Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

75 Ribu Orang Berebut Jadi Petugas Haji 2027, yang Diterima Kurang dari 1.000 Orang

Kompas.com, 3 September 2026, 08:32 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Minat masyarakat untuk menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun ini sangat tinggi. Kementerian Haji dan Umrah mencatat sekitar 75.000 orang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi petugas haji.

Namun, jumlah peserta yang akan diterima nantinya dipastikan jauh lebih sedikit, yakni kurang dari 1.000 orang.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, tingginya jumlah pendaftar tidak terlepas dari sejumlah perubahan yang dilakukan pemerintah dalam proses rekrutmen PPIH tahun ini.

Salah satu perubahan utama adalah pelaksanaan seleksi yang kini bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dengan skema tersebut, peserta tidak lagi harus datang ke Jakarta untuk mengikuti tahapan seleksi. Tes dapat dilakukan di daerah masing-masing melalui fasilitas yang bekerja sama dengan BKN.

Baca juga: Terapkan Standar Baru, Seleksi Petugas Haji 2027 Gandeng BKN dan Terapkan Segel Ruangan

“Banyak perubahan drastis dalam rekrutmennya. Jadi di setiap daerah, kalau dulu itu tesnya harus ke Jakarta. Tahun ini semuanya bisa di daerah masing-masing, bekerja sama dengan BKN,” ujar Dahnil seusai menghadiri Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Asrama Haji Banten, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (2/9/2026).

Menurut Dahnil, perubahan sistem tersebut dilakukan agar proses rekrutmen petugas haji menjadi lebih efektif sekaligus memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat dari berbagai daerah.

75 Ribu Pendaftar Ikuti Seleksi

Dahnil menjelaskan, sekitar 75.000 orang yang telah mendaftar akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi sebelum ditetapkan sebagai petugas haji.

Salah satu tahapan yang harus dilalui peserta adalah Computer Assisted Test (CAT).

“Ini ada tes CAT hari ini, nanti kemudian setelah itu akan diumumkan hasilnya,” kata Dahnil.

Dari puluhan ribu peserta tersebut, pemerintah nantinya akan melakukan penyaringan secara ketat untuk mendapatkan calon petugas yang memenuhi kualifikasi.

Jumlah yang diterima diperkirakan di bawah 1.000 orang, sehingga persaingan untuk menjadi petugas haji tahun ini cukup ketat.

Rekrutmen Petugas Haji Dibuat Lebih Transparan

Dahnil mengatakan, kerja sama dengan BKN juga merupakan bagian dari pembenahan sistem rekrutmen petugas haji.

Selain membuat proses seleksi lebih mudah diakses, mekanisme tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi dalam proses perekrutan.

“Kerja sama dengan BKN juga menjadi bagian dari pembenahan sistem rekrutmen agar proses seleksi dapat berlangsung lebih transparan dan menjangkau calon petugas dari berbagai daerah,” ujarnya.

Baca juga: Link Download Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap dan Siap Digunakan

Dengan tingginya jumlah pendaftar dan terbatasnya kuota yang tersedia, pemerintah berharap seleksi PPIH dapat menghasilkan petugas yang memiliki kompetensi dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji.

Petugas yang terpilih nantinya akan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama dalam memberikan pelayanan, perlindungan, serta pendampingan kepada jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar