Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Rasulullah Beristighfar Tiga Kali Setelah Salam?

Kompas.com, 28 September 2026, 13:07 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Banyak Muslim langsung berzikir setelah mengucapkan salam dalam shalat. Salah satu amalan yang paling sering dilakukan ialah membaca “Astaghfirullah” sebanyak tiga kali.

Amalan ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Para ulama menjelaskan bahwa istighfar setelah shalat bukan berarti shalat yang dilakukan pasti salah.

Sebaliknya, istighfar menjadi bentuk kerendahan hati seorang hamba yang menyadari bahwa tidak ada ibadah yang benar-benar sempurna.

Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya memohon ampun segera setelah menyelesaikan shalat wajib.

Hadis Rasulullah tentang Istighfar Setelah Salam

Baca juga: Bolehkah Shalat Tahajud Tanpa Tidur Terlebih Dahulu?

Dalil utama amalan ini berasal dari hadis sahih riwayat Imam Muslim yang diriwayatkan oleh Tsauban RA. 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Kāna Rasūlullāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama idzā inṣarafa min ṣalātihi istaghfara tsalātsan wa qāla: Allāhumma antas-salāmu wa minkas-salām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām

Artinya: “Apabila Rasulullah SAW selesai dari shalatnya, beliau memohon ampun tiga kali, lalu mengucapkan: ‘Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dari-Mulah segala kesejahteraan. Mahasuci Engkau, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.’” (HR Muslim No. 591)

Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa membaca istighfar tiga kali setelah salam termasuk sunnah yang dianjurkan dalam zikir penutup shalat.

Mengapa Justru Beristighfar Setelah Shalat?

Sekilas, mungkin muncul pertanyaan: mengapa seseorang memohon ampun setelah selesai beribadah? Bukankah shalat merupakan amal kebaikan?

Baca juga: Mengintip Basra, Gym Keluarga Muslim di Bandung, Privasi Jadi Perhatian

Para ulama menerangkan bahwa istighfar setelah shalat merupakan bentuk pengakuan atas keterbatasan manusia.

Selama shalat, seseorang bisa saja lalai, kurang khusyuk, atau melakukan kekurangan yang tidak disadari. Karena itu, istighfar menjadi penutup yang menyempurnakan ibadah.

Imam An-Nawawi dalam penjelasannya atas Shahih Muslim menyebutkan bahwa istighfar setelah shalat menunjukkan adab seorang hamba yang tidak merasa bangga terhadap amalnya, melainkan berharap Allah menerima ibadah yang telah dikerjakan.

Al-Qur’an Mengajarkan Memohon Ampun kepada Allah

Anjuran memperbanyak istighfar juga ditegaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 106:

وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Wastaghfirillāh, innallāha kāna ghafūran raḥīmā.

Artinya: “Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nisa: 106)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa istighfar merupakan ibadah yang dianjurkan dalam berbagai keadaan, termasuk setelah menyelesaikan amal saleh.

Baca juga: 7 Seruan Imam Besar Dunia dalam Jakarta Understanding: Jaga Perdamaian, Bela Palestina

Memohon ampun bukan hanya dilakukan ketika berbuat dosa, tetapi juga sebagai bentuk penyucian hati dan pendekatan diri kepada Allah.

Mengapa Dibaca Tiga Kali?

Dalam hadis Tsauban disebutkan secara jelas bahwa Rasulullah SAW membaca istighfar sebanyak tiga kali.

Angka tiga dalam banyak sunnah menunjukkan bentuk penguatan dan kesempurnaan, seperti mencuci anggota wudhu tiga kali atau mengulang tasbih dalam beberapa zikir.

Para ulama menjelaskan bahwa yang paling utama ialah membaca:

Astaghfirullah.

Sebanyak tiga kali berturut-turut, kemudian dilanjutkan dengan doa:

Allahumma antas-salāmu wa minkas-salām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām.

Baca juga: Ribuan Pramuka se-Jateng Ikuti Wira Karya XI di Darul Amanah, Belajar Kepemimpinan hingga Pengabdian

Urutan ini merupakan zikir yang paling sahih berdasarkan riwayat Imam Muslim dan menjadi amalan yang banyak diajarkan dalam kitab-kitab fikih maupun zikir harian.

Hikmah Istighfar bagi Kehidupan Sehari-hari

Selain menjadi sunnah setelah shalat, istighfar memiliki dampak spiritual yang besar.

Membiasakan diri memohon ampun menumbuhkan sifat tawadhu, mengikis rasa ujub terhadap amal, dan mengingatkan bahwa setiap manusia selalu membutuhkan rahmat Allah.

Zikir setelah shalat berfungsi menjaga kesinambungan hubungan seorang Muslim dengan Allah.

Ibadah tidak berhenti ketika salam diucapkan, melainkan dilanjutkan dengan doa, istighfar, tasbih, tahmid, dan takbir sebagai penyempurna ibadah.

Karena itu, membaca istighfar tiga kali setelah shalat bukan sekadar rutinitas lisan, tetapi latihan untuk selalu mengevaluasi diri dan menyerahkan seluruh amal kepada Allah SWT.

Cara Mengamalkan Sunnah Ini

Bagi yang ingin mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, urutannya cukup sederhana.

Setelah mengucapkan salam dan mengakhiri shalat, bacalah “Astaghfirullah” sebanyak tiga kali, kemudian lanjutkan dengan doa “Allahumma antas-salāmu wa minkas-ssalām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām.”

Setelah itu, seseorang dapat meneruskan zikir dan doa sesuai tuntunan yang sahih.

Baca juga: Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Internasional

Sunnah ini menunjukkan bahwa penutup terbaik sebuah ibadah adalah kerendahan hati.

Semakin besar amal yang dilakukan, semakin besar pula kebutuhan seorang hamba untuk memohon ampun dan berharap agar Allah menerima ibadahnya dengan penuh rahmat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar