Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wisata Ramah Muslim, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Menurut Islam?

Kompas.com, 8 Oktober 2026, 20:24 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wisata ramah Muslim bukan berarti destinasi hanya boleh dikunjungi umat Islam atau seluruh aktivitas wisata harus bernuansa keagamaan. Konsep ini lebih menekankan ketersediaan layanan yang membantu wisatawan Muslim memenuhi kebutuhan agamanya selama perjalanan.

Kebutuhan tersebut mencakup makanan halal, tempat dan waktu salat, fasilitas bersuci, akomodasi, kebersihan, serta informasi yang mudah diakses. Pakar pariwisata Universitas Andalas Sari Lenggogeni juga menekankan pentingnya memetakan kebutuhan wisatawan sejak awal hingga akhir perjalanan, bukan sekadar memasang label halal tour.

Apa Itu Wisata Ramah Muslim?

Portal resmi pariwisata Indonesia menjelaskan wisata ramah Muslim sebagai konsep perjalanan yang menyediakan fasilitas dan layanan untuk mendukung kebutuhan wisatawan Muslim. Fasilitas tersebut antara lain makanan dan minuman halal, tempat ibadah, fasilitas bersuci, serta suasana yang nyaman untuk beribadah.

Baca juga: Doa Meminta Hujan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Mohon Hujan yang Membawa Berkah

Konsep ini tidak sama dengan wisata religi. Destinasi tetap dapat menawarkan pantai, alam, belanja, budaya, kebugaran, atau atraksi kreatif. Yang disesuaikan adalah layanan pendukung agar wisatawan Muslim tetap nyaman tanpa menghilangkan karakter destinasi.

Makanan Halal Menjadi Perhatian

Islam memerintahkan umatnya mengonsumsi makanan yang halal dan baik. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ma'idah ayat 88:

وَكُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَـٰلًۭا طَيِّبًۭا ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤْمِنُونَ

Wa kulū mimmā razaqakumullāhu ḥalālan ṭayyibā, wattaqullāhalladzī antum bihī mu'minūn.

Artinya: “Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS Al-Ma'idah: 88).

Baca juga: Simulasi Biaya Haji 2027 untuk 2 Orang, Segini yang Harus Disiapkan

Dalam konteks wisata, prinsip tersebut membuat kejelasan status halal menjadi kebutuhan penting. Sari Lenggogeni mendorong agen perjalanan dan operator tur memasukkan restoran dengan status halal yang jelas serta informasi makanan dalam itinerary.

Salat Tetap Diperhatikan Saat Bepergian

Perjalanan juga tidak menghilangkan kewajiban salat. Aisyah RA meriwayatkan:

فُرِضَتِ الصَّلَاةُ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ فِي الْحَضَرِ وَالسَّفَرِ، فَأُقِرَّتْ صَلَاةُ السَّفَرِ وَزِيدَ فِي صَلَاةِ الْحَضَرِ

Furiḍatiṣ-ṣalātu rak‘ataini rak‘ataini fil-ḥaḍari was-safari, fa-uqirrat ṣalātus-safari wa zīda fī ṣalātil-ḥaḍar.

Artinya: “Salat diwajibkan dua rakaat, dua rakaat ketika menetap dan dalam perjalanan. Salat dalam perjalanan tetap sebagaimana awal diwajibkan, sedangkan salat ketika menetap ditambah.” (Sahih Muslim, hadis 685a).

Baca juga: Doa Buka Puasa Senin Kamis: Niat, Bacaan Arab Latin, dan Keutamaannya

Hadis ini menunjukkan adanya ketentuan khusus bagi musafir, tetapi bukan berarti kebutuhan ibadah dapat diabaikan. Karena itu, akses menuju masjid atau musala, informasi waktu salat, dan fasilitas wudu menjadi bagian penting dari perjalanan ramah Muslim.

Fasilitas Bersuci dan Toilet Perlu Memadai

Tempat salat saja belum cukup jika fasilitas bersuci sulit digunakan. Penelitian dalam Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam menemukan bahwa fasilitas ibadah dan toilet merupakan komponen penting dalam destinasi ramah Muslim. Penelitian terhadap 326 responden tersebut juga menunjukkan standardisasi fasilitas dapat memengaruhi keinginan wisatawan untuk berkunjung kembali atau merekomendasikan destinasi.

Kebutuhan fasilitas juga perlu memperhatikan kenyamanan pengguna. Artinya, musala, tempat wudu, dan toilet sebaiknya mudah ditemukan, bersih, layak digunakan, dan memperhatikan kebutuhan wisatawan dengan kondisi berbeda.

Baca juga: Biaya Haji 2027 Terbaru untuk 2 Orang, Berapa yang Harus Disiapkan?

Paket Wisata Perlu Dirancang dari Awal

Sari Lenggogeni menilai wisata ramah Muslim perlu diwujudkan dalam itinerary, bukan hanya label pada brosur. Rencana perjalanan dapat mencantumkan jadwal salat, lokasi ibadah, restoran halal, pemberhentian makanan dan minuman, akomodasi, serta informasi layanan yang dibutuhkan wisatawan Muslim.

Ia juga mendorong asosiasi perjalanan, BPJPH, dan pemerintah menyusun paket tur ramah Muslim. Menurutnya, layanan ramah Muslim lebih tepat dipahami sebagai jaminan layanan sepanjang perjalanan, bukan pembatasan pengalaman wisata. Informasi mengenai restoran, hotel, tempat ibadah, dan layanan halal juga perlu tersedia secara digital.

Ramah Muslim Berarti Layanan yang Inklusif

Penelitian tentang penerapan prinsip Muslim-friendly tourism di Aceh menunjukkan masih terdapat tantangan berupa keterbatasan fasilitas ibadah, sertifikasi halal yang belum optimal pada sektor kuliner dan akomodasi, serta perlunya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan destinasi.

Baca juga: BPKH Siapkan Rp8,83 Triliun Nilai Manfaat untuk Haji 2027

Sementara itu, BPJPH menilai kepastian produk dan layanan halal ikut memperkuat kenyamanan serta kepercayaan wisatawan Muslim. Karena itu, wisata ramah Muslim tidak cukup hanya menyediakan fasilitas, tetapi membutuhkan informasi yang jelas, layanan yang konsisten, dan keterlibatan pelaku usaha.

Pada akhirnya, wisata ramah Muslim dapat dipahami sebagai perjalanan yang memberi kemudahan bagi Muslim untuk menjalankan kewajiban agamanya tanpa membatasi pengalaman wisata. Wisatawan dapat memeriksa makanan halal, jadwal salat, fasilitas ibadah, dan akomodasi sebelum berangkat. Pengelola pun perlu memastikan layanan tersebut benar-benar tersedia dan mudah ditemukan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 3 Amalan Ingkang Saget Dados Bekal Kanggo Mati
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 3 Amalan Ingkang Saget Dados Bekal Kanggo Mati
Aktual
Jadwal Awal Ramadhan 2027, Libur Lebaran hingga Hari Pertama Masuk Kerja dan Sekolah
Jadwal Awal Ramadhan 2027, Libur Lebaran hingga Hari Pertama Masuk Kerja dan Sekolah
Aktual
Kemenag Siapkan Skema Kemitraan Bimwin, Calon Pengantin Tidak Harus ke KUA
Kemenag Siapkan Skema Kemitraan Bimwin, Calon Pengantin Tidak Harus ke KUA
Aktual
Doa Penguat Iman kepada Allah, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Penguat Iman kepada Allah, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
BPIH, Bipih, dan Nilai Manfaat Haji 2027, Apa Bedanya? Simak Penjelasan dan Rinciannya
BPIH, Bipih, dan Nilai Manfaat Haji 2027, Apa Bedanya? Simak Penjelasan dan Rinciannya
Aktual
Kisah Khabbab bin Al-Aratt, Sahabat Nabi yang Teguh Menghadapi Ujian
Kisah Khabbab bin Al-Aratt, Sahabat Nabi yang Teguh Menghadapi Ujian
Aktual
PBNU Sosialisasi AD/ART Baru, Apa Saja yang Berubah?
PBNU Sosialisasi AD/ART Baru, Apa Saja yang Berubah?
Aktual
Apa Itu Wakaf Energi? Ini Konsep dan Manfaatnya bagi Masyarakat
Apa Itu Wakaf Energi? Ini Konsep dan Manfaatnya bagi Masyarakat
Aktual
Mengapa Ilmu Harus Diamalkan? Ini Penjelasan dalam Islam
Mengapa Ilmu Harus Diamalkan? Ini Penjelasan dalam Islam
Aktual
Ombudsman Dukung dan Siap Awasi Wajib Halal Oktober 2026
Ombudsman Dukung dan Siap Awasi Wajib Halal Oktober 2026
Aktual
Wisata Ramah Muslim, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Menurut Islam?
Wisata Ramah Muslim, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Menurut Islam?
Aktual
MUI Apresiasi Subsidi Biaya Haji 2027 dari Prabowo, Sebut Menjadi Cermin Kehadiran Negara
MUI Apresiasi Subsidi Biaya Haji 2027 dari Prabowo, Sebut Menjadi Cermin Kehadiran Negara
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Memahami Amalan Setelah Pemakaman Sesuai Ajaran Islam
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Memahami Amalan Setelah Pemakaman Sesuai Ajaran Islam
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua dan Bahaya Sifat Durhaka
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua dan Bahaya Sifat Durhaka
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar