Editor
JOMBANG, KOMPAS.com — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengatakan, kepedulian terhadap Palestina memiliki akar panjang di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Menurut Gus Kikin, pendiri Tebuireng sekaligus pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, telah mengajarkan kepedulian terhadap perjuangan Palestina. Hingga kini, kata dia, doa bagi Palestina masih dipanjatkan dalam shalat berjemaah di Masjid Tebuireng.
“Sekarang kita masih membacakan Qunut Nazilah yang dibaca setiap saat kita shalat berjamaah di Masjid Tebuireng. Ini dengan kita mendoakan Palestina, kemerdekaan Palestina, kesejahteraan Palestina,” ujar Gus Kikin dikutip dari NU Online, Selasa (29/10/2026).
Baca juga: Jusuf Kalla Sambut Grand Imam Al-Aqsa, Perkuat Solidaritas Palestina
Dalam kegiatan yang dihadiri Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattari, Imam Besar Masjid Al-Aqsa Sheikh Mohammad AM Hussein, serta Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan Mahmoud SA Al-Habbash, Gus Kikin bercerita kiprah Kiai Hasyim.
Menurutnyam KH Hasyim Asy’ari telah menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina sejak 1938. Semasa menimba ilmu di Makkah, Hasyim Asy’ari menjalin hubungan dengan para penuntut ilmu dari berbagai negeri yang sama-sama memikirkan kemerdekaan bangsanya.
“Karena itu kita memiliki hubungan yang sangat panjang dengan Palestina,” katanya.
Bagi Gus Kikin, kedatangan para tokoh Palestina ke pesantren yang didirikan KH Hasyim Asy’ari itu menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan.
Ia berharap hubungan tersebut tidak berhenti pada kunjungan, tetapi berlanjut dalam pendidikan dan bidang kerja sama lainnya.
“Keakraban ini harus kita tingkatkan. Hubungan-hubungan pendidikan, kemudian kerja sama di bidang-bidang yang lain, kita harus saling mendukung, saling tolong-menolong,” ujarnya.
Gus Kikin mengatakan, Tebuireng kini memiliki lembaga pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi, termasuk Universitas Hasyim Asy’ari dan Ma’had Aly.
Baca juga: 7 Seruan Imam Besar Dunia dalam Jakarta Understanding: Jaga Perdamaian, Bela Palestina
Ia berharap pertemuan dengan para tokoh Palestina dapat membuka kesempatan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.
“Kita perlu meningkatkan keilmuan di pondok pesantren maupun di Indonesia bersama negara-negara Islam lainnya, terutama Palestina, sehingga bisa meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.
Ia pun mengajak para santri memanfaatkan kunjungan tersebut untuk berdialog langsung dengan para tamu.
“Ini kesempatan untuk berkenalan dengan saudara-saudara kita di Palestina. Silakan dimanfaatkan untuk berdialog, bertanya, dan mengambil pengalaman yang bisa diterapkan di Pesantren Tebuireng,” ujar Gus Kikin.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.