KOMPAS.com - Mendekatkan diri kepada Allah SWT tidak selalu harus dimulai dengan amalan besar.
Kebiasaan sederhana, seperti menjaga salat tepat waktu, berbuat baik kepada orang tua, berzikir, dan membantu sesama, juga memiliki nilai penting dalam kehidupan seorang Muslim.
Islam mengajarkan bahwa kualitas ibadah tidak hanya terlihat dari banyaknya amalan, tetapi juga dari ketulusan dan konsistensi dalam menjalankannya.
Karena itu, kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin patut dijaga agar kehidupan sehari-hari tetap dipenuhi kebaikan.
Menunaikan shalat sesuai waktunya merupakan salah satu amalan yang disebut Rasulullah SAW sebagai perbuatan yang paling dicintai Allah.
Dalam hadis riwayat Sunan an-Nasa'i nomor 611, Abdullah bin Mas'ud menceritakan pertanyaannya kepada Rasulullah mengenai amalan yang paling dicintai Allah.
Baca juga: Bolehkah Menangisi Orang yang Sudah Meninggal? Ini Penjelasan Islam
Rasulullah menjawab:
إِقَامُ الصَّلَاةِ لِوَقْتِهَا وَبِرُّ الْوَالِدَيْنِ وَالْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Iqāmush-shalāti liwaqtihā wa birrul-wālidayni wal-jihādu fī sabīlillāhi ‘azza wa jalla.
Artinya: “Menegakkan salat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, dan berjihad di jalan Allah SWT.” (Sunan an-Nasa'i 611).
Hadis tersebut menunjukkan pentingnya menjaga salat sebagai kewajiban utama. Kebiasaan ini dapat dimulai dengan mengatur aktivitas harian agar pekerjaan tidak membuat seseorang terus-menerus menunda ibadah.
Baca juga: Terjebak Mendung Tanpa Tempat Berteduh, Bolehkah Berdoa agar Hujan Ditunda?
Berbuat baik kepada orang tua juga disebut dalam hadis yang sama.
Bentuknya tidak terbatas pada memberikan materi, tetapi dapat diwujudkan melalui perkataan yang santun, perhatian, membantu kebutuhan mereka, dan mendengarkan nasihat selama tidak bertentangan dengan ajaran agama.
Kebiasaan sederhana ini penting karena kesibukan terkadang membuat seseorang lupa memberi perhatian kepada keluarga.
Menyempatkan diri untuk bertanya kabar atau membantu pekerjaan rumah merupakan contoh nyata bakti yang dapat dibiasakan setiap hari.
Baca juga: Memaknai Sumpah Pemuda, Kuasai Teknologi Tanpa Meninggalkan Adab
Rasulullah SAW menekankan pentingnya menjaga kesinambungan amal. Dalam Sahih al-Bukhari nomor 6465, Aisyah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda:
أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Adwamuhā wa in qalla.
Artinya: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling rutin dilakukan, meskipun sedikit.” (Sahih al-Bukhari 6465).
Baca juga: Jenguk Gus Yaqut, Ketum GP Ansor: Bukan Intervensi, Beri Dukungan Moral
Hadis tersebut juga mengingatkan umat Islam agar beramal sesuai kemampuan.
Membaca Al-Quran beberapa ayat setiap hari, misalnya, dapat menjadi kebiasaan baik jika dilakukan dengan konsisten.
Jumlahnya bisa ditingkatkan secara bertahap tanpa mengabaikan kewajiban utama.
Zikir merupakan cara sederhana untuk mengingat Allah di tengah aktivitas. Kebiasaan ini dapat dilakukan setelah shalat, ketika memiliki waktu luang, atau saat memulai pekerjaan.
Selain berzikir, seorang Muslim juga dianjurkan mensyukuri nikmat yang diterimanya.
Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 152:
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Fażkurūnī ażkurkum wasykurū lī wa lā takfurūn.
Baca juga: GP Ansor Apresiasi Polri Ungkap 10,5 Ton Narkoba, Desak Sindikat Asing Dibongkar
Artinya: “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS Al-Baqarah: 152).
Ayat ini menghubungkan zikir dengan rasa syukur. Dalam praktik sehari-hari, seseorang dapat membiasakan mengucapkan hamdalah atas nikmat yang diterima sekaligus menggunakan nikmat tersebut untuk melakukan kebaikan.
Perkataan baik tidak selalu membutuhkan biaya atau tenaga besar, tetapi dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Rasulullah SAW menjelaskan hal ini dalam Sahih al-Bukhari nomor 2989 melalui hadis tentang berbagai bentuk sedekah.
وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ
Wal-kalimatut-tayyibatu shadaqah.
Baca juga: Daftar Jemaah Berhak Lunas Haji 2027 Diumumkan, Ini Cara Mengeceknya
Artinya: “Perkataan yang baik adalah sedekah.” (Sahih al-Bukhari 2989).
Petikan tersebut merupakan bagian dari hadis yang lebih panjang tentang sedekah, termasuk membantu orang lain dan menyingkirkan gangguan dari jalan.
Dalam keseharian, perkataan baik dapat berupa ucapan terima kasih, nasihat yang santun, atau kalimat yang menguatkan seseorang tanpa merendahkannya.
Membantu sesama merupakan kebiasaan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan.
Bantuan itu tidak harus berupa uang. Menolong seseorang membawa barang, mendampingi orang yang membutuhkan, atau membantu menyelesaikan pekerjaan juga dapat menjadi bentuk kebaikan.
Baca juga: Tergerak Ayat Al-Quran, Pemuda Muslim di AS Hentikan Bus dan Selamatkan 19 Siswa
Hadis Sahih al-Bukhari nomor 2989 menjelaskan bahwa membantu orang lain termasuk sedekah.
Pesan ini memperluas pemahaman tentang sedekah: kebaikan tidak hanya berkaitan dengan harta, tetapi juga tenaga dan kepedulian terhadap kebutuhan orang lain.
Menjaga lingkungan agar aman dan nyaman juga termasuk amalan sederhana.
Rasulullah SAW menyebut menyingkirkan sesuatu yang membahayakan dari jalan sebagai sedekah dalam hadis Sahih al-Bukhari nomor 2989.
Kebiasaan ini dapat diterapkan dengan memungut sampah yang berpotensi mengganggu, menyingkirkan benda berbahaya jika aman dilakukan, atau melaporkan kerusakan fasilitas kepada pihak terkait.
Hal terpenting ialah tidak membahayakan diri sendiri ketika menolong.
Pada akhirnya, kebiasaan yang baik perlu dibangun secara bertahap dan dijaga dengan niat yang tulus.
Menunaikan kewajiban, berbuat baik kepada keluarga, mengingat Allah, serta memberi manfaat kepada sesama merupakan langkah nyata untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Jangan menunggu mampu melakukan amalan besar untuk mulai berbuat baik.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.