Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Libatkan Guru Lintas Agama untuk Inklusivitas HGN 2026

Kompas.com, 3 November 2026, 15:06 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) melibatkan guru dari berbagai agama dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026.

Pelibatan tersebut mencakup guru madrasah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah, serta guru agama Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

Keterlibatan guru lintas agama ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan peringatan HGN yang inklusif.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr H Amien Suyitno mengatakan, peringatan Hari Guru menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada seluruh pendidik, tanpa membedakan latar belakang agama maupun satuan pendidikan tempat mereka mengajar.

Baca juga: Menag: PPG Kini Dibuka untuk Semua Guru Lintas Agama, Tidak Hanya Guru Islam

Guru Lintas Agama Terlibat dalam HGN 2026

Amien menjelaskan, peringatan HGN di lingkungan Kemenag tidak hanya melibatkan guru dari satu kelompok agama.

Seluruh pendidik dari berbagai agama turut menjadi bagian dalam perayaan tersebut.

Menurut dia, keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan Hari Guru di lingkungan Kemenag mengedepankan semangat inklusivitas.

Baca juga: Menag Ingatkan Pengangkatan Profesor di Kemenag Jangan Terlalu Mudah

“Ini menandakan Hari Guru di Kementerian adalah hari guru yang sangat-sangat inklusif,” ujar Amien dalam kegiatan media gathering persiapan HGN 2026, Selasa (3/11/2026).

Dalam pemaparan persiapan HGN 2026, Kemenag menyebut terdapat sekitar 800.000 tenaga guru dan kependidikan (GTK) serta lebih dari 300.000 guru PAI di sekolah.

Selain itu, guru agama Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha juga dilibatkan dalam rangkaian peringatan tersebut.

Pelibatan ini juga mencakup guru dari satuan pendidikan negeri maupun swasta.

Dengan demikian, peringatan HGN diarahkan untuk menjangkau pendidik dari berbagai latar belakang dan lingkungan pendidikan.

Baca juga: Cerita Komunitas Bikers Salurkan Wakaf Tanah untuk Pendidikan Islam di Tasikmalaya

Guru Menginspirasi Anak Negeri Berprestasi

Peringatan HGN 2026 mengusung tema "Guru Menginspirasi Anak Negeri Berprestasi". Tema tersebut menjadi landasan pelaksanaan berbagai kegiatan yang disiapkan Kemenag sepanjang November 2026.

Kemenag juga menyiapkan kegiatan "Sehat dan Ceria Bersama Guru" pada 21 November 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang kebersamaan bagi para guru melalui aktivitas seni, budaya, dan olahraga.

Baca juga: 43 Kampus Muhammadiyah Perkuat Pendidikan Advokat, dari Keterampilan Hukum hingga Etika

Sejumlah cabang olahraga yang disiapkan antara lain bulu tangkis, tenis meja, dan catur.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi para guru untuk berinteraksi di luar aktivitas pembelajaran sehari-hari.

Kemenag Siapkan Apresiasi bagi Guru Berdedikasi

Selain kegiatan kebersamaan, Kemenag juga menyiapkan penghargaan bagi guru berdasarkan sejumlah kategori, yakni inovasi, prestasi, dan dedikasi atau pengabdian.

Penghargaan tersebut turut diarahkan kepada guru yang mengabdi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah yang terdampak bencana.

Kategori ini menjadi bentuk perhatian terhadap pendidik yang menjalankan tugas dalam kondisi dan tantangan yang berbeda.

Melalui penghargaan tersebut, Kemenag ingin memberikan pengakuan terhadap kontribusi guru dalam menjalankan tugas pendidikan.

Apresiasi tidak hanya diberikan kepada guru yang meraih prestasi, tetapi juga mereka yang menunjukkan pengabdian di tengah keterbatasan.

Baca juga: Fenomena Agnostisisme dan Pasang Surut Hubungan Manusia dengan Agama

Penghargaan terhadap guru juga menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan HGN.

Sebab, kontribusi pendidik tidak hanya terlihat dari capaian akademik peserta didik, tetapi juga dari dedikasi mereka dalam mendampingi proses pendidikan.

HGN 2026 Diisi Upacara dan Sarasehan Pendidikan

Rangkaian peringatan HGN 2026 akan dilanjutkan dengan upacara pada 25 November 2026.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di seluruh satuan kerja Kemenag dan satuan pendidikan yang berada di bawah naungannya.

Dua hari setelahnya, Kemenag juga akan menggelar sarasehan guru pada 27 November 2026.

Kegiatan tersebut mengangkat tema "Transformasi Pendidikan STEM dan Coding AI untuk Indonesia Emas".

Sarasehan akan dilaksanakan secara hibrida, yakni melalui pertemuan langsung dan siaran langsung di YouTube. Kemenag menargetkan kegiatan tersebut dapat menjangkau hingga satu juta guru.

Baca juga: Cerita Komunitas Bikers Salurkan Wakaf Tanah untuk Pendidikan Islam di Tasikmalaya

Sejumlah pihak dijadwalkan terlibat dalam kegiatan ini, termasuk perguruan tinggi di Australia, Google Indonesia, pakar STEM, serta praktisi kecerdasan buatan (AI) dan coding.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peringatan HGN 2026 tidak hanya menjadi momentum penghormatan terhadap profesi guru, tetapi juga ruang untuk memperkuat kebersamaan dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan.

Pelibatan guru lintas agama dalam peringatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kontribusi pendidik dalam membangun generasi bangsa berasal dari beragam latar belakang.

Semangat inklusivitas tersebut menjadi salah satu pesan yang diangkat Kemenag dalam peringatan Hari Guru Nasional 2026.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Revisi UU Zakat, Pemerintah Dorong Perlindungan Hukum dan Kepastian Kerja Amil
Revisi UU Zakat, Pemerintah Dorong Perlindungan Hukum dan Kepastian Kerja Amil
Aktual
Pembangunan Kampung Haji di Mekkah Ditargetkan Mulai Desember 2026
Pembangunan Kampung Haji di Mekkah Ditargetkan Mulai Desember 2026
Aktual
KH Jazuli Apresiasi Kapolri Tangani Polemik Penggeledahan Pesantren Sukoharjo
KH Jazuli Apresiasi Kapolri Tangani Polemik Penggeledahan Pesantren Sukoharjo
Aktual
Pimpinan Ponpes Darunnajah KH Sofwan Manaf Jadi Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031
Pimpinan Ponpes Darunnajah KH Sofwan Manaf Jadi Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031
Aktual
Kemenag Siapkan PPG untuk 40.000 Lebih Guru, Kapan Dimulai?
Kemenag Siapkan PPG untuk 40.000 Lebih Guru, Kapan Dimulai?
Aktual
Hukum Shalat dengan Pakaian Terkena Najis, Apakah Harus Diulang?
Hukum Shalat dengan Pakaian Terkena Najis, Apakah Harus Diulang?
Aktual
KPAI Desak Kompolnas dan Propam Usut Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo
KPAI Desak Kompolnas dan Propam Usut Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo
Aktual
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Ombudsman Minta Polri Hormati HAM
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Ombudsman Minta Polri Hormati HAM
Aktual
Polri Minta Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo Jadi Pelajaran bagi Pimpinan Satker
Polri Minta Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo Jadi Pelajaran bagi Pimpinan Satker
Aktual
Kemenag Siapkan Bantuan dan Pendampingan untuk Data Pesantren yang Belum Terdaftar
Kemenag Siapkan Bantuan dan Pendampingan untuk Data Pesantren yang Belum Terdaftar
Aktual
Kemenag Libatkan Guru Lintas Agama untuk Inklusivitas HGN 2026
Kemenag Libatkan Guru Lintas Agama untuk Inklusivitas HGN 2026
Aktual
Menag Ingatkan Pengangkatan Profesor di Kemenag Jangan Terlalu Mudah
Menag Ingatkan Pengangkatan Profesor di Kemenag Jangan Terlalu Mudah
Aktual
43 Kampus Muhammadiyah Perkuat Pendidikan Advokat, dari Keterampilan Hukum hingga Etika
43 Kampus Muhammadiyah Perkuat Pendidikan Advokat, dari Keterampilan Hukum hingga Etika
Aktual
Fenomena Agnostisisme dan Pasang Surut Hubungan Manusia dengan Agama
Fenomena Agnostisisme dan Pasang Surut Hubungan Manusia dengan Agama
Aktual
Hukum Pesugihan dalam Islam dan Pesan Surah Al-Jinn Ayat 6
Hukum Pesugihan dalam Islam dan Pesan Surah Al-Jinn Ayat 6
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar