KOMPAS.com - Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober untuk mengenang ikrar persatuan yang lahir dari Kongres Pemuda II pada 1928.
Pada 2026, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.
Tema tersebut mengajak generasi muda menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, ketangguhan menghadapi tantangan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai ini juga dapat menjadi bahan refleksi dalam amanat pembina upacara, termasuk melalui ajaran Islam.
Al-Qur'an memuat sejumlah ayat yang dapat menjadi landasan untuk menyampaikan pesan tentang keteguhan pemuda, persatuan, keadilan, dan kerja sama dalam kebaikan. Ayat-ayat berikut dapat dijadikan rujukan untuk menyusun amanat Hari Sumpah Pemuda 2026 bernuansa Islami.
Allah berfirman dalam Surah Al-Kahfi ayat 13:
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
Nahnu naqushshu 'alaika naba'ahum bil-haqq, innahum fityatun amanu birabbihim wa zidnahum huda.
Baca juga: Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi
Artinya: “Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (QS Al-Kahfi: 13).
Ayat ini menceritakan para pemuda Ashabul Kahfi yang teguh mempertahankan keimanan mereka.
Kisah tersebut dapat menjadi bahan refleksi tentang pentingnya prinsip dan keberanian mengambil sikap yang diyakini benar.
Dalam amanat Sumpah Pemuda, ayat ini dapat dikaitkan dengan kegigihan generasi muda dalam menghadapi tantangan.
Pemuda diharapkan tidak mudah menyerah ketika memperjuangkan kebaikan dan tetap berpegang pada nilai yang benar.
Baca juga: Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
Allah berfirman dalam Surah Ali 'Imran ayat 103:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Wa'tashimu bihablillahi jami'an wa la tafarraqu.
Artinya: “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS Ali 'Imran: 103).
Ayat ini menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari perpecahan.
Pesan tersebut relevan dengan semangat Sumpah Pemuda yang menyatukan pemuda dari berbagai latar belakang untuk mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia.
Baca juga: Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Amanat dapat mengajak peserta upacara memahami bahwa perbedaan suku, agama, bahasa, dan budaya tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling bermusuhan.
Persatuan perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan kesediaan bekerja bersama.
Allah berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 10:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Innamal-mu'minuna ikhwatun fa ashlihu baina akhawaikum wattaqullaha la'allakum turhamun.
Baca juga: Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS Al-Hujurat: 10).
Ayat ini mengajarkan persaudaraan dan pentingnya mendamaikan pihak yang berselisih.
Nilai tersebut dapat dikaitkan dengan empati, yakni kemampuan memahami keadaan orang lain dan mendorong penyelesaian masalah tanpa memperbesar permusuhan.
Dalam kehidupan generasi muda, empati dapat diwujudkan dengan tidak merundung teman, menghormati perbedaan pendapat, serta membantu orang yang mengalami kesulitan.
Persatuan tidak cukup diucapkan dalam ikrar, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.
Baca juga: Nu’aim bin Mas’ud, Sahabat Nabi yang Meretakkan Koalisi dalam Perang Khandaq
Allah berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 135:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ
Ya ayyuhalladzina amanu kunu qawwamina bil-qisthi syuhadaa'a lillahi walau 'ala anfusikum.
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri.” (QS An-Nisa: 135).
Ayat ini memerintahkan umat Islam menegakkan keadilan sekalipun kebenaran itu merugikan diri sendiri atau orang terdekat.
Pesan tersebut dapat menjadi dasar untuk mengingatkan pemuda agar berani bersikap jujur dan tidak membenarkan tindakan yang keliru.
Semangat patriotik juga dapat diwujudkan melalui tanggung jawab menjaga keadilan, menaati aturan, dan berani menyampaikan kebenaran.
Kecintaan terhadap tanah air tidak hanya ditunjukkan melalui simbol, tetapi juga melalui perilaku yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Baca juga: Dugaan Penipuan Berkedok Agama di Bangkalan, MUI Minta Warga Tak Mudah Percaya
Allah berfirman dalam Surah Al-Ma'idah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Wa ta'awanu 'alal-birri wat-taqwa wa la ta'awanu 'alal-itsmi wal-'udwan.
Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS Al-Ma'idah: 2).
Ayat ini mengajarkan pentingnya kerja sama dalam kebaikan sekaligus mengingatkan agar tidak mendukung tindakan yang salah.
Bagi generasi muda, prinsip tersebut dapat diterapkan melalui kegiatan sosial, gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan penggunaan media sosial secara bertanggung jawab.
Baca juga: PK-Tren Apresiasi Festival Sarung dan Peci Santri, Dinilai Bisa Gerakkan Ekonomi Kreatif
Pemuda yang gigih dan berempati tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Berikut contoh doa yang dapat digunakan sebagai penutup amanat atau kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Naskah ini merupakan susunan doa, bukan teks resmi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga dapat memperingati Hari Sumpah Pemuda dalam keadaan sehat dan penuh rasa syukur.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih, bimbinglah generasi muda Indonesia agar tumbuh menjadi insan yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Tanamkan dalam hati kami semangat patriotisme untuk mencintai tanah air, kegigihan untuk menghadapi tantangan, serta empati untuk peduli terhadap sesama.
Ya Allah, kuatkanlah persatuan di antara kami. Jauhkan bangsa kami dari perpecahan, permusuhan, kebencian, dan segala tindakan yang merugikan sesama. Ajarkan kami untuk menghargai perbedaan, menegakkan keadilan, serta bekerja sama dalam kebaikan.
Ya Allah, jadikanlah pemuda Indonesia generasi yang jujur, amanah, dan berani memperjuangkan kebenaran. Bimbinglah langkah kami agar ilmu, tenaga, dan kemampuan yang kami miliki dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Ya Allah, limpahkanlah kedamaian, keberkahan, dan kemajuan bagi bangsa Indonesia. Jadikanlah negeri kami negeri yang aman, adil, sejahtera, serta senantiasa berada dalam rahmat dan perlindungan-Mu.
Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina 'adzaban-nar.
Rabbana taqabbal minna, innaka Antas-Sami'ul-'Alim. Watub 'alaina, innaka Antat-Tawwabur-Rahim.
Ya Allah, terimalah doa dan ikhtiar kami. Bimbinglah kami untuk senantiasa menjaga persatuan, menebarkan kebaikan, dan berkontribusi bagi Indonesia.
Amin ya Rabbal 'alamin.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.