Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Azizah, Lulusan Madrasah yang Raih 14 LoA Kampus Luar Negeri

Kompas.com, 19 September 2026, 07:51 WIB
Reni Susanti

Editor


JAKARTA, KOMPAS.com — Lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta, Azizah Jihan Madina, meraih 14 letter of acceptance (LoA) dari sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.

Dari belasan tawaran tersebut, Azizah memilih melanjutkan studi sarjana Hubungan Internasional di University of Toronto, Kanada.

Studinya didanai melalui Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama.

Azizah memilih jurusan tersebut untuk mempersiapkan diri mengejar cita-citanya menjadi diplomat.

Baca juga: Kisah Adzra, Siswi Madrasah yang Lari 3 Km Setiap Hari demi Jadi Paskibraka Nasional

Ke-14 LoA itu berasal dari Chinese University of Hong Kong Shenzhen, University of Canterbury, North Park University, Graceland University, University of Otago, Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Adelaide University, University of Western Australia, University of Alberta, Monash University, Touro University, University of Auckland, University of Toronto St. George, dan University of Toronto Mississauga.

Beberapa universitas turut menawarkan beasiswa kepada Azizah.

North Park University memberikan International Student Grant sebesar 22.000 dollar AS, University of Otago menawarkan Global Scholarship senilai 15.000 dollar Selandia Baru, sedangkan University of Alberta memberikan beasiswa 8.000 dollar Kanada.

Azizah mengatakan, pencapaian tersebut diperoleh melalui persiapan panjang, mulai dari mengikuti IELTS, melengkapi dokumen, menyusun dan mengirimkan aplikasi, hingga menunggu hasil penerimaan dari setiap universitas.

“Yang pasti harus planning dengan matang. Dari akhir kelas 11, saya membuat rencana yang detail tentang berbagai kampus dan beasiswa yang ingin saya daftar, mulai dari negara, jurusan, kualitas universitas, persyaratan, lingkungan, prospek kerja, dan lain-lain,” ujar Azizah di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Selain mempersiapkan dokumen, Azizah menjaga nilai rapornya tetap berada di atas rata-rata 91. Ia juga memperoleh skor IELTS lebih dari 7.

Menurut dia, capaian akademik dan kemampuan bahasa Inggris menjadi faktor penting untuk memperbesar peluang diterima di perguruan tinggi luar negeri.

Baca juga: Prabowo Targetkan Renovasi Sekolah dan Pesantren, 2.120 Madrasah Diusulkan Direvitalisasi

Kuliah ke luar negeri baru direncanakan saat kelas 11

Keinginan melanjutkan pendidikan ke luar negeri baru muncul ketika Azizah duduk di kelas XI akhir.

Sebelumnya, orangtuanya belum memberikan izin karena mempertimbangkan biaya dan kehidupan di negara lain yang belum familier bagi keluarga.

Namun, setelah berdiskusi dan mendapat dorongan dari guru-guru Cambridge di MAN 4 Jakarta, orangtuanya memberikan izin dengan syarat Azizah memperoleh beasiswa penuh.

Dukungan sekolah kemudian membantu Azizah mempersiapkan rencana studinya.

Guru-gurunya mendorong Azizah mengikuti organisasi, kepanitiaan, dan kompetisi, tetapi tetap mengingatkannya untuk menjaga prestasi akademik.

“Guru-guru saya di MAN 4 Jakarta sangat mendukung untuk menekuni bidang yang saya suka, seperti organisasi, kepanitiaan, dan lomba. Namun, mereka terus mengingatkan saya kepada tujuan utama untuk meraih kampus impian dan menyokong saya secara akademis,” ujarnya.

Semasa sekolah, Azizah pernah menjadi Duta Inisiator Muda Moderasi Beragama 2024 yang diselenggarakan Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama.

Pada 25–31 Oktober 2024, ia juga mewakili MAN 4 Jakarta dalam Workshop Moderasi Beragama bagi Pelajar Lintas Negara MABIMS yang melibatkan peserta dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Di bidang kompetisi, Azizah dua kali meraih juara kedua lomba debat bahasa Indonesia tingkat nasional, masing-masing di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada 2023 dan Universitas Pradita pada 2024.

Ia juga meraih juara ketiga lomba menyanyi bahasa Mandarin di Universitas Al Azhar Indonesia pada 2025.

Azizah aktif mengikuti sejumlah forum Model United Nations (MUN), seperti HIMUN Universitas Indonesia, MISJMUN, dan BINTAROMUN. Kemampuan bahasa Mandarinnya ditunjukkan melalui skor 200 dari 200 dalam ujian Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK) tingkat 1.

Di bidang organisasi, ia pernah menjadi Wakil Ketua Cambridge Club dan Sekretaris Seksi 5 OSIS MAN 4 Jakarta.

Alasan memilih University of Toronto

Sebelum memperoleh beasiswa untuk kuliah di Kanada, Azizah telah diterima di Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada Mei 2026.

Namun, ia memutuskan mengundurkan diri setelah lolos seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit untuk melanjutkan studi di University of Toronto.

Azizah memilih University of Toronto karena jurusan Hubungan Internasional dinilai sejalan dengan cita-citanya menjadi diplomat. Kuliah di luar negeri juga diharapkan memberinya perspektif, pengalaman, dan jejaring internasional.

“Pertimbangan utama saya memilih University of Toronto adalah karena cita-cita saya sebagai diplomat selinear dengan jurusan International Relations yang mengharuskan saya membangun perspektif, paparan, dan koneksi internasional,” tutur dia dalam rilisnya, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Azizah, lingkungan akademik di University of Toronto akan mendukungnya mempelajari berbagai persoalan lokal dan global.

Pengetahuan tersebut ingin digunakannya untuk berkontribusi dalam perlindungan pekerja migran Indonesia.

“University of Toronto di Kanada menjadi pilihan saya di antara 14 LoA lainnya karena berbagai kesempatan yang tersedia di negara, kota, dan kampus,” kata Azizah.

“Lingkungan akademisnya akan sangat mendukung studi saya untuk menelaah berbagai permasalahan dan isu lokal maupun global. Ini juga akan menunjang rencana kontribusi saya berkenaan dengan perlindungan pekerja migran Indonesia,” lanjutnya.

Azizah berencana menjadi diplomat setelah menyelesaikan pendidikan. Namun, ia juga menyiapkan pilihan karier sebagai analis atau pembuat kebijakan publik yang berfokus pada kesejahteraan pekerja migran Indonesia.

Membawa nilai moderasi beragama

Pengalaman sebagai Duta Inisiator Muda Moderasi Beragama akan menjadi bekal Azizah ketika berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang di Kanada.

Ia ingin membawa nilai inklusivitas dengan menghargai keragaman dan perbedaan di lingkungan internasional.

Nilai lainnya adalah kemampuan beradaptasi dan melihat persoalan dari sudut pandang orang lain.

“Di dunia yang dinamis ini, penting bagi pemuda-pemudi Muslim untuk bersikap supel dan nonetnosentris, yaitu tidak melihat dunia dari kacamata pribadi, melainkan memosisikan diri dari perspektif orang lain,” ujarnya.

Dalam kesehariannya, Azizah menerapkan skala prioritas dan menggunakan alat pencatat perkembangan atau tracker untuk mengatur kegiatan akademik maupun organisasi.

“Satu hal yang mungkin membedakan saya dengan orang lain adalah sistem untuk mengorganisasi kegiatan sehari-hari. Saya menerapkan skala prioritas dan menggunakan tracker untuk memastikan semua kewajiban dan tujuan saya berjalan beriringan,” kata Azizah.

Azizah berharap dapat membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya untuk berkontribusi bagi Indonesia, khususnya dalam meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Dari Australia hingga Jepang, BPJPH Teken 39 Kerja Sama Ekosistem Jaminan Produk Halal
Dari Australia hingga Jepang, BPJPH Teken 39 Kerja Sama Ekosistem Jaminan Produk Halal
Aktual
Mengapa Rasulullah Mendahulukan Sisi Kanan dalam Perkara Mulia?
Mengapa Rasulullah Mendahulukan Sisi Kanan dalam Perkara Mulia?
Aktual
Kisah Azizah, Lulusan Madrasah yang Raih 14 LoA Kampus Luar Negeri
Kisah Azizah, Lulusan Madrasah yang Raih 14 LoA Kampus Luar Negeri
Aktual
Kemenag Batasi Penggunaan Ponsel di Sekolah, Ini Aturan Lengkapnya
Kemenag Batasi Penggunaan Ponsel di Sekolah, Ini Aturan Lengkapnya
Aktual
Hukum Menunda Mandi Junub hingga Waktu Subuh, Bolehkah?
Hukum Menunda Mandi Junub hingga Waktu Subuh, Bolehkah?
Aktual
KHGT Muhammadiyah:1 Ramadhan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027
KHGT Muhammadiyah:1 Ramadhan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027
Aktual
100 Tahun Gontor, Puluhan Ribu Santri dan Alumni Sujud Syukur di Masjid Jami Gontor
100 Tahun Gontor, Puluhan Ribu Santri dan Alumni Sujud Syukur di Masjid Jami Gontor
Aktual
Puluhan Ribu Santri dan Alumni Lakukan Sujud Syukur di Peringatan 100 Tahun Gontor
Puluhan Ribu Santri dan Alumni Lakukan Sujud Syukur di Peringatan 100 Tahun Gontor
Aktual
Kemenag Papua: Kerukunan Umat Beragama Jadi Kunci Jaga Perdamaian di Tanah Papua
Kemenag Papua: Kerukunan Umat Beragama Jadi Kunci Jaga Perdamaian di Tanah Papua
Aktual
Tak Hanya di Sekolah, Kemenag Minta Orang Tua Batasi Penggunaan Gawai Anak Paling Lama 2 Jam Sehari
Tak Hanya di Sekolah, Kemenag Minta Orang Tua Batasi Penggunaan Gawai Anak Paling Lama 2 Jam Sehari
Aktual
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Ini Aturan untuk Murid dan Guru
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Ini Aturan untuk Murid dan Guru
Aktual
Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur'an: Batasi Gawai dan TV
Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur'an: Batasi Gawai dan TV
Aktual
5 Akibat Perbuatan Zalim dalam Islam, Ada Azab hingga Datangnya Bencana
5 Akibat Perbuatan Zalim dalam Islam, Ada Azab hingga Datangnya Bencana
Aktual
Hidup Serba Cepat, Mengapa Ibadah Tidak Boleh Tergesa-gesa?
Hidup Serba Cepat, Mengapa Ibadah Tidak Boleh Tergesa-gesa?
Aktual
Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar
Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar