Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Bertobat dari Zina dan Pornografi? Ini Doa dan Ikhtiarnya

Kompas.com, 28 Oktober 2026, 06:21 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perasaan bersalah setelah terjerumus dalam zina, pornografi, atau perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam dapat menjadi pengingat untuk memperbaiki diri.

Namun, rasa bersalah sebaiknya tidak membuat seseorang merasa dirinya tidak lagi layak mendapatkan ampunan Allah SWT.

Islam mengajarkan umatnya untuk memohon ampun, bertobat, dan berusaha menjauhi perbuatan maksiat.

Selain memperbanyak istighfar, seorang Muslim dapat memanjatkan doa, membaca ayat Al-Quran, serta membangun kebiasaan yang membantu menjaga diri dari godaan.

Membaca Istighfar untuk Memohon Ampunan

Salah satu amalan yang dapat dilakukan ketika menyadari kesalahan adalah memperbanyak istighfar. Berikut bacaan istighfar yang tercantum dalam sejumlah kumpulan doa:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullāhal-‘aẓīmalladzī lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūmu wa atūbu ilaih.

Baca juga: Teks Doa dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap Link Download PDF

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.”

Bacaan tersebut dapat digunakan untuk memohon ampun dan menyatakan keinginan untuk bertobat.

Anjuran memperbanyak istighfar ditegaskan dalam hadis sahih. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

Wallāhi innī la-astaghfirullāha wa atūbu ilaihi fil-yaumi aktsara min sab‘īna marratan.

Artinya: “Demi Allah, sungguh aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.” (HR Bukhari Nomor 6307).

Baca juga: Teks Doa Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Kemenpora Lengkap dengan Link PDF

Hadis ini menunjukkan bahwa istighfar dan taubat merupakan amalan yang terus dilakukan Rasulullah SAW.

Karena itu, seseorang tidak seharusnya menunda pertobatan hanya karena merasa telah melakukan banyak kesalahan.

Doa Memohon Hati yang Bersih

Seseorang juga dapat berdoa dengan bahasa sendiri untuk meminta ampunan, kebersihan hati, dan kekuatan menjaga kehormatan diri.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَطَهِّرْ قَلْبِي، وَحَصِّنْ فَرْجِي

Allāhummaghfir lī, wa ṭahhir qalbī, wa ḥaṣṣin farjī.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, sucikanlah hatiku, dan jagalah kehormatanku.”

Bacaan ini dapat dipahami sebagai doa permohonan kepada Allah. Memahami maknanya dan menyertai doa dengan usaha nyata untuk meninggalkan kebiasaan yang bertentangan dengan ajaran agama.

Baca juga: Teks Doa Upacara Sumpah Pemuda 2026 Resmi Kemenpora Lengkap dengan Link Download PDF

Al-Qur’an Mengajarkan Menjaga Kehormatan Diri

Allah SWT menjelaskan pentingnya menjaga kehormatan diri dalam Surah Al-Mu’minun ayat 5–7:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ۝ إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ۝ فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

Walladzīna hum lifurūjihim ḥāfiẓūn. Illā ‘alā azwājihim aw mā malakat aimānuhum fa innahum ghairu malūmīn. Fa manibtaghā warā’a dzālika fa ulā’ika humul-‘ādūn.

Artinya: “Dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-Mu’minun: 5–7).

Baca juga: Abu Qatadah Al-Anshari, Kesatria yang Dijuluki Penunggang Kuda Rasulullah

Ayat tersebut menegaskan pentingnya menjaga kehormatan diri sesuai tuntunan Allah.

Upaya itu dapat dimulai dengan mengenali pemicu perilaku yang ingin ditinggalkan, membatasi akses terhadap konten pornografi, serta menghindari situasi yang mendorong seseorang kembali melakukan maksiat.

Memohon Perlindungan dari Godaan

Selain membaca Al-Qur’an, seorang Muslim dapat memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan dirinya dan godaan yang menjerumuskannya.

Doa dapat disampaikan menggunakan bahasa sendiri, misalnya dengan meminta keteguhan hati dan kemampuan mengendalikan hawa nafsu.

Adapun salah satu doa perlindungan yang memiliki dasar hadis adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Syakal bin Humaid.

Dalam riwayat yang dicantumkan dalam Riyadhus Shalihin nomor 1483, Rasulullah mengajarkan permohonan perlindungan dari keburukan pendengaran, penglihatan, lisan, hati, dan dorongan seksual.

Baca juga: Saat 680 Pengasuh Ponpes Berdoa untuk Indonesia lewat Dalailul Khairat...

Dari Syakal bin Humaid RA, ia berkata, “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sebuah doa.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Ucapkanlah:’”

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّي

Allāhumma innī a‘ūdzu bika min syarri sam‘ī, wa min syarri basharī, wa min syarri lisānī, wa min syarri qalbī, wa min syarri maniyyī.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pendengaranku, dari keburukan penglihatanku, dari keburukan lisanku, dari keburukan hatiku, dan dari keburukan dorongan seksualku.”

Baca juga: Ayat 11-18 Surah Al-Balad: Pesan tentang Kepedulian kepada Sesama

Puasa untuk Membantu Mengendalikan Syahwat

Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa bagi orang yang belum mampu menikah sebagai salah satu cara mengendalikan dorongan seksual. Anjuran ini tercantum dalam hadis berikut:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Yā ma‘syaras-syabāb, manistaṭā‘a al-bā’ata falyatazawwaj, fa innahū aghaḍḍu lil-baṣari wa aḥṣanu lil-farji, wa man lam yastaṭi‘ fa ‘alaihi biṣ-ṣaum, fa innahū lahū wijā’.

Artinya: “Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang mampu menikah, hendaklah menikah karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Siapa yang belum mampu, hendaklah berpuasa karena puasa menjadi pelindung baginya.” (HR Bukhari Nomor 5066).

Baca juga: Gaji Terlambat Dibayar, Ini Hak Pekerja Menurut Islam

Selain puasa, seseorang dapat memperbanyak membaca Al-Qur’an, berzikir, menjaga pandangan, dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

Puasa bukan satu-satunya langkah, melainkan bagian dari ikhtiar mengendalikan diri.

Taubat Tidak Berarti Menyerah pada Rasa Bersalah

Taubat bukan sekadar mengucapkan istighfar, melainkan juga meninggalkan perbuatan dosa, menyesalinya, dan bertekad tidak mengulanginya.

Apabila seseorang kembali tergelincir, ia perlu kembali memperbaiki diri dan tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti berusaha.

Perasaan bersalah sebaiknya diarahkan menjadi dorongan untuk berubah, bukan alasan untuk membenci diri sendiri atau berputus asa dari rahmat Allah.

Doa, istighfar, puasa, dan upaya menjauhi pemicu maksiat dapat dijalankan bersama-sama.

Baca juga: Sudah Memulai Puasa Sunnah, Bolehkah Membatalkannya di Tengah Hari?

Dengan demikian, seseorang tidak hanya memohon ampun melalui lisan, tetapi juga menunjukkan kesungguhan melalui perubahan perilaku.

Proses memperbaiki diri mungkin membutuhkan waktu, tetapi pintu taubat tetap menjadi tempat kembali bagi orang yang sungguh-sungguh ingin memperbaiki dirinya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Tergerak Ayat Al-Quran, Pemuda Muslim di AS Hentikan Bus dan Selamatkan 19 Siswa
Tergerak Ayat Al-Quran, Pemuda Muslim di AS Hentikan Bus dan Selamatkan 19 Siswa
Aktual
Sekjen Kemenhaj Tegaskan Integritas kepada 477 Pegawai Baru
Sekjen Kemenhaj Tegaskan Integritas kepada 477 Pegawai Baru
Aktual
Di Assisi, Menag Ajak Dunia Rawat Alam dan Hormati Perbedaan demi Perdamaian
Di Assisi, Menag Ajak Dunia Rawat Alam dan Hormati Perbedaan demi Perdamaian
Aktual
244 Aduan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj, Estimasi Kerugian Rp247,65 Miliar
244 Aduan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj, Estimasi Kerugian Rp247,65 Miliar
Aktual
Pelunasan Haji 2027 Rata-rata Rp23 Juta, Nominal Tiap Daerah Berbeda
Pelunasan Haji 2027 Rata-rata Rp23 Juta, Nominal Tiap Daerah Berbeda
Aktual
3 Contoh Teks Pidato Sumpah Pemuda dengan Dalil Al-Qur'an, Cocok untuk Upacara Sekolah
3 Contoh Teks Pidato Sumpah Pemuda dengan Dalil Al-Qur'an, Cocok untuk Upacara Sekolah
Aktual
Ingin Bertobat dari Zina dan Pornografi? Ini Doa dan Ikhtiarnya
Ingin Bertobat dari Zina dan Pornografi? Ini Doa dan Ikhtiarnya
Aktual
Sumpah Pemuda 2026: Islam Mengajarkan Pemuda dapat Berkarya
Sumpah Pemuda 2026: Islam Mengajarkan Pemuda dapat Berkarya
Aktual
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 di Sekolah, Dibuka dengan Salam Lintas Agama
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 di Sekolah, Dibuka dengan Salam Lintas Agama
Aktual
Refleksi Sumpah Pemuda 2026, Sekjen MUI Ajak Generasi Muda Teguh dan Jaga Persatuan
Refleksi Sumpah Pemuda 2026, Sekjen MUI Ajak Generasi Muda Teguh dan Jaga Persatuan
Aktual
Contoh Doa Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk Persatuan Bangsa dan Kelancaran TKA
Contoh Doa Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk Persatuan Bangsa dan Kelancaran TKA
Aktual
Kiai Saad Ibrahim Ajak Warga Muhammadiyah Petik Pelajaran dari Perang Uhud
Kiai Saad Ibrahim Ajak Warga Muhammadiyah Petik Pelajaran dari Perang Uhud
Aktual
Teks Doa, Keputusan Kongres, dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Link PDF
Teks Doa, Keputusan Kongres, dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Link PDF
Aktual
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 untuk Upacara di Sekolah dan Madrasah
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 untuk Upacara di Sekolah dan Madrasah
Aktual
Teks Doa dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap Link Download PDF
Teks Doa dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap Link Download PDF
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar