Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mars Fatayat NU: Lirik, Makna, dan Sejarah Singkat Fatayat Nahdlatul Ulama

Kompas.com, 30 Agustus 2026, 09:31 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

Sumber NU Online

KOMPAS.com — Mars Fatayat NU menjadi salah satu lagu organisasi yang kerap dinyanyikan dalam berbagai kegiatan resmi Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), mulai dari pelantikan pengurus, konferensi, kaderisasi, hingga agenda organisasi lainnya.

Mars tersebut bukan sekadar pelengkap acara. Di dalamnya terkandung sejumlah nilai yang menjadi identitas Fatayat NU, mulai dari pengabdian kepada agama dan bangsa, pembentukan perempuan berkepribadian luhur, hingga peneguhan Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Mars Fatayat NU kembali menjadi relevan di tengah penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Fatayat NU turut hadir dalam rangkaian Muktamar melalui Fatayat NU Connect 2026 yang mengangkat sejumlah isu perempuan dan sosial.

Lantas, seperti apa Mars Fatayat NU dan apa makna yang terkandung di dalamnya?

Baca juga: Muktamar NU Usul UKT PTN Tak Hanya Berdasarkan Pekerjaan Orangtua

Mengenal Mars Fatayat NU

Fatayat NU merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama yang menjadi wadah bagi perempuan muda NU.

Fatayat NU resmi berdiri di Surabaya, Jawa Timur, pada 24 April 1950. Dalam perjalanannya, organisasi ini bergerak dalam berbagai bidang, mulai dari keagamaan hingga sosial kemasyarakatan dan kebangsaan.

Mengutip NU Online, Fatayat NU berasaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan Pancasila sebagai dasar negara.

Nilai-nilai tersebut turut tercermin dalam Mars Fatayat NU yang menjadi salah satu identitas organisasi.

Mars tersebut menggambarkan cita-cita membentuk perempuan muda yang memiliki kepribadian luhur serta memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Baca juga: Fatayat NU Bawa Isu Perempuan dan Anak ke Muktamar Ke-35 NU

Makna Mars Fatayat NU

Salah satu pesan yang menonjol dalam Mars Fatayat NU adalah pentingnya perempuan muda memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.

Pesan tersebut menggambarkan hubungan antara pengabdian keagamaan dan kontribusi terhadap kehidupan berbangsa.

Mars Fatayat NU juga menggambarkan karakter yang diharapkan tumbuh dalam diri para kader, di antaranya memiliki kepribadian luhur, setia, terampil, dan jujur.

Nilai tersebut sejalan dengan tujuan Fatayat NU untuk membentuk perempuan muda yang bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, cakap, bertanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Selain itu, mars tersebut menegaskan Pancasila, Al-Quran dan Sunnah, serta Ahlussunnah wal Jamaah sebagai bagian dari landasan dan identitas Fatayat NU.

Dengan demikian, pesan dalam Mars Fatayat NU tidak hanya berbicara mengenai identitas keagamaan, tetapi juga mengenai karakter dan tanggung jawab sosial perempuan.

Lirik Mars Fatayat NU

Mengutip NU Online, Mars Fatayat NU memuat pesan mengenai asas, karakter, serta tujuan perjuangan organisasi.

Bagian awal mars antara lain berbunyi, "Fatayat Nahdlatul Ulama, teladan pemudi utama."

Lirik selanjutnya membawa pesan tentang pengabdian kepada bangsa dan agama, pembentukan perempuan berkepribadian luhur, serta cita-cita mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Pada bagian berikutnya, Mars Fatayat NU menegaskan Pancasila sebagai asas serta Al-Qur'an, Sunnah, dan Ahlussunnah wal Jamaah sebagai bagian dari landasan nilai organisasi.

Lirik lengkap Mars Fatayat NU:

Fatayat Nahdlatul Ulama
Teladan pemudi utama
Berguna bagi nusa bangsa
Menjunjung tinggi agama
Fatayat Nahdlatul Ulama
Wanita berpribadi luhur
Setia, terampil, dan jujur
Menuju masyarakat adil makmur
Fatayat berasas Pancasila
Bersendi Al-Qur’an dan Sunnah Ahlussunnah wal jama’ah
Menuju ridho Allah (2x)

Kapan Mars Fatayat NU Dinyanyikan?

Mars Fatayat NU umumnya dinyanyikan dalam berbagai kegiatan organisasi, seperti pelantikan pengurus, konferensi, kaderisasi, maupun agenda resmi Fatayat NU lainnya.

Dinyanyikan secara bersama-sama, mars menjadi salah satu sarana untuk mengingatkan kader terhadap identitas, nilai, serta tujuan organisasi.

Mars juga menjadi simbol kebersamaan anggota Fatayat NU yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Fatayat NU dan Peran Perempuan Muda

Nilai yang terkandung dalam Mars Fatayat NU juga berkaitan dengan peran yang dijalankan organisasi dalam kehidupan masyarakat.

Fatayat NU menjadi salah satu ruang bagi perempuan muda untuk mengembangkan kapasitas sekaligus terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.

Kegiatan Fatayat NU mencakup sejumlah isu yang dekat dengan kehidupan perempuan dan keluarga, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, hingga kehidupan sosial dan keagamaan.

Dalam rangkaian Muktamar Ke-35 NU di Jombang, misalnya, Fatayat NU menghadirkan Fatayat NU Connect 2026 yang memuat kegiatan literasi, pemberdayaan perempuan, ekonomi, hingga kegiatan sosial.

Berbagai aktivitas tersebut menjadi salah satu bentuk penerjemahan nilai yang terdapat dalam Mars Fatayat NU ke dalam kegiatan organisasi.

Dengan demikian, Mars Fatayat NU tidak hanya menjadi lagu yang dinyanyikan dalam acara resmi, tetapi juga memuat identitas dan cita-cita organisasi dalam membentuk perempuan muda yang berakhlak, terampil, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Baca tentang


Terkini Lainnya
Benarkah Tidur Setelah Subuh Tidak Baik dalam Islam? Ini Penjelasannya
Benarkah Tidur Setelah Subuh Tidak Baik dalam Islam? Ini Penjelasannya
Aktual
Gus Ipang Bocorkan Kesiapan Kiai Imam Jazuli Masuk Bursa Ketum PBNU
Gus Ipang Bocorkan Kesiapan Kiai Imam Jazuli Masuk Bursa Ketum PBNU
Aktual
Mars Fatayat NU: Lirik, Makna, dan Sejarah Singkat Fatayat Nahdlatul Ulama
Mars Fatayat NU: Lirik, Makna, dan Sejarah Singkat Fatayat Nahdlatul Ulama
Aktual
Voting Muktamar NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih AHWA, Ini Mekanismenya
Voting Muktamar NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih AHWA, Ini Mekanismenya
Aktual
Muktamar NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih Lewat AHWA, 401 Suara Setuju
Muktamar NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih Lewat AHWA, 401 Suara Setuju
Aktual
Bandung Menuju Kota Kuliner, AKAR Soroti Restoran Nonhalal dan Fasilitas Ibadah
Bandung Menuju Kota Kuliner, AKAR Soroti Restoran Nonhalal dan Fasilitas Ibadah
Aktual
Muktamar NU Usul UKT PTN Tak Hanya Berdasarkan Pekerjaan Orangtua
Muktamar NU Usul UKT PTN Tak Hanya Berdasarkan Pekerjaan Orangtua
Aktual
Badan Usaha Milik Ansor Rambah Bisnis Kendaraan Listrik dan Panel Surya
Badan Usaha Milik Ansor Rambah Bisnis Kendaraan Listrik dan Panel Surya
Aktual
Fatayat NU Bawa Isu Perempuan dan Anak ke Muktamar Ke-35 NU
Fatayat NU Bawa Isu Perempuan dan Anak ke Muktamar Ke-35 NU
Aktual
Berapa Kali Takbir Shalat Istisqa? Ini Pendapat Ulama dan Tata Caranya
Berapa Kali Takbir Shalat Istisqa? Ini Pendapat Ulama dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Panduan Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Tata Cara, Doa, Khutbah, Waktu Pelaksanaan, dan Dalilnya
Panduan Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Tata Cara, Doa, Khutbah, Waktu Pelaksanaan, dan Dalilnya
Doa dan Niat
Setelah Muktamar NU, Apa Gagasan Besar yang Dibawa Pulang?
Setelah Muktamar NU, Apa Gagasan Besar yang Dibawa Pulang?
Aktual
Mengenal Salat Istisqa, Lengkap dengan Niat, Tata Cara, dan Doanya
Mengenal Salat Istisqa, Lengkap dengan Niat, Tata Cara, dan Doanya
Doa dan Niat
Shalat Istisqa di Kaltim Hari Ini Digalar di 3 Lokasi: Samarinda, Balikpapan dan Kukar
Shalat Istisqa di Kaltim Hari Ini Digalar di 3 Lokasi: Samarinda, Balikpapan dan Kukar
Aktual
Shalat Istisqa Pontianak, KH Ahmad Zamroni Ajak Warga Introspeksi dan Hentikan Pembakaran Lahan
Shalat Istisqa Pontianak, KH Ahmad Zamroni Ajak Warga Introspeksi dan Hentikan Pembakaran Lahan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar