Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terjebak Mendung Tanpa Tempat Berteduh, Bolehkah Berdoa agar Hujan Ditunda?

Kompas.com, 28 Oktober 2026, 14:41 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketika langit mendung dan seseorang berada di luar rumah tanpa tempat berteduh, muncul keinginan agar hujan tidak segera turun. Dalam Islam, seorang Muslim boleh berdoa memohon perlindungan dari kesulitan akibat cuaca, termasuk hujan yang menghambat perjalanan atau berpotensi menimbulkan bahaya.

Namun, ada perbedaan antara meminta perlindungan dari dampak hujan dan menganggap hujan sebagai sesuatu yang selalu merugikan. Islam memandang hujan sebagai salah satu rahmat Allah. Karena itu, tuntunan Rasulullah SAW ketika hujan deras menimbulkan kesulitan bukan sekadar meminta hujan berhenti, melainkan memohon agar hujan dialihkan ke tempat yang bermanfaat dan tidak membahayakan manusia.

Hujan dalam Islam Merupakan Rahmat Allah

Allah berfirman dalam Surah Asy-Syura ayat 28:

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

Wa huwallażī yunazzilul-gaiṡa mim ba‘di mā qanaṭū wa yansyuru raḥmatah, wa huwal-waliyyul-ḥamīd.

Baca juga: Memaknai Sumpah Pemuda, Kuasai Teknologi Tanpa Meninggalkan Adab

Artinya: “Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa, dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji.” (QS Asy-Syura: 28).

Ayat tersebut mengingatkan bahwa hujan memiliki peran penting bagi kehidupan. Air hujan membantu memenuhi kebutuhan manusia, menyuburkan tanaman, dan menjaga ketersediaan air. Karena itu, keinginan agar hujan tidak mengganggu aktivitas pribadi perlu disertai kesadaran bahwa hujan juga membawa manfaat bagi makhluk lain.

Meski demikian, hujan yang terlalu deras dapat menimbulkan kesulitan, seperti jalan tergenang, perjalanan terhambat, hingga ancaman banjir. Dalam keadaan demikian, seorang Muslim dapat memohon kepada Allah agar terhindar dari dampak buruknya.

Rasulullah Pernah Berdoa agar Hujan Dialihkan

Tuntunan mengenai hal ini terdapat dalam hadis Anas bin Malik yang tercantum dalam Sahih al-Bukhari nomor 1014. Dalam riwayat tersebut, hujan turun selama sekitar sepekan hingga mengganggu aktivitas masyarakat. Seorang laki-laki kemudian meminta Rasulullah SAW berdoa agar hujan dihentikan karena harta benda dan jalanan terdampak.

Baca juga: Lupa Menambah Rakaat Shalat, Apa yang Harus Dilakukan?

Rasulullah SAW lalu membaca doa:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allāhumma ḥawālainā wa lā ‘alainā, Allāhumma ‘alal-ākāmi waẓ-ẓirābi wa buṭūnil-awdiyati wa manābitisy-syajar.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan di atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di dataran tinggi, bukit-bukit, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR Bukhari 1014).

Doa tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW tidak meminta hujan dihilangkan dari seluruh wilayah. Beliau memohon agar hujan turun di tempat yang bermanfaat dan tidak menimbulkan kesulitan bagi masyarakat. Setelah doa itu dipanjatkan, hujan berhenti mengguyur kawasan mereka dan orang-orang dapat kembali beraktivitas.

Baca juga: GP Ansor Apresiasi Polri Ungkap 10,5 Ton Narkoba, Desak Sindikat Asing Dibongkar

Bolehkah Berdoa agar Hujan Tidak Turun?

Melansir dari laman NU Online menjelaskan bahwa seseorang boleh memohon kepada Allah agar terhindar dari guyuran hujan atau agar hujan dialihkan ke tempat lain. Doa merupakan ikhtiar batin, sementara manusia tetap dapat melakukan upaya nyata untuk melindungi diri.

Meski demikian, hadis di atas menceritakan hujan yang telah berlangsung lama hingga menimbulkan kesulitan, bukan sekadar awan mendung yang belum menurunkan air. Karena itu, doa Rasulullah tersebut paling tepat dijadikan tuntunan ketika hujan deras atau dampaknya mengancam keselamatan dan mengganggu kebutuhan masyarakat.

Jika seseorang hanya khawatir kehujanan saat bepergian, ia tetap boleh memohon kemudahan dan perlindungan kepada Allah. Namun, tidak perlu menganggap setiap hujan sebagai musibah atau merasa bahwa hujan harus selalu dihentikan demi kenyamanan pribadi.

Doa Tidak Menggantikan Ikhtiar

Ketika terjebak di luar rumah saat hujan turun, seorang Muslim dapat memohon keselamatan, kemudahan perjalanan, dan perlindungan dari bahaya. Ia juga dapat membaca doa yang diajarkan Rasulullah ketika hujan deras menimbulkan kesulitan. Permohonan tersebut tidak harus dipahami sebagai penolakan terhadap hujan, tetapi sebagai harapan agar Allah memberikan keadaan yang lebih baik.

Baca juga: Daftar Jemaah Berhak Lunas Haji 2027 Diumumkan, Ini Cara Mengeceknya

Selain berdoa, seseorang perlu melakukan langkah praktis, seperti mencari tempat berteduh yang aman, menggunakan jas hujan, atau menunda perjalanan apabila kondisi jalan berbahaya. Jika hujan disertai petir, banjir, atau angin kencang, keselamatan perlu menjadi pertimbangan utama.

Menyikapi Hujan dengan Bijak

Memohon agar hujan tidak membahayakan bukan berarti mengabaikan manfaatnya. Hujan dapat menjadi rahmat bagi petani, mengisi sumber air, dan mendukung kehidupan. Pada saat yang sama, manusia boleh mengharapkan perlindungan ketika hujan mengganggu aktivitas atau mengancam keselamatan.

Karena itu, ketika terjebak mendung tanpa tempat berteduh, seorang Muslim dapat berdoa agar diberi kemudahan dan dijauhkan dari bahaya. Jika hujan deras telah menimbulkan kesulitan, doa “Allahumma hawalaina wa la alaina” dapat diamalkan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Sikap ini mengajarkan keseimbangan: mensyukuri hujan sebagai rahmat sekaligus memohon perlindungan dari dampak yang merugikan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar