Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Ilmu Harus Diamalkan? Ini Penjelasan dalam Islam

Kompas.com, 8 Oktober 2026, 20:45 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Islam menempatkan ilmu pada kedudukan tinggi, tetapi pengetahuan tidak berhenti pada proses mengetahui. Ilmu perlu diwujudkan dalam sikap dan perbuatan agar memberikan manfaat bagi pemiliknya maupun orang lain.

Karena itu, seseorang yang banyak mengetahui ajaran agama belum tentu telah memperoleh manfaat ilmu apabila pengetahuannya tidak membentuk perilaku. Al-Qur'an dan hadis menunjukkan pentingnya keselarasan antara pengetahuan, ucapan, dan amal.

Al-Qur'an Mengingatkan Agar Ilmu Tidak Berhenti di Lisan

Allah SWT berfirman dalam Surah As-Saff ayat 2:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū lima taqūlūna mā lā taf‘alūn.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?” (QS As-Saff: 2).

Baca juga: Doa Meminta Hujan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Mohon Hujan yang Membawa Berkah

Ayat ini memang berbicara tentang kesesuaian ucapan dan perbuatan, bukan secara khusus mendefinisikan hukum mengamalkan ilmu. Namun, prinsipnya relevan dalam proses belajar: pengetahuan yang telah diyakini semestinya tercermin dalam tindakan, terutama ketika berkaitan dengan kewajiban dan akhlak.

Orang Berilmu Mendapat Kedudukan Tinggi

Allah juga menyebut keutamaan orang berilmu dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11:

وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا ۚ يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Wa idzā qīlansyuzū fansyuzū, yarfa‘illāhul-ladzīna āmanū minkum walladzīna ūtul-‘ilma darajāt, wallāhu bimā ta‘malūna khabīr.

Artinya: “Dan apabila dikatakan, ‘Berdirilah kamu,’ maka berdirilah. Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Mujadilah: 11).

Baca juga: Doa Buka Puasa Senin Kamis: Niat, Bacaan Arab Latin, dan Keutamaannya

Ayat tersebut menunjukkan tingginya kedudukan ilmu. Namun, kemuliaan itu tidak seharusnya dipahami hanya sebagai banyaknya informasi yang dikuasai. Ilmu dalam Islam memiliki fungsi membimbing manusia untuk menjalani kehidupan sesuai petunjuk Allah.

Karena itu, ilmu idealnya membawa perubahan. Semakin seseorang memahami kewajiban, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjalankannya sesuai kemampuannya.

Nabi Mengajarkan Pentingnya Ilmu yang Bermanfaat

Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya untuk meminta ilmu yang bermanfaat. Dalam Sunan Ibn Majah disebutkan:

سَلُوا اللَّهَ عِلْمًا نَافِعًا، وَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ

Salullāha ‘ilman nāfi‘an, wa ta‘awważū billāhi min ‘ilmin lā yanfa‘.

Artinya: “Mintalah kepada Allah ilmu yang bermanfaat dan berlindunglah kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat.” (Sunan Ibn Majah, hadis 3843).

Baca juga: Biaya Haji 2027 Terbaru untuk 2 Orang, Berapa yang Harus Disiapkan?

Hadis ini menunjukkan bahwa ukuran penting dalam ilmu bukan sekadar jumlah pengetahuan, tetapi manfaatnya. Ilmu menjadi bernilai ketika membawa kebaikan, termasuk ketika mendorong seseorang memperbaiki ibadah, akhlak, pekerjaan, dan hubungan dengan sesama.

Ilmu Juga Dapat Menjadi Amal Jariyah

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Iżā māta al-insānu inqaṭa‘a ‘amaluhu illā min ṡalāṡatin illā min ṣadaqatin jāriyah, au ‘ilmin yuntafa‘u bih, au waladin ṣāliḥin yad‘ū lah.

Artinya: “Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak saleh yang mendoakannya.” (Sahih Muslim, hadis 1631).

Baca juga: MUI Dorong Pendataan Manuskrip Kuno Pesantren untuk Selamatkan Warisan Intelektual Islam Nusantara

Hadis ini memperlihatkan bahwa ilmu dapat terus memberikan manfaat setelah seseorang meninggal. Artinya, ilmu tidak hanya bernilai bagi pemiliknya, tetapi juga ketika pengetahuan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh orang lain.

Mengamalkan Ilmu Tidak Harus Selalu Mengajar

Mengamalkan ilmu tidak berarti setiap orang harus menjadi guru atau penceramah. Bentuknya dapat disesuaikan dengan jenis ilmu yang dimiliki dan kemampuan seseorang.

Kementerian Agama menekankan bahwa ilmu yang diperoleh dalam pembelajaran akan memberikan manfaat apabila disertai pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara Muhammadiyah menjelaskan bahwa ilmu yang bermanfaat dapat dikenali dari perubahan sikap, seperti semakin rendah hati, saleh, dan bertakwa.

Dengan demikian, ilmu agama dapat diamalkan melalui ibadah dan akhlak, sedangkan ilmu lain dapat diwujudkan melalui pekerjaan yang jujur, keputusan yang bertanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan persoalan secara bermanfaat.

Baca juga: BPKH Siapkan Rp8,83 Triliun Nilai Manfaat untuk Haji 2027

Ilmu yang Diamalkan Membawa Manfaat

Ilmu yang bermanfaat dapat mengantarkan seseorang semakin dekat kepada Allah. Pengetahuan tidak semestinya membuat seseorang berhenti pada rasa lebih tahu daripada orang lain, tetapi mendorong perbaikan diri.

Mengamalkan ilmu juga bukan berarti seseorang harus langsung sempurna setelah belajar. Proses memperbaiki diri dapat berlangsung bertahap. Pengetahuan yang diperoleh menjadi dasar untuk terus memperbaiki perilaku.

Pada akhirnya, Islam tidak mempertentangkan ilmu dan amal. Ilmu memberikan arah bagi perbuatan, sedangkan amal menunjukkan bahwa pengetahuan tersebut benar-benar memberi pengaruh. Karena itu, setelah mempelajari sesuatu, seorang Muslim dapat bertanya: apa yang bisa saya lakukan dengan ilmu ini dan siapa yang dapat memperoleh manfaat darinya?

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 3 Amalan Ingkang Saget Dados Bekal Kanggo Mati
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 3 Amalan Ingkang Saget Dados Bekal Kanggo Mati
Aktual
Jadwal Awal Ramadhan 2027, Libur Lebaran hingga Hari Pertama Masuk Kerja dan Sekolah
Jadwal Awal Ramadhan 2027, Libur Lebaran hingga Hari Pertama Masuk Kerja dan Sekolah
Aktual
Kemenag Siapkan Skema Kemitraan Bimwin, Calon Pengantin Tidak Harus ke KUA
Kemenag Siapkan Skema Kemitraan Bimwin, Calon Pengantin Tidak Harus ke KUA
Aktual
Doa Penguat Iman kepada Allah, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Penguat Iman kepada Allah, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
BPIH, Bipih, dan Nilai Manfaat Haji 2027, Apa Bedanya? Simak Penjelasan dan Rinciannya
BPIH, Bipih, dan Nilai Manfaat Haji 2027, Apa Bedanya? Simak Penjelasan dan Rinciannya
Aktual
Kisah Khabbab bin Al-Aratt, Sahabat Nabi yang Teguh Menghadapi Ujian
Kisah Khabbab bin Al-Aratt, Sahabat Nabi yang Teguh Menghadapi Ujian
Aktual
PBNU Sosialisasi AD/ART Baru, Apa Saja yang Berubah?
PBNU Sosialisasi AD/ART Baru, Apa Saja yang Berubah?
Aktual
Apa Itu Wakaf Energi? Ini Konsep dan Manfaatnya bagi Masyarakat
Apa Itu Wakaf Energi? Ini Konsep dan Manfaatnya bagi Masyarakat
Aktual
Mengapa Ilmu Harus Diamalkan? Ini Penjelasan dalam Islam
Mengapa Ilmu Harus Diamalkan? Ini Penjelasan dalam Islam
Aktual
Ombudsman Dukung dan Siap Awasi Wajib Halal Oktober 2026
Ombudsman Dukung dan Siap Awasi Wajib Halal Oktober 2026
Aktual
Wisata Ramah Muslim, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Menurut Islam?
Wisata Ramah Muslim, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Menurut Islam?
Aktual
MUI Apresiasi Subsidi Biaya Haji 2027 dari Prabowo, Sebut Menjadi Cermin Kehadiran Negara
MUI Apresiasi Subsidi Biaya Haji 2027 dari Prabowo, Sebut Menjadi Cermin Kehadiran Negara
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Memahami Amalan Setelah Pemakaman Sesuai Ajaran Islam
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Memahami Amalan Setelah Pemakaman Sesuai Ajaran Islam
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua dan Bahaya Sifat Durhaka
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua dan Bahaya Sifat Durhaka
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar