KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) melibatkan guru dari berbagai agama dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026.
Pelibatan tersebut mencakup guru madrasah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah, serta guru agama Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.
Keterlibatan guru lintas agama ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan peringatan HGN yang inklusif.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr H Amien Suyitno mengatakan, peringatan Hari Guru menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada seluruh pendidik, tanpa membedakan latar belakang agama maupun satuan pendidikan tempat mereka mengajar.
Baca juga: Menag: PPG Kini Dibuka untuk Semua Guru Lintas Agama, Tidak Hanya Guru Islam
Amien menjelaskan, peringatan HGN di lingkungan Kemenag tidak hanya melibatkan guru dari satu kelompok agama.
Seluruh pendidik dari berbagai agama turut menjadi bagian dalam perayaan tersebut.
Menurut dia, keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan Hari Guru di lingkungan Kemenag mengedepankan semangat inklusivitas.
Baca juga: Menag Ingatkan Pengangkatan Profesor di Kemenag Jangan Terlalu Mudah
“Ini menandakan Hari Guru di Kementerian adalah hari guru yang sangat-sangat inklusif,” ujar Amien dalam kegiatan media gathering persiapan HGN 2026, Selasa (3/11/2026).
Dalam pemaparan persiapan HGN 2026, Kemenag menyebut terdapat sekitar 800.000 tenaga guru dan kependidikan (GTK) serta lebih dari 300.000 guru PAI di sekolah.
Selain itu, guru agama Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha juga dilibatkan dalam rangkaian peringatan tersebut.
Pelibatan ini juga mencakup guru dari satuan pendidikan negeri maupun swasta.
Dengan demikian, peringatan HGN diarahkan untuk menjangkau pendidik dari berbagai latar belakang dan lingkungan pendidikan.
Baca juga: Cerita Komunitas Bikers Salurkan Wakaf Tanah untuk Pendidikan Islam di Tasikmalaya
Peringatan HGN 2026 mengusung tema "Guru Menginspirasi Anak Negeri Berprestasi". Tema tersebut menjadi landasan pelaksanaan berbagai kegiatan yang disiapkan Kemenag sepanjang November 2026.
Kemenag juga menyiapkan kegiatan "Sehat dan Ceria Bersama Guru" pada 21 November 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang kebersamaan bagi para guru melalui aktivitas seni, budaya, dan olahraga.
Baca juga: 43 Kampus Muhammadiyah Perkuat Pendidikan Advokat, dari Keterampilan Hukum hingga Etika
Sejumlah cabang olahraga yang disiapkan antara lain bulu tangkis, tenis meja, dan catur.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi para guru untuk berinteraksi di luar aktivitas pembelajaran sehari-hari.
Selain kegiatan kebersamaan, Kemenag juga menyiapkan penghargaan bagi guru berdasarkan sejumlah kategori, yakni inovasi, prestasi, dan dedikasi atau pengabdian.
Penghargaan tersebut turut diarahkan kepada guru yang mengabdi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah yang terdampak bencana.
Kategori ini menjadi bentuk perhatian terhadap pendidik yang menjalankan tugas dalam kondisi dan tantangan yang berbeda.
Melalui penghargaan tersebut, Kemenag ingin memberikan pengakuan terhadap kontribusi guru dalam menjalankan tugas pendidikan.
Apresiasi tidak hanya diberikan kepada guru yang meraih prestasi, tetapi juga mereka yang menunjukkan pengabdian di tengah keterbatasan.
Baca juga: Fenomena Agnostisisme dan Pasang Surut Hubungan Manusia dengan Agama
Penghargaan terhadap guru juga menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan HGN.
Sebab, kontribusi pendidik tidak hanya terlihat dari capaian akademik peserta didik, tetapi juga dari dedikasi mereka dalam mendampingi proses pendidikan.
Rangkaian peringatan HGN 2026 akan dilanjutkan dengan upacara pada 25 November 2026.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di seluruh satuan kerja Kemenag dan satuan pendidikan yang berada di bawah naungannya.
Dua hari setelahnya, Kemenag juga akan menggelar sarasehan guru pada 27 November 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema "Transformasi Pendidikan STEM dan Coding AI untuk Indonesia Emas".
Sarasehan akan dilaksanakan secara hibrida, yakni melalui pertemuan langsung dan siaran langsung di YouTube. Kemenag menargetkan kegiatan tersebut dapat menjangkau hingga satu juta guru.
Baca juga: Cerita Komunitas Bikers Salurkan Wakaf Tanah untuk Pendidikan Islam di Tasikmalaya
Sejumlah pihak dijadwalkan terlibat dalam kegiatan ini, termasuk perguruan tinggi di Australia, Google Indonesia, pakar STEM, serta praktisi kecerdasan buatan (AI) dan coding.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peringatan HGN 2026 tidak hanya menjadi momentum penghormatan terhadap profesi guru, tetapi juga ruang untuk memperkuat kebersamaan dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
Pelibatan guru lintas agama dalam peringatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kontribusi pendidik dalam membangun generasi bangsa berasal dari beragam latar belakang.
Semangat inklusivitas tersebut menjadi salah satu pesan yang diangkat Kemenag dalam peringatan Hari Guru Nasional 2026.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.