Disebut Apa? Ini Penjelasan Fungsi, Dalil, dan Hukumnya
Adzan Sebelum Masuk Waktu Subuh Disebut Apa? Ini Penjelasan Fungsi, Dalil, dan Hukumnya
Aktual
Mengapa Memuliakan Kaum Duafa Bisa Menjadi Jalan Pertolongan Allah?
Mengapa Memuliakan Kaum Duafa Bisa Menjadi Jalan Pertolongan Allah?
Aktual
3 Amalan Terpuji yang Justru Berujung Siksaan di Akhirat, Waspadai Riya
3 Amalan Terpuji yang Justru Berujung Siksaan di Akhirat, Waspadai Riya
Aktual
PUI Kecam Serangan Houthi di Arab Saudi, Minta Pemerintah RI Lindungi Jemaah Umrah
PUI Kecam Serangan Houthi di Arab Saudi, Minta Pemerintah RI Lindungi Jemaah Umrah
Aktual
Rajin Beribadah, tetapi Mengganggu Tetangga? Ini Pesan Majelis Tabligh Muhammadiyah
Rajin Beribadah, tetapi Mengganggu Tetangga? Ini Pesan Majelis Tabligh Muhammadiyah
Aktual
Lukman Hakim Bicara Dakwah Damai di Ngruki, Apa Maksudnya?
Lukman Hakim Bicara Dakwah Damai di Ngruki, Apa Maksudnya?
Aktual
Menag Soroti Legalitas Ijazah Pesantren, Pastikan Pengakuan Lulusan
Menag Soroti Legalitas Ijazah Pesantren, Pastikan Pengakuan Lulusan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar