Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang

Kompas.com, 20 September 2026, 11:17 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Kakak beradik asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, meraih prestasi pada MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang.

Zumrotul Luhhfiyyah (Fia) menjadi juara I tafsir Bahasa Inggris putri, sedangkan Durrtul Muqoffa (Ofa) meraih juara II tafsir Bahasa Indonesia putri.

Baca juga: Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Quran: Batasi Gawai dan TV

Keduanya berangkat sebagai kafilah Jawa Tengah asal Kabupaten Rembang yang bersaing di tingkat nasional.

Selain Fia dan Ofa, peserta asal Rembang lainnya, Mahsunatul Afidah, meraih juara harapan III cabang tilawah remaja putri.

Prestasi tersebut diumumkan Ketua Dewan Hakim MTQN XXXI, H. E. Syilibi Syarjaya, saat penutupan MTQN XXXI di Simpang Lima, Semarang, Sabtu (20/9/2026).

Baca juga: Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar

Zumrotul Luhhfiyyah atau Fia berhasil meraih juara I cabang tafsir Bahasa Inggris putri. Posisi juara II diraih Aqmarina Asarah dari Provinsi Aceh, sedangkan juara III diraih Dhiyyan Rifiya dari Kalimantan Timur.

Sementara itu, Durrtul Muqoffa atau Ofa meraih juara II cabang tafsir Bahasa Indonesia putri. Juara I diraih Mauliza Juliantika dari Provinsi Aceh dan juara III diraih Khansa Ilmiya dari Kalimantan Timur.

Bupati Rembang, H. Harno, sempat menemui ketiga peserta setelah penerimaan piala dan menyampaikan selamat atas prestasi yang diraih.

"Kami sangat bangga memiiliki tiga putri yang telah membawa nama baik Rembang. Saya sampaikan terima kasih dan semoga pada MTQN mendatang bisa meraih prestasi lebih baik lagi,” ucapnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Moh. Mukson, mewakili keluarga besar Kemenag Rembang juga menyampaikan selamat dan kebanggaan atas capaian ketiga peserta tersebut.

“Kita menyertakan lima peserta dan tiga di antaranya berhasil meraih prestasi yang luar biasa. Capaian ini kami harap bisa menginspirasi anak-anak muda lain di Rembang untuk terus bersemangat belajar. Prestasi ini tentu tidak lahir dari yang usaha yang biasa saja, mereka bertiga telah berjuang luar biasa,” ungkap Mukson.

Persiapan Fia dan Ofa Jelang MTQN XXXI

Fia menyebut juara I tafsir Bahasa Inggris putri yang diraihnya sebagai karunia Allah SWT. Ia bersyukur karena seluruh tahapan yang dilalui dalam persiapan MTQN XXXI tidak mudah.

Dalam cabang tersebut, Fia harus mempersiapkan dua bidang sekaligus, yakni tahfiz dan tafsir Bahasa Inggris. Ia belajar secara mandiri dengan merangkum sejumlah kitab tafsir dan menerjemahkannya sendiri ke dalam Bahasa Inggris.

Selain belajar mandiri, Fia mengikuti pembinaan secara online dan offline dari LPTQ Pusat dan LPTQ Jawa Tengah. Ia juga harus menjaga hafalan Al-Qur'an sebanyak 30 juz melalui murojaah.

“Lomba terdiri dari dua cabang yaitu tahfiz dan tafsir. Untuk tahfiz saya target sehari dapat beberapa juz. Kemudian tafsirnya saya belajar mulai Maret 2026. Saya baca beberapa kitab tafsir, saya rangkum dan saya pelajari hingga menjelang pelaksanaan MTQN. Beberapa kali juga pembinaan online dan offline dari LPTQ Jawa Tengah dan telah dilakukan karantina selama 1 bulan,” jelasnya.

Fia memilih cabang tafsir Bahasa Inggris karena telah menyukai Bahasa Inggris sejak lama. Kemampuan tersebut dipelajarinya secara otodidak meskipun ia tidak menempuh pendidikan di jurusan Bahasa Inggris.

“Bagi saya Bahasa Inggris cukup menantang. Padahal saya bukan kuliah di jurusan Bahasa Inggris. Saya belajar mandiri, membeli dan mempelajari grammar sendiri, dan terus menambah kosakata setiap hari,” akunya.

Berbeda dengan Fia, Ofa mengikuti cabang tafsir Bahasa Indonesia untuk pertama kalinya pada MTQN XXXI. Ia bersyukur dapat langsung meraih juara II pada keikutsertaan pertamanya di cabang tersebut.

“Alhamdulillah, bersyukur sekali, pertama kali ikut cabang ini dan bisa meraih juara II,” katanya.

Persiapan Ofa dilakukan melalui pembinaan LPTQ secara online dan offline. Ia juga belajar secara mandiri dengan mendapat bimbingan dari orang tua.

“Pelatihan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kami dilatih oleh LPTQ secara online dan offline. Selain itu saya juga belajar mandiri dengan dibimbing orang tua,” kata Ofa.

Atas pengalaman tersebut, Ofa berencana kembali mengikuti MTQN ke-32 pada cabang yang sama.

“Saya mau mencoba lagi di cabang yang sama pada MTQN ke-32. Semoga bisa menampilkan yang terbaik untuk Jawa Tengah,” ucapnya.

Fia dan Ofa merupakan dua peserta MTQ asal Rembang yang telah meraih berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Keduanya merupakan putri pasangan KH Sulaiman dan Nyai Hj. Mundasah, pengasuh Ponpes Al Furqon, Sedan, Rembang. Keduanya tumbuh dari keluarga yang dekat dengan pembelajaran dan pendidikan Al-Qur'an.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Aktual
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Aktual
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Aktual
Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia
Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia
Aktual
Waketum MUI Ingatkan Kufur dan Zalim Sebabkan Hilangnya Nikmat Allah
Waketum MUI Ingatkan Kufur dan Zalim Sebabkan Hilangnya Nikmat Allah
Aktual
Islam Melarang Berkata Kasar dan Menghina, Ini Dalil Al-Qur'an dan Hadisnya
Islam Melarang Berkata Kasar dan Menghina, Ini Dalil Al-Qur'an dan Hadisnya
Aktual
Kiai Hasan kepada Prabowo: Selama Bapak Husnuzan kepada Gontor, Kami pun Husnuzan
Kiai Hasan kepada Prabowo: Selama Bapak Husnuzan kepada Gontor, Kami pun Husnuzan
Aktual
Kisah Mushaf Al Quran yang Dicium Prabowo, Ditulis Santri Gontor Selama 3 Tahun
Kisah Mushaf Al Quran yang Dicium Prabowo, Ditulis Santri Gontor Selama 3 Tahun
Aktual
Tak Hanya Debus, Naskah Kuno Tarekat Rifa’iyyah Nusantara Disorot di Turki
Tak Hanya Debus, Naskah Kuno Tarekat Rifa’iyyah Nusantara Disorot di Turki
Aktual
Dampak Perundungan Menurut Islam, Pelaku Bisa Menjadi Orang Bangkrut di Akhirat
Dampak Perundungan Menurut Islam, Pelaku Bisa Menjadi Orang Bangkrut di Akhirat
Aktual
Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jatim, 6 Pelimpahan Disorot Kemenhaj
Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jatim, 6 Pelimpahan Disorot Kemenhaj
Aktual
Muhammadiyah: Qiwamah Bukan Kekuasaan, tetapi Tanggung Jawab
Muhammadiyah: Qiwamah Bukan Kekuasaan, tetapi Tanggung Jawab
Aktual
Dari Nol Menuju 10.000 Pesantren Rintisan yang Adaptif
Dari Nol Menuju 10.000 Pesantren Rintisan yang Adaptif
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar