KOMPAS.com - Surah Al-Mulk adalah surah ke-67 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 30 ayat dan termasuk golongan Makkiyah. Surah ini memiliki keutamaan sebagai pemberi syafaat bagi orang yang membacanya secara istiqamah, sebagaimana dijelaskan dalam hadis sahih Rasulullah SAW.
Selain dikenal sebagai bacaan yang dianjurkan pada malam hari, Surah Al-Mulk berisi pengingat tentang kekuasaan Allah SWT, tujuan penciptaan manusia, serta pentingnya memperbanyak amal saleh. Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak hanya membacanya, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya.
Kata Al-Mulk berarti "Kerajaan” atau “Kekuasaan”. Nama ini diambil dari ayat pertama yang menegaskan bahwa seluruh kekuasaan berada di tangan Allah SWT.
تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Tabārakalladzī biyadihil-mulku wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Alladzī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā, wa huwal-‘azīzul-ghafūr.
Artinya: “Maha Suci Allah yang menguasai segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Al-Mulk: 1–2)
Baca juga: Keistimewaan Al-Mulk: Surat Perlindungan Siksa Kubur
Dua ayat pembuka tersebut menjadi inti kandungan Surah Al-Mulk. Allah menjelaskan bahwa kehidupan dan kematian merupakan ujian bagi manusia untuk melihat siapa yang paling baik amalnya. Ukuran keberhasilan bukan semata banyaknya amal, melainkan kualitas keikhlasan dan ketaatan kepada Allah SWT.
Keutamaan paling masyhur dari Surah Al-Mulk dijelaskan dalam hadis riwayat Imam At-Tirmidzi. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلَاثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ، وَهِيَ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ
Inna sūratan minal-Qur’āni tsalātsūna āyatan syafa‘at lirajulin ḥattā ghufira lah, wa hiya Tabārakalladzī biyadihil-mulk.
Artinya: “Sesungguhnya ada satu surah dalam Al-Qur'an yang terdiri dari tiga puluh ayat. Surah itu memberi syafaat kepada seseorang hingga ia diampuni, yaitu ‘Tabārakalladzī biyadihil-mulk’.” (HR Jami’ at-Tirmidzi No. 2891)
Para ulama menerangkan bahwa syafaat tersebut diperoleh oleh orang yang membaca surah ini dengan iman, menghayati kandungannya, serta berusaha mengamalkan pesan-pesannya dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah SAW juga memberikan teladan dengan membiasakan membaca Surah Al-Mulk sebelum tidur. Hal itu disebutkan dalam hadis berikut.
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةِ وَتَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ
Kānan-nabiyyu ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama lā yanāmu ḥattā yaqra’a Alif Lām Mīm Tanzīlus-Sajdah wa Tabārakalladzī biyadihil-mulk.
Artinya: “Rasulullah SAW tidak tidur hingga membaca Surah As-Sajdah dan Surah Al-Mulk.” (HR Jami’ at-Tirmidzi No. 2892)
Hadis ini menjadi dasar anjuran membaca Surah Al-Mulk pada malam hari. Banyak ulama memandang amalan tersebut sebagai bentuk muhasabah sebelum tidur sekaligus pengingat bahwa kehidupan dunia berada sepenuhnya dalam kekuasaan Allah SWT.
Surah Al-Mulk memuat sejumlah pelajaran penting yang relevan bagi kehidupan seorang Muslim.
Pertama, surah ini mengajak manusia merenungkan kesempurnaan penciptaan langit. Allah menantang manusia untuk berulang kali memandang langit dan tidak akan menemukan cacat sedikit pun pada ciptaan-Nya.
Kedua, Surah Al-Mulk mengingatkan bahwa manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas pendengaran, penglihatan, dan hati yang telah diberikan Allah. Nikmat tersebut tidak hanya digunakan untuk mencari ilmu, tetapi juga mengenali tanda-tanda kebesaran-Nya.
Ketiga, surah ini menggambarkan balasan bagi orang yang beriman dan orang yang mendustakan Allah. Pesan tersebut menegaskan bahwa setiap amal memiliki konsekuensi, sehingga seorang Muslim didorong untuk senantiasa memperbaiki akhlak dan ibadahnya.
Tidak ada ketentuan khusus mengenai jumlah bacaan selain membaca seluruh 30 ayatnya. Waktu yang paling dianjurkan adalah pada malam hari, baik setelah shalat Isya maupun sebelum tidur sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
Baca juga: Surat Al-Mulk: Arab, Latin, Terjemahan, dan Keutamaannya
Agar manfaatnya lebih terasa, membaca Surah Al-Mulk sebaiknya disertai tadabbur atau memahami arti setiap ayat. Dengan demikian, bacaan Al-Qur'an tidak berhenti pada lisan, tetapi juga membentuk cara pandang seorang Muslim terhadap kehidupan, kematian, dan tanggung jawab sebagai hamba Allah.
Surah Al-Mulk mengajarkan bahwa seluruh kerajaan, rezeki, dan kehidupan berada dalam kekuasaan Allah SWT. Kesadaran tersebut menumbuhkan sikap tawakal, rasa syukur, sekaligus semangat untuk memperbanyak amal terbaik selama hidup di dunia.
Karena itu, menjadikan Surah Al-Mulk sebagai bacaan rutin pada malam hari bukan sekadar mengikuti sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengingat tujuan utama kehidupan sebagai bekal menuju akhirat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.