Penulis
KOMPAS.com - Sholat Dhuha menjadi salah satu ibadah sunnah yang banyak dikerjakan umat Islam untuk mengawali aktivitas pagi. Selain memiliki keutamaan sebagai bentuk sedekah atas persendian tubuh, sholat Dhuha juga menjadi amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Namun, masih banyak umat Islam yang bertanya-tanya mengenai batas maksimal waktu mengerjakan sholat Dhuha. Apakah ibadah sunnah ini masih boleh dilakukan menjelang waktu Zuhur?
Dalam penjelasan fikih, waktu sholat Dhuha berlangsung sejak matahari naik setinggi satu tombak setelah terbit hingga menjelang matahari tergelincir ke arah barat atau waktu zawal.
Artinya, batas akhir sholat Dhuha bukan ditentukan oleh satu angka jam yang berlaku sama di seluruh wilayah Indonesia. Waktunya mengikuti posisi matahari dan jadwal sholat di masing-masing daerah.
Baca juga: Tuhanmu Tidak Meninggalkanmu”, Ini Pesan Surat Ad-Dhuha
Dilansir dari situs Majelis Ulama Indonesia (MUI), waktu sholat Dhuha berakhir sesaat sebelum zawal, yakni ketika matahari mulai bergeser dari titik tengah langit ke arah barat.
Waktu tersebut berdekatan dengan masuknya waktu sholat Zuhur.
Dalam penjelasannya, MUI mengutip keterangan para ulama bahwa waktu sholat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan naik setinggi kurang lebih satu tombak.
Sementara itu, batas akhirnya adalah sebelum matahari mengalami zawal atau tergelincir dari titik tertinggi menuju arah barat.
Melansir NU Online, sholat Dhuha merupakan sholat sunnah muakkadah, yakni ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.
Waktunya dimulai ketika matahari naik setinggi satu tombak atau sekitar tujuh hasta, kemudian berakhir ketika memasuki waktu zawal.
Dengan demikian, umat Islam masih dapat mengerjakan sholat Dhuha selama belum memasuki waktu zawal.
Meski demikian, untuk menghindari keraguan, sebaiknya sholat Dhuha tidak ditunda hingga mendekati masuknya waktu Zuhur.
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah apakah sholat Dhuha pukul 11.00 masih diperbolehkan?
Jawabannya, masih bisa selama waktu zawal belum tiba.
Namun, perlu dipahami bahwa waktu Zuhur di setiap daerah tidak selalu sama. Bahkan, waktu tersebut dapat mengalami perubahan dari hari ke hari.
Karena itu, pukul 11.00 tidak bisa dijadikan patokan mutlak sebagai batas akhir sholat Dhuha.
MUI menjelaskan bahwa waktu akhir sholat Dhuha berdekatan dengan masuknya waktu Zuhur. Oleh sebab itu, umat Islam perlu memperhatikan jadwal sholat setempat agar tidak melaksanakan sholat Dhuha ketika waktu zawal sudah tiba.
Untuk mengetahui waktu sholat yang akurat, masyarakat dapat memeriksa jadwal resmi melalui Sistem Informasi Hisab Rukyat (SIHAT) Kementerian Agama di laman ini.
Selain mengetahui batas maksimalnya, umat Islam juga perlu memahami waktu yang paling utama untuk mengerjakan sholat Dhuha.
Dalam penjelasan NU Online, waktu yang lebih utama adalah ketika matahari sudah cukup tinggi dan panasnya mulai terasa. Dalam praktik sehari-hari, waktu tersebut diperkirakan sekitar pukul 09.00 pagi.
Keterangan ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Zaid bin Arqam.
Rasulullah SAW bersabda:
صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ
Artinya: "Sholat orang-orang yang kembali kepada Allah (Awwabin) adalah ketika anak-anak unta mulai merasakan panasnya bumi." (HR Muslim).
Hadis tersebut menjelaskan keutamaan mengerjakan sholat Dhuha ketika matahari sudah meninggi dan panasnya mulai terasa.
Dengan demikian, meskipun sholat Dhuha dapat dikerjakan sejak pagi setelah matahari naik hingga menjelang Zuhur, waktu pertengahan pagi menjadi salah satu waktu yang lebih utama untuk melaksanakannya.
Bagi umat Islam yang memiliki aktivitas pekerjaan atau kesibukan lainnya, sholat Dhuha dapat disesuaikan dengan waktu luang pada pagi hari.
Tidak perlu menunggu hingga menjelang Zuhur karena ibadah ini sudah dapat dikerjakan setelah matahari naik sekitar 15-20 menit setelah terbit.
Baca juga: Stres Skripsi? Riset Temukan Kaitan Sholat Dhuha dan Ketenangan Jiwa
Masyarakat juga dapat memilih waktu yang lebih utama, yakni sekitar pukul 09.00 hingga 11.00, dengan tetap memperhatikan jadwal Zuhur di daerah masing-masing.
Hal terpenting adalah menjaga konsistensi dalam beribadah dan tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan.
Dengan memahami batas maksimal sholat Dhuha, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah sunnah ini secara tepat waktu dan sesuai tuntunan syariat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.