KOMPAS.com - Puasa sunnah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk menambah pahala sekaligus melatih ketakwaan.
Selama September 2027, umat Islam dapat mengamalkan dua puasa sunnah utama, yaitu puasa Senin-Kamis dan puasa Ayyamul Bidh yang bertepatan dengan tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Selain mengetahui jadwalnya, seorang Muslim juga dianjurkan memahami niat puasa sunnah serta keutamaan hari-hari tersebut sebagaimana diajarkan dalam hadis sahih.
Jadwal Ayyamul Bidh berikut mengacu pada kalender Hijriah 1449 H dan masih bersifat perkiraan hingga penetapan resmi awal bulan oleh otoritas berwenang.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hari Senin dan Kamis merupakan waktu ketika amal manusia diperlihatkan kepada Allah SWT. Beliau bersabda:
تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ، فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Tu‘raḍul a‘mālu yaumal-itsnaini wal-khamīs, fa uḥibbu an yu‘raḍa ‘amalī wa anā ṣā’im.
Baca juga: Cara Mengecek Hadis Viral di Media Sosial
Artinya: “Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku senang ketika amalku diperlihatkan dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (HR Jami’ at-Tirmidzi No. 747)
Hadis ini menjadi dasar mengapa puasa Senin dan Kamis termasuk ibadah sunnah yang paling banyak diamalkan oleh Rasulullah SAW.
Sepanjang September 2027 terdapat sembilan puasa Senin-Kamis dan tiga hari Ayyamul Bidh. Pada 16 September, puasa Kamis bertepatan dengan hari ketiga Ayyamul Bidh sehingga keduanya dapat diamalkan pada hari yang sama.
| Tanggal | Hari | Jenis Puasa |
| 2 September 2027 | Kamis | Puasa Kamis |
| 6 September 2027 | Senin | Puasa Senin |
| 9 September 2027 | Kamis | Puasa Kamis |
| 13 September 2027 | Senin | Puasa Senin |
| 14 September 2027 | Kamis | Ayyamul Bidh (13 Rabiul Akhir) |
| 15 September 2027 | Rabu | Ayyamul Bidh (14 Rabiul Akhir) |
| 16 September 2027 | Kamis | Ayyamul Bidh (15 Rabiul Akhir) + Kamis |
| 20 September 2027 | Senin | Puasa Senin |
| 23 September 2027 | Kamis | Puasa Kamis |
| 27 September 2027 | Senin | Puasa Senin |
| 30 September 2027 | Kamis | Puasa Kamis |
Jadwal tersebut dapat menjadi panduan bagi keluarga Muslim yang ingin membiasakan puasa sunnah secara rutin selama September 2027.
Baca juga: Hukum Menyebarkan Potongan Ceramah yang Belum Jelas Kebenarannya
Selain Senin dan Kamis, Rasulullah SAW juga menganjurkan berpuasa tiga hari setiap bulan Hijriah, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15. Hari-hari tersebut dikenal sebagai Ayyamul Bidh atau “hari-hari putih”.
يَا أَبَا ذَرٍّ، إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثًا، فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
Yā Abā Dzarr, idzā shumta minasy-syahri tsalātsan fa shum tsalātsa ‘asyarata wa arba‘a ‘asyarata wa khamsa ‘asyarata.
Artinya: “Wahai Abu Dzar, apabila engkau berpuasa tiga hari setiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.” (HR Jami’ at-Tirmidzi No. 761)
Para ulama menjelaskan bahwa puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan karena dilakukan secara konsisten setiap bulan, sehingga menjadi amalan yang ringan namun bernilai besar di sisi Allah SWT.
Baca juga: Keutamaan Istighfar dan Waktu Terbaik Mengamalkannya
Niat puasa sunnah pada dasarnya dilakukan di dalam hati. Berikut lafaz yang umum diamalkan.
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil-itsnaini sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.”
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil-khamīsi sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”
Sementara untuk Ayyamul Bidh, seseorang cukup berniat menjalankan puasa sunnah tiga hari pertengahan bulan Hijriah karena Allah SWT.
Allah SWT menjelaskan bahwa tujuan utama ibadah puasa ialah membentuk ketakwaan. Firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyāmu kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183)
Meski ayat tersebut berbicara tentang puasa Ramadhan, para ulama menjelaskan bahwa puasa sunnah juga menjadi sarana melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, dan membiasakan diri dalam ketaatan.
Baca juga: Cara Mengajarkan Anak Shalat Tanpa Membuatnya Tertekan
Puasa sunnah memiliki kelonggaran yang tidak dimiliki puasa wajib. Rasulullah SAW pernah berniat berpuasa setelah pagi hari ketika belum makan apa pun.
إِنِّي إِذًا صَائِمٌ
Innī idzan ṣā’im.
Artinya: “Kalau begitu, aku akan berpuasa.” (HR Sahih Muslim No. 1154)
Hadis ini menjadi dalil bahwa seseorang boleh berniat puasa sunnah pada pagi hari selama sejak terbit fajar belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Dengan mengetahui jadwal puasa sunnah September 2027 beserta niat dan keutamaannya, umat Islam dapat menjadikan bulan tersebut sebagai momentum memperbanyak ibadah dan meneladani sunnah Rasulullah SAW secara istiqamah.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.